Salam semuanya
sebelumnya minta maaf ya bukannya untuk menyalahi atau mendukung salah
satu, tp hanya memberi masukan ato pandangan ato apa lah
gue jg termasuk pengendara motor PP kantor rumah ato kemana2 menggunakan
motor
selama ini gue dalam berkendara selalu berpikiran positif kl jalan adalah
milik bersama
gue selalu ingat kl di kiri dan kanan gue ada yang mencatat amal baik
ataupun buruk,
dan gue sebagai pengguna kendaraan harus bisa bijaksana dalam berkendara
misal gue pake motor, dan itu gue tau ada konsekuensi nya
panas kepanasan, hujan kehujanan dan macam macam
tp lebih singkat waktu tempuh nya gue pikir itu seimbang dengan pilihan gue
pake motor dan terima ini sebagai konsekuensinya
kl mobil panas ga kepanasan, ujan ga kehujanan dan lebih nyaman tapi waktu
tempuh lebih lama
dan kalo macet kita bisa ambil inisiatif contohnya
cari jalan lain
berangkat lebih awal
bike to work ato lainnya tetapi tidak merugikan pengguna jalan yang lain
semisal macet
mengambil jalan yang berlawan arah
naik ke trotoar atau apapun
untuk pengendara mobil saya kasih masukan kl emang berpergian hanya sendiri
atao hanya berdua
gunakanlah kendaraan umum ato motor kl emang punya
dan sekali lagi kalo kita dalam berkendara cobalah kita selalu berpikir dan
mengambil keputusan yang bijaksana karena pasti ada jalan keluarnya
untuk para pejalan kaki gue mewakili para bikers mohon maaf sebesar2 nya
atas ketidak nyamanan akibat pengendara kendaraan menggunakan hak anda dan
jangan lupa berhati2 kl mao menyebrang liat kri kanan dulu sebelum
menyebrang
Agung Prayogo
Wisma Tugu 2 Lt. 6
Jl. HR. Rasuna Said kav. C7 - 9
Jakarta Selatan 12940
Phone : 62 21 521 0338 ext 509
Fax : 62 21 521 0389
Mobile : 0813-81888-207
email : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
_____
From: Astrid Habie [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 07, 2008 12:26 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Re: Fw: Balada Pengendara Motor....
wah beib, gak lengkap lo
ada counter-attacknya neh, balada pengendara mobil
yang belom ada balada pejalan kaki aja doang
lom ada yang buat kali yaaaaaaaaaak
On 11/7/08, Budi Chang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
del yach qlo re post................
Sebelumnya saya mohon maaf
bila tulisan berikut kurang berkenan.
Kami hanyalah ingin meminta maaf
kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
Sungguh,
kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri,
itu hanyalah karena kami merasa kepanasan.
Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker,
yang kami gunakan di siang bolong.
Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan,
karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil
anda.
Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket,
ataupun bagian bawah helm, he he he.
Bila anda melihat kami mendaki trotoar,
ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan,
itupun bukan karena kami sok jago.
Tapi kami hanya mencari alternatif jalur,
sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ibu
?.
Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda,
yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).
Belum lagi kami takut di PHK,
hanya karena telat masuk kerja.
Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan ?,
kalo masuk kerja?
Sebab kalo sebagian besar dari kami,
harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!!
Belum lagi,
kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik
yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot
dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami.
Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot,
tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda
yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
Kami sadar kok,
kami jg suka keterlaluan.
Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat.
Kami cukup tau diri kok,
dengan pajak yg super murah kami,
sehingga
kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami.
Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu.
Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.
Hmmm . . . . . ,
kami juga gak pernah protes kok,
terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan.
Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
di atas gusuran tanah dan rumah kami.
Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga,
hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman
safari.
Ngomong2 tentang tamasya.
Memang sih . . . . . . . . . . . . . . . .,
mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan.
Tapi kami gak yakin apakah anda melihat kami,
memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir.
Ini karena cara duduk
mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami.
Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda
yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.
Kami juga gak keki kok,
dengan senyum kecil bapak-ibu,
bila melihat kami panik saat hujan turun.
Dimana kami harus buru-buru,
loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan.
Terkadang kami membayangkan,
bila kami ada di posisi anda.
Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat,
cukup putar tuas kecil disamping stir,
maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan &
belakang.
Aaaah enaknyaa di mobil.
Kami juga gak protes kok,
bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami.
kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan,
betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor.
Kami cuma berharap,
bahwa petuah orang tua,
yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah,
adalah isapan jempol semata.
Amit-amiiiit.
Kami juga gak protes kok,
bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela,
sehingga mengenai jaket kami.
Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah,
yang anda buang lewat jendela.
Mungkin kami dengan jaket hitamnya,
tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
Mohon maaf juga bila,
kami harus terlihat melotot di depan anda.
Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, .
Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu.
Naaah begitu berhenti,
secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu. Peace !!!
Memang siiih,
kami sering bikin masalah di jalan raya,
tapi setidaknya,
kaum kami
belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)
Memang siiih,
rata rata dari kami tidak berpendidikan.
Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek
untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan,
bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.
Memang siih,
rata-rata dari kami gak memiliki tata krama.
Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar
di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development.
(SD aja DO ? hiks!).
Tapi setidaknya,
kami cukup tau diri kok,
untuk tetap menganggukan kepala
kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis,
bila kami bertemu anda di koridor kantor.
Ataupun menjauh
dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift,
karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
akibat sedan mewah anda
menyalip kami.
Namun kami cukup terhibur kok,
bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami,
saat kita bersanding manis di lampu merah.
Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami,
bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela.
He he he,
pernah gak anda melihat kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda,
walo cuma 10-20 detik.
Eh. . . . . Jadi malu...
Namun kami cukup terhibur kok,
dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua
untuk meresmikan balapan mobil, hiks.
Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu
banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat.
Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing,
udah gak sabar buat melesat,
hanya untuk bisa dibilang sebagai yang
tercepat,
dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
What an ironic...
Namun, kami cukup terhibur juga kok,
dengan iklan di TV.
Di mana banyak artis nan ganteng dan cantik,
artis senior maupun junior, politikus, budayawan,
berebut mengiklankan motor untuk kami.
Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor
bebek.
Sebab kami tau persis,
mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil,
karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi mereka.
Yaahhh,
kami gak bermaksud membela diri siih.
Kami cuma mau sharing aja kok,
kepada anda pengendara mobil roda empat,
bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami,
sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan ?
--
best regards,
Astrid
"Hide the pain and fear far
The one who's right will win
Know that everything is in your hands"
RISE ~ Yoko Kanno, Origa
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---