Hehehe. gw masih normal kok Bro, masih doyan 3gp. artikelnya bagus buat
ngingetin pikiran gw lagi, ada hal2 tertentu dalam artikel ini bikin gw jadi
"sadar" lagi Bro, makanya minta2 lagi sama Bos Aga.

 

Thanks y Bos Aga J 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Wednesday, October 07, 2009 9:07 AM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Re: Seribu Indera

 


tumben loe nyari nya artikel....hehehe 
jadi bingung neeeh n ga yakin neeh klo ini irwan yg gue kenal....xixiixixx 
biasanya yg bisa merefresh pikiran loe cuma 3gp....wkawkakwakwk.......






        


"Irwan" <[email protected]> 
Sent by: [email protected] 

07/10/2009 08:58 


Please respond to
[email protected]


To

<[email protected]> 


cc

        

Subject

~ aga ~ Re: Seribu Indera

 

                





Thanks Bos, bagus buat refresh pikiran nih :)
Kalo ada lagi, jangan sungkan2 tuk kirim yach hehehe....

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of aga madjid
Sent: Tuesday, October 06, 2009 6:16 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Re: Seribu Indera


udah banyak yang sudah gue kirim ya ....



On 10/6/09, Irwan <[email protected]> wrote:
> Bagus nih Bos Aga, ada lagi?
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
> Behalf Of aga madjid
> Sent: Tuesday, October 06, 2009 4:51 PM
> Subject: ~ aga ~ Seribu Indera
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> SERIBU INDERA
>
>
> Eileen Rachman & Sylvina Savitri
>
>
> EXPERD CONSULTANT
>
>
> One-day Assessment Centre
>
>
> Ditayangkan di Kompas, 12 September 09
>
>
>
> Saya cukup surprise dengan paparan seorang pimpinan lembaga tinggi negara
> yang ketika ditanyai mengenai kepemimpinan justru menekankan pentingnya
> 'rasa' dalam memimpin. Ya, selama ini, sadar tidak sadar, kita memang
> terkadang mengabaikan dan mengesampingkan penajaman 'rasa' atau 'sensing'
> dan memandang rendah kontribusi 'rasa' terhadap keberhasilan seseorang
dalam
> karir dan pekerjaan. Kita tahu, seseorang yang diproyeksikan untuk naik
> jabatan, biasanya akan menerima pembekalan dan pelatihan intensif terkait
> prosedur, manajemen,  analisa dan problem solving, namun umumnya hanya
> sedkit menyentiuh 'rasa'. Padahal, bisa kita bayangkan betapa sulitnya
> seseorang untuk bisa berhasil memimpin bila ia tidak ahli mengelola
'rasa'.
> Bukankah kita lihat para anggota DPR pun terkadang dikritik karena
> mengeluarkan kebijakan yang tidak tepat sasaran, mengeluarkan pernyataan
> yang kurang sensitif dan diniliai kurang punya 'rasa' dalam melihat dan
> menyikapi permasalahan yang ada?
>
>
>
> Saya jadi terpikir, betapa ruginya, kalau rasa atau 'sensing' yang kita
> fungsikan baru sebatas 'panca indera' saja: cium, dengar , kecap, lihat,
> raba? Bagaimana dengan intuisi, firasat, simpati, empati, rasa percaya dan
> tidak percaya, yang kesemuanya melibatkan 'rasa'? Bisakah ini semua kita
> golongkan sebagai indera keenam? Bukankah 'rasa' ini, seperti halnya panca
> indera kita, berfungsi sebagai antena atau radar, modal kita mengambil
> tindakan? Tepat sekali bila dalam lembaga-lembaga yang berkegiatan 'putar
> otak' intensif, senantiasa diingatkan untuk menggalakkan penggunaan
perasaan
> ini untuk 'mengelola manusia' dan berpikir kreatif.
>
>
>
> Menajamkan Kesadaran (Awareness)
>
> Perlu kita ingat bahwa menginderai dan kemudian mengetahui, sangat berbeda
> dengan menyadari (awareness). Sebagai contoh sederhana, semua orang tahu
> bahwa ini adalah minggu kedua bulan September, tetapi belum tentu semua
> orang menyadari bahwa akhir tahun tinggal 3 bulan lagi. Kita yang bisa
> memanfaatkan panca indera tanpa upaya keras, ternyata sering lupa untuk
> mengasahnya. Sementara, seseorang yang buta sejak lahir, masih bisa
> me-'rasa'-kan warna-warninya dunia, tanpa membayangkannya.
>
> Kita lihat, justru orang-orang yang sukses, baik dalam kepemimpinan maupun
> dalam berwirausaha mempunyai keahlian memelihara kesadaran-kesadaran ini.
> Dari kesadaran seperti inilah orang bisa melakukan antisipasi, membuat
> asumsi, memprediksi dan mengelola banyak kegiatan pikir lainnya yang tidak
> bisa dikuasai melalui latihan saja, melainkan perlu diasah secara
> individual.
>
>
>
> Mengapa Kita Sering Kebal?
>
> Seorang ahli mengatakan bahwa kekebalan 'awareness' kita berasal dari
> ketidakmampuan kita me-'rasa'-kan wanginya sekuntum mawar ketika kita
> merabanya. Bahkan ahli tersebut mengatakan bahwa kemampuan me-'rasa'-kan
itu
> adalah kemampuan mengenal realitas yang sebenarnya. Kita bisa tidak
> mengembangkan kemampuan me-'rasa' ini karena tidak menyadarinya.
Seringkali
> hal tersebut kita samakan dengan pengetahuan. Padahal, kemampuan merasa
> ('sensing') ini merupakan penajaman radar, sensor  atau antena untuk
> mengoptimalkan daya tangkap yang jauh lebih kompleks daripada sekedar
> menangkap perabaan, penglihatan, pendengaran dan penciuman. Kompleksitas
> penangkapan ini banyak melibatkan penghayatan sosial, religius dan emosi
> sehingga bisa menghasilkan penyimpulan yang kaya.
>
>
>
> Lalu, mengapa individu sering tidak menajamkan bahkan secara tidak
langsung
> menumpulkannya? Banyak orang tidak mau tahu sampai akhirnya tidak 'ngeh'
> bahwa dalam dirinya ada kemampuan itu.  Seorang teller bank,misalnya,
> mempunyai prosedur standar yang harus dijalankan bila mencurigai
seseorang.
> Bila prosedur ini sudah dilakukan  ratusan kali, maka sebenarnya "sensing"
> atau kita sering menyebutnya dengan feeling, harus lebih bekerja. Ia pun
> mestinya mampu mencerap situasi dengan 'radar'-nya, sebelum  melakukan
> cek-ricek dengan inderanya lagi.
>
>
>
> Nah, bila kita sadar bahwa kita dipersenjatai dengan 'awareness' seperti
> ini, bukankah kita akan bisa lebih tajam 'melihat' apa yang selama ini
> 'tidak kita lihat'? Bukankah kita bisa menemukan hal-hal yang terlewat,
> seperti mengenal potensi anak buah secara mendalam, meramalkan kesuksesan
> anak buah, memilih anak buah yang bisa kita percaya atau menilai apakah
> seorang pelanggan prospek atau tidak. Hanya dengan kesadaran ini jugalah
> kita bisa menciptakan  dan kemudian menikmati suasana saling menghargai,
> saling percaya dan kerjasama.
>
>
>
>
> Berdansa dalam Penghayatan
>
>
> Siapa yang tidak pernah mendengar ungkapan maxim: "Think with your head,
not
> with your heart"? Hal ini, lalu telak-telak dibantah oleh para ahli
> neurologi yang meyakini betapa kompleksnya penginderaan  dan  betapa
> hebatnya hasil dari timbal balik kerja otak, daya pikir, rasa dan indera.
> Lihat saja bahwa orang yang dihadapkan pada situasi yang sama, bisa
> mempunyai konteks dan ketajaman penghayatan yang berbeda dengan orang
> lainnya. Ternyata, kita dibekali dengan seribu indera yang bisa diaktifkan
> untuk berkolaborasi satu dengan lainnya. Mungkin inilah sebabnya banyak
> ungkapan lintas-indera yang digunakan untuk pemahaman dan penangkapan
> mendalam tetang sesuatu hal, misalnya: "having a nose for the job..."
atau
> "Breathe through your feet".
>
>
>
> Tampaknya inilah gunanya jendela-jendela luas untuk menikmati cakrawala
yang
> jauh dan indah untuk para eksekutif, agar senantiasa meng-elevasi
> 'senses'-nya, sehingga ia punya daya untuk menggerakkan korporasi dan
> membuat suasana interaksi yang kian kondusif. Kita pelajari bahwa
pencerapan
> dan 'awareness' manusia ternyata jauh dan dalam. Tidak hanya fungsional,
> tapi juga mendesain. Tidak cuma sekadar tanya-jawab tetapi juga
berceritera.
> Tidak saja fokus, tetapi juga ber-simfoni. Tidak saja logika, tetapi juga
> empati. Tidak saja keseriusan tetapi juga 'bermain'. Bukan hanya akumulasi
> tetapi juga 'meaning'. Di sinilah letak misteri ditumbuhkannya 'sense of
> self", "sense of direction", "sense of action", sense of organizing","
sense
> of moral direction", "sense of environment" , sense of belonging". Dan,
wah,
> masih banyak sekali, bahkan tidak berbatas.
>
>
>
>
>
> EXPERD CONSULTANT
>
> Adding value to business results
>
> Plaza Pondok Indah 3 Blok C/2
>
> Jl. Tb. Simatupang Jakarta 12310
>
> Telp. 021-7590 6448
>
> Fax.  021-7590 6442
>
> http://www.experd.com <http://www.experd.com/>
>
>
>
>
>
>
>
>
> >
>





__________________________________________________________________ 

Think before you Print!  Do you really need to print this email? 
PACIFIC BRANDS is an Environmental Endorsed Company. 
____________________________________________________________________________
________________________________________ 
<br


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke