Nice... :) 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: 21 Juli 2010 8:48
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta

Apakah benar setiap suami sering berdusta seperti ini? sepertinya tidak 
semua suami seperti itu

Suami yang Sering Berdusta

Entah kapan saya punya keberanian untuk mengakui, mungkin suatu saat 
tanpa harus saya ceritakan, isteri akan tahu sendiri bahwa suaminya ini 
sering berdusta, dalam banyak hal. Kata orang, sepandai-pandainya 
menyimpan bangkai, akan tercium juga. Sehebat apapun seseorang 
menyembunyikan kebohongan, suatu saat akan terbongkar, bagaimana pun 
cara dan jalannya. Setiap dusta harus ditutupi oleh dusta yang lain, 
parahnya semakin lama energi ini akan habis terkuras karena fitrah 
manusia itu adalah kebenaran.

Ada nasihat yang bagus dari seorang sahabat sebelum saya menikah. Mudah 
sekali membuat wanita bahagia, kuncinya ada di telinga. Telinga dia dan 
telinga kita. Maksudnya, wanita itu hanya suka mendengar hal-hal yang 
indah dan menyenangkan. Maka ketika berbicara dengannya cukup bicarakan 
yang baik-baik, yang indah-indah dan hindari sesuatu yang bisa 
menyakitinya, meskipun itu sebuah kejujuran. Sebaliknya, ketika ia 
berbicara maka sediakan telinga kita seluas samudera untuk menampung 
segala cerita, kisah, curahan hati hingga keluh kesahnya.

Akhirnya waktu itu pun tiba, saya tak bisa lagi menahan untuk tidak 
bicara. Meskipun saya tahu, tanpa saya berterus terang pun isteri sudah 
bisa merasakannya. Mata batinnya selalu menyala, jiwanya selalu terasah 
untuk mampu menangkap sinyal-sinyal yang tak sesuai dengan kenyataan. Ia

seperti tahu banyak hal yang sering saya sembunyikan, karenanya buat apa

juga
saya terus menahan hati untuk tidak berbicara empat mata dengannya.

Saya berterus terang, bahwa saya pernah mendustainya soal makan. Setiap 
pulang kerja, isteri hampir tak pernah absen untuk menyiapkan makan 
malam. Setiap kali isteri bertanya, "Makan sudah disiapkan, mau makan 
dulu apa mandi dulu?". Nah disaat seperti inilah saya kerap berdusta, 
saya selalu bilang belum makan dan selalu menunggu untuk makan di rumah 
karena masakan isteri yang paling nikmat. Padahal, sering sebelum pulang

ada rekan yang mengajak saya makan, atau teman-teman di kantor 
menyediakan makan malam. Saya berdusta untuk tetap menghormati isteri 
yang sudah sepenuh hati menyiapkan masakan, akan bagaimana perasaanya 
jika saya tak menyentuh makanannya?

Masih tentang makanan, saya juga pernah berdusta berkenaan soal rasa. 
Kadang, mungkin karena ia terlalu letih mengurus rumah dan anak-anak 
seharian, ada yang kurang dalam rasa masakannya. Kadang kurang garam, 
atau terlalu manis. Saya harus menyembunyikan ekspresi saya ketika 
makanannya kurang atau kebanyakan garam misalnya. Kalau soal yang satu 
ini, biasanya isteri langsung tahu karena ia pun ikut makan. 
Paling-paling ia bilang, "iiih kok nggak bilang kalau belum
digaramin..." 
saya hanya tersenyum.

Saya pernah berdusta kalau sepulang kerja isteri bertanya, "Abi capek 
nggak? Ada yang mau Ummi bicarakan...". Selelah apapun saya saat itu, 
selalu saya bilang, "masih seger begini kok, ayo kita bicara...". Belum 
satu jam berbicara, beberapa kali mata ini terpejam menahan kantuk. "iih

diajak bicara kok malah tidur...". Segera saya membelalakkan mata dan 
bilang, "Nggak, tadi merem itu lagi menghayati kok...", sering pula
isteri 
masih berbicara saya benar-benar tertidur lelap. Esok paginya, saya 
benar-benar minta maaf kepadanya.

Kadang isteri bertanya, "Abi ada waktu? Sedang tidak sibuk kan?" 
Pertanyaan itu kerap ia lontarkan ketika saya sedang di rumah. Saya 
belum bilang kalau hari itu ada kegiatan atau ada acara lain di luar 
rumah. Tapi karena isteri yang meminta, maka saya katakan waktu saya 
sangat longgar hari itu. Maka kami pun berjibaku menyelesaikan pekerjaan

rumah, namun diam-diam saya sambil kirim pesan singkat ke beberapa orang

yang sudah terlanjur janji bahwa saya datang telat.

Soal uang pun demikian. Saya sering berusaha untuk tidak berkata, "tidak

punya uang" saat isteri bertanya, "masih punya uang nggak? Uang belanja 
sudah habis..." atau "anak-anak perlu beli buku baru, Abi masih ada 
simpanan?". Tidak tega rasanya kalau harus "jujur" mengatakan saya tidak

punya uang saat itu. Saya hanya ingin membuat isteri tenang menjalani 
aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga tanpa harus memikirkan hal yang 
menjadi kewajiban saya. Jawaban untuk pertanyaan diatas, biasanya yang 
keluar dari mulut ini, "Ooh, perlunya kapan? Insya Allah akan selalu ada

pada saat diperlukan."

Satu lagi dusta yang sangat umum dilakukan banyak suami, meskipun sang 
isteri benar-benar tahu kalau suaminya berdusta dalam hal ini, tetapi ia

tetap senang dengan "dusta" suaminya ini. Yakni ketika suaminya berkata,

"Dik, kamu adalah wanita tercantik di dunia ini..." Ini bisa dibilang 
jujur, bisa juga dibilang dusta, tergantung bagaimana memandang dan 
memersepsikannya. Sejujurnya memang mungkin isteri kita bukanlah yang 
benar-benar tercantik di dunia, karena boleh jadi secara fisik mungkin 
ada yang lebih cantik darinya. Tetapi, jika ini diungkapkan berdasarkan 
perasaan cinta yang sebenarnya, maka wajar jika di hati sang suami hanya

kecantikan isterinyalah nomor satu di dunia, bukan yang lain. Cantik 
wajahnya, terlebih hatinya. Ajaibnya, meskipun terdengar "merayu" tetap 
saja semua isteri paling suka "dusta" yang satu ini.

Dik, maaf ya kalau suamimu ini sering berdusta... (gaw)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke