Mahasiswa Asing Naikkan Pamor Wednesday, 13 May 2009 JAKARTA(SI) – Kebijakan penerimaan mahasiswa asing dinilai sebagai pengakuan terhadap kualitas pendidikan Indonesia.Selain itu langkah ini juga akan menambah indikator pamor Universitas.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas Fasli Jalal mengatakan, keberadaan para mahasiswa asing tidak perlu dikhawatirkan. Selain tidak mengambil jatah kursi mahasiswa lokal, mahasiswa asing juga sepenuhnya tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. gAdanya mahasiswa asing juga menjaga mutu PT tersebut agar menjadi world class university, hkatanya ketika dihubungi harian Seputar Indonesia (SI) kemarin. Sebelumnya diberitakan,Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari meminta mahasiswa kedokteran asing di sejumlah perguruan tinggi dikurangi dan distop secara bertahap.Dia khawatir penerimaan mahasiswa asing dapat mengurangi jatah mahasiswa Indonesia. gMasih banyak orang Indonesia yang ingin jadi dokter, saya akan minta ke Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional) untuk stop mahasiswa kedokteran asing di Indonesia, hkatanya. Fasli mengapresiasi permintaan Menkes tersebut.Hal itu dia yakini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan kedokteran di Indonesia. Namun, Fasli menyatakan permintaan itu sulit dikabulkan karena untuk menjadi berkelas dunia,salah satu indikatornya adalah menerima mahasiswa asing. gKehadiran mahasiswa asing mengangkat nama PT tersebut ke tingkat dunia.Salah satu indikator universitas berkelas dunia memang adalah kepercayaan asing berupa opini yang berkembang baik tentang PT kita di luar negeri, h tuturnya. Apalagi, lanjut dia, kuota mahasiswa asing di setiap perguruan tinggi hanya 10% dari total mahasiswa keseluruhan sebuah PT.Kekhawatiran mahasiswa asing akan mengambil jatah kursi mahasiswa lokal pun tidak terbukti. gKuota mahasiswa asing dan lokal terpisah. Tetapi, mahasiswa asing tidak boleh lebih dari 10% total mahasiswa seluruhnya, h ujar anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini. Mahasiswa lokal, terang dia, justru diuntungkan dengan adanya mahasiswa asing sebab banyak fasilitas yang akan bisa dimiliki fakultas.Hal itu karena mahasiswa asing membayar biaya pendidikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa lokal. gMahasiswa asing membayar 10 kali lipat biaya kuliah dibandingkan mahasiswa lokal dan hal itu memberi keuntungan secara tak langsung bagi mahasiswa lokal karena fasilitas yang dibeli bisa dimanfaatkan bersama. Itu berimbas pada mutu pendidikan yang semakin membaik, hujarnya. Dia juga menegaskan tidak semua mahasiswa asing mendaftar masuk ke PT di Indonesia bisa langsung diterima.Pasalnya, mahasiswa asing sebelum masuk kampus tetap harus melewati tes potensi akademik. gJadi walau mereka membawa uang banyak,bukan berarti mereka pasti lolos.Banyak juga jatah kursi mahasiswa asing yang kosong karena mereka tak lulus tes akademiknya, hbebernya. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi X DPR Heri Akhmadi juga mengakui tidak mungkin menghapus mahasiswa asing di seluruh FK di Indonesia. Jika hal itu dilakukan, tentunya berdampak pada kualitas dan mutu PT di Tanah Air. gKalau dihilangkan semua tidak mungkin karena itu untuk meningkatkan mutu, h tandasnya. Problem mahasiswa asing, kata dia, merupakan puncak permasalahan FK di Indonesia yang karutmarut. Dari penelusuran Komisi X DPR diketahui,pendidikan kedokteran di Indonesia terbilang buruk. (rendra hanggara) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
