Andai semua pengendara motor kayak Agung.....
What a wonderful woooorld (nyanyi pake background langit biru, kupu2
terbang, bunga2 goyang kiri kanan)

On 11/7/08, agung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam semuanya
> sebelumnya minta maaf  ya bukannya untuk menyalahi atau mendukung salah
> satu, tp hanya memberi masukan ato pandangan ato apa lah
> gue jg termasuk pengendara motor PP kantor rumah ato kemana2 menggunakan
> motor
> selama ini gue dalam berkendara selalu berpikiran positif kl jalan adalah
> milik bersama
> gue selalu ingat kl di kiri dan kanan gue ada yang mencatat amal baik
> ataupun buruk,
> dan gue sebagai pengguna kendaraan harus bisa bijaksana dalam berkendara
> misal gue pake motor, dan itu gue tau ada konsekuensi nya
> panas kepanasan, hujan kehujanan dan macam macam
> tp lebih singkat waktu tempuh nya gue pikir itu seimbang dengan pilihan gue
> pake motor dan terima ini sebagai konsekuensinya
> kl mobil panas ga kepanasan, ujan ga kehujanan dan lebih nyaman tapi waktu
> tempuh lebih lama
> dan kalo macet kita bisa ambil inisiatif contohnya
> cari jalan lain
> berangkat lebih awal
> bike to work ato lainnya tetapi tidak merugikan pengguna jalan yang lain
> semisal macet
> mengambil jalan yang berlawan arah
> naik ke trotoar atau apapun
> untuk pengendara mobil saya kasih masukan kl emang berpergian hanya sendiri
> atao hanya berdua
> gunakanlah kendaraan umum ato motor kl emang punya
> dan sekali lagi kalo kita dalam berkendara cobalah kita selalu berpikir dan
> mengambil keputusan yang bijaksana karena pasti ada jalan keluarnya
> untuk para pejalan kaki gue mewakili para bikers mohon maaf sebesar2 nya
> atas ketidak nyamanan akibat pengendara kendaraan menggunakan hak anda dan
> jangan lupa berhati2 kl mao menyebrang liat kri kanan dulu sebelum
> menyebrang
>
>
> Agung Prayogo
>
> Wisma Tugu 2 Lt. 6
>
> Jl. HR. Rasuna Said kav. C7 - 9
>
> Jakarta Selatan 12940
>
> Phone  : 62 21 521 0338 ext 509
>
> Fax       : 62 21 521 0389
>
> Mobile  : 0813-81888-207
>
> email    : [EMAIL PROTECTED]
>
>                [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>   _____
>
> From: Astrid Habie [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, November 07, 2008 12:26 PM
> To: [email protected]
> Subject: ~ aga ~ Re: Fw: Balada Pengendara Motor....
>
>
> wah beib, gak lengkap lo
> ada counter-attacknya neh, balada pengendara mobil
> yang belom ada balada pejalan kaki aja doang
> lom ada yang buat kali yaaaaaaaaaak
>
>
>
> On 11/7/08, Budi Chang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> del yach qlo re post................
>
>
>
> Sebelumnya saya mohon maaf
> bila tulisan berikut kurang berkenan.
> Kami hanyalah ingin meminta maaf
> kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
>
> Sungguh,
>
> kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
>
> Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri,
>
> itu hanyalah karena kami merasa kepanasan.
>
> Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker,
>
> yang kami gunakan di siang bolong.
>
> Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan,
>
> karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil
> anda.
>
> Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket,
>
> ataupun bagian bawah helm, he he he.
>
> Bila anda melihat kami mendaki trotoar,
>
> ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan,
>
> itupun bukan karena kami sok jago.
>
> Tapi kami hanya mencari alternatif jalur,
>
> sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ibu
> ?.
>
> Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda,
>
> yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).
>
> Belum lagi kami takut di PHK,
> hanya karena telat masuk kerja.
>
> Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan ?,
>
> kalo masuk kerja?
>
> Sebab kalo sebagian besar dari kami,
>
> harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!!
>
> Belum lagi,
>
> kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik
>
> yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot
>
> dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami.
>
> Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot,
>
> tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda
>
> yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
>
> Kami sadar kok,
>
> kami jg suka keterlaluan.
>
> Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat.
>
> Kami cukup tau diri kok,
>
> dengan pajak yg super murah kami,
>
> sehingga
> kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
> Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami.
>
> Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu.
>
> Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.
>
> Hmmm . . . . . ,
>
> kami juga gak pernah protes kok,
>
> terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan.
>
> Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
>
> di atas gusuran tanah dan rumah kami.
>
> Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga,
>
> hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman
> safari.
>
> Ngomong2 tentang tamasya.
>
> Memang sih . . . . . . . . . . . . . . . .,
>
> mungkin anda sering melihat kami
>
> berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan.
>
> Tapi kami gak yakin apakah anda melihat kami,
>
> memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir.
>
> Ini karena cara duduk
> mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami.
>
> Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda
>
> yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.
>
> Kami juga gak keki kok,
>
> dengan senyum kecil bapak-ibu,
>
> bila melihat kami panik saat hujan turun.
>
> Dimana kami harus buru-buru,
>
> loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan.
>
> Terkadang kami membayangkan,
>
> bila kami ada di posisi anda.
>
> Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat,
>
> cukup putar tuas kecil disamping stir,
>
> maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan &
> belakang.
>
> Aaaah enaknyaa di mobil.
>
> Kami juga gak protes kok,
>
> bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami.
>
> kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan,
>
> betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
> motor.
>
> Kami cuma berharap,
>
> bahwa petuah orang tua,
>
> yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah,
>
> adalah isapan jempol semata.
>
> Amit-amiiiit.
>
> Kami juga gak protes kok,
>
> bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela,
>
> sehingga mengenai jaket kami.
>
> Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah,
>
> yang anda buang lewat jendela.
>
> Mungkin kami dengan jaket hitamnya,
>
> tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
>
> Mohon maaf juga bila,
>
> kami harus terlihat melotot di depan anda.
>
> Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, .
>
> Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu.
>
> Naaah begitu berhenti,
>
> secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
> Maaf ya pak-bu. Peace !!!
>
> Memang siiih,
>
> kami sering bikin masalah di jalan raya,
>
> tapi setidaknya,
>
> kaum kami
> belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
>
> (Jadi gak enak nerusinnya)
>
> Memang siiih,
>
> rata rata dari kami tidak berpendidikan.
>
> Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek
>
> untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan,
>
> bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.
>
> Memang siih,
>
> rata-rata dari kami gak memiliki tata krama.
>
> Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar
>
> di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development.
>
> (SD aja DO ? hiks!).
>
> Tapi setidaknya,
>
> kami cukup tau diri kok,
>
> untuk tetap menganggukan kepala
>
> kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis,
>
> bila kami bertemu anda di koridor kantor.
>
> Ataupun menjauh
>
> dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift,
>
> karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
>
> akibat sedan mewah anda
> menyalip kami.
>
> Namun kami cukup terhibur kok,
>
> bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami,
>
> saat kita bersanding manis di lampu merah.
>
> Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami,
>
> bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela.
>
> He he he,
>
> pernah gak anda melihat kami
>
> juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda,
>
> walo cuma 10-20 detik.
>
> Eh. . . . . Jadi malu...
>
> Namun kami cukup terhibur kok,
>
> dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua
>
> untuk meresmikan balapan mobil, hiks.
>
> Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu
>
> banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat.
>
> Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
>
> Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing,
>
> udah gak sabar buat melesat,
>
> hanya untuk bisa dibilang sebagai yang
> tercepat,
>
> dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
>
> What an ironic...
>
> Namun, kami cukup terhibur juga kok,
>
> dengan iklan di TV.
>
> Di mana banyak artis nan ganteng dan cantik,
>
> artis senior maupun junior, politikus, budayawan,
>
> berebut mengiklankan motor untuk kami.
>
> Walau kami tau persis,
>
> gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor
> bebek.
>
> Sebab kami tau persis,
>
> mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil,
>
> karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi mereka.
>
> Yaahhh,
>
> kami gak bermaksud membela diri siih.
>
> Kami cuma mau sharing aja kok,
>
> kepada anda pengendara mobil roda empat,
>
> bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami,
>
> sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
>
> Tuhan Maha Adil kan ?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> best regards,
>
> Astrid
>
>
> "Hide the pain and fear far
> The one who's right will win
> Know that everything is in your hands"
>
> RISE ~ Yoko Kanno, Origa
>
>
>
> >
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

best regards,

Astrid


"Hide the pain and fear far
The one who's right will win
Know that everything is in your hands"

RISE ~ Yoko Kanno, Origa

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "aga-madjid" Google
Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
[email protected]
Untuk bergabung dengan grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.co.id/group/aga-madjid?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke