footnote lu gk tahan bro, sailor moon abis xixixixixixi
Muhammad Fadholly wrote:
kwakwkakwa...
apa hubungannya jenderal sudirman ama roket kakwakwka..
btw ntu jenderal sudirman tidur siang apa ngapain ya..? kok bisa
tersenyum yah hahahaha...
*/..dengan kekuatan bulan akan menghukummu../*
----- Original Message -----
*From:* ade budi <mailto:[email protected]>
*To:* [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Sent:* Tuesday, April 20, 2010 9:32 AM
*Subject:* Re: ~ aga ~ ROKET Indonesia Getarkan Australia,
Singapura, Malaysia
mantab nih hasil karya anak bangsa kita. jempol deh setelah heboh
century, markus dan korupsi lainnya, yg ini bisa membuat Jendral
Sudirman tersenyum di pembaringannya.
-a-
2010/4/12 maHen <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
------------------------------------------------------------------------
Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Oleh Cardiyan HIS
rkt
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai
kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai
karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang
Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang
sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal
dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh
yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket
RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan
jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera
Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di
negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat
yakni Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang
dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4
kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai
100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa
dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah
100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu
pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali
dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya
komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran
yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar.
Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk
traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi
Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi
kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700
trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan
Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini
ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan
mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh
3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada
pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa
menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri.
Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite
Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk
akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit
sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan
macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka
otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu
meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal
sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat
peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura
dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia.
Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan
Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan
pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka
ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni
Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh
ancaman nyata di masa depan dekat.
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho”
kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya
gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang
mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer
buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah
siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan
penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF
menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan
menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk
infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi
mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki
mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai
setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di
kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235
versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap
seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan
melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup
ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI
AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam
dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri.
Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang
Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia
yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia
sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa:
“Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena
harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan
bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi,
Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan
membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa
sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki
bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau
sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work.
Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi
sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah
pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau
ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu
bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia
perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan
menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en