suami takut istri ini mah,

2010/7/21 Maihendra Faridian <[email protected]>

> Apakah benar setiap suami sering berdusta seperti ini? sepertinya tidak
> semua suami seperti itu
>
> Suami yang Sering Berdusta
>
> Entah kapan saya punya keberanian untuk mengakui, mungkin suatu saat tanpa
> harus saya ceritakan, isteri akan tahu sendiri bahwa suaminya ini sering
> berdusta, dalam banyak hal. Kata orang, sepandai-pandainya menyimpan
> bangkai, akan tercium juga. Sehebat apapun seseorang menyembunyikan
> kebohongan, suatu saat akan terbongkar, bagaimana pun cara dan jalannya.
> Setiap dusta harus ditutupi oleh dusta yang lain, parahnya semakin lama
> energi ini akan habis terkuras karena fitrah manusia itu adalah kebenaran.
>
> Ada nasihat yang bagus dari seorang sahabat sebelum saya menikah. Mudah
> sekali membuat wanita bahagia, kuncinya ada di telinga. Telinga dia dan
> telinga kita. Maksudnya, wanita itu hanya suka mendengar hal-hal yang indah
> dan menyenangkan. Maka ketika berbicara dengannya cukup bicarakan yang
> baik-baik, yang indah-indah dan hindari sesuatu yang bisa menyakitinya,
> meskipun itu sebuah kejujuran. Sebaliknya, ketika ia berbicara maka sediakan
> telinga kita seluas samudera untuk menampung segala cerita, kisah, curahan
> hati hingga keluh kesahnya.
>
> Akhirnya waktu itu pun tiba, saya tak bisa lagi menahan untuk tidak bicara.
> Meskipun saya tahu, tanpa saya berterus terang pun isteri sudah bisa
> merasakannya. Mata batinnya selalu menyala, jiwanya selalu terasah untuk
> mampu menangkap sinyal-sinyal yang tak sesuai dengan kenyataan. Ia seperti
> tahu banyak hal yang sering saya sembunyikan, karenanya buat apa juga
> saya terus menahan hati untuk tidak berbicara empat mata dengannya.
>
> Saya berterus terang, bahwa saya pernah mendustainya soal makan. Setiap
> pulang kerja, isteri hampir tak pernah absen untuk menyiapkan makan malam.
> Setiap kali isteri bertanya, “Makan sudah disiapkan, mau makan dulu apa
> mandi dulu?”. Nah disaat seperti inilah saya kerap berdusta, saya selalu
> bilang belum makan dan selalu menunggu untuk makan di rumah karena masakan
> isteri yang paling nikmat. Padahal, sering sebelum pulang ada rekan yang
> mengajak saya makan, atau teman-teman di kantor menyediakan makan malam.
> Saya berdusta untuk tetap menghormati isteri yang sudah sepenuh hati
> menyiapkan masakan, akan bagaimana perasaanya jika saya tak menyentuh
> makanannya?
>
> Masih tentang makanan, saya juga pernah berdusta berkenaan soal rasa.
> Kadang, mungkin karena ia terlalu letih mengurus rumah dan anak-anak
> seharian, ada yang kurang dalam rasa masakannya. Kadang kurang garam, atau
> terlalu manis. Saya harus menyembunyikan ekspresi saya ketika makanannya
> kurang atau kebanyakan garam misalnya. Kalau soal yang satu ini, biasanya
> isteri langsung tahu karena ia pun ikut makan. Paling-paling ia bilang,
> “iiih kok nggak bilang kalau belum digaramin…” saya hanya tersenyum.
>
> Saya pernah berdusta kalau sepulang kerja isteri bertanya, “Abi capek
> nggak? Ada yang mau Ummi bicarakan…”. Selelah apapun saya saat itu, selalu
> saya bilang, “masih seger begini kok, ayo kita bicara…”. Belum satu jam
> berbicara, beberapa kali mata ini terpejam menahan kantuk. “iih diajak
> bicara kok malah tidur…”. Segera saya membelalakkan mata dan bilang, “Nggak,
> tadi merem itu lagi menghayati kok…”, sering pula isteri masih berbicara
> saya benar-benar tertidur lelap. Esok paginya, saya benar-benar minta maaf
> kepadanya.
>
> Kadang isteri bertanya, “Abi ada waktu? Sedang tidak sibuk kan?” Pertanyaan
> itu kerap ia lontarkan ketika saya sedang di rumah. Saya belum bilang kalau
> hari itu ada kegiatan atau ada acara lain di luar rumah. Tapi karena isteri
> yang meminta, maka saya katakan waktu saya sangat longgar hari itu. Maka
> kami pun berjibaku menyelesaikan pekerjaan rumah, namun diam-diam saya
> sambil kirim pesan singkat ke beberapa orang yang sudah terlanjur janji
> bahwa saya datang telat.
>
> Soal uang pun demikian. Saya sering berusaha untuk tidak berkata, “tidak
> punya uang” saat isteri bertanya, “masih punya uang nggak? Uang belanja
> sudah habis…” atau “anak-anak perlu beli buku baru, Abi masih ada
> simpanan?”. Tidak tega rasanya kalau harus “jujur” mengatakan saya tidak
> punya uang saat itu. Saya hanya ingin membuat isteri tenang menjalani
> aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga tanpa harus memikirkan hal yang
> menjadi kewajiban saya. Jawaban untuk pertanyaan diatas, biasanya yang
> keluar dari mulut ini, “Ooh, perlunya kapan? Insya Allah akan selalu ada
> pada saat diperlukan.”
>
> Satu lagi dusta yang sangat umum dilakukan banyak suami, meskipun sang
> isteri benar-benar tahu kalau suaminya berdusta dalam hal ini, tetapi ia
> tetap senang dengan “dusta” suaminya ini. Yakni ketika suaminya berkata,
> “Dik, kamu adalah wanita tercantik di dunia ini…” Ini bisa dibilang jujur,
> bisa juga dibilang dusta, tergantung bagaimana memandang dan
> memersepsikannya. Sejujurnya memang mungkin isteri kita bukanlah yang
> benar-benar tercantik di dunia, karena boleh jadi secara fisik mungkin ada
> yang lebih cantik darinya. Tetapi, jika ini diungkapkan berdasarkan perasaan
> cinta yang sebenarnya, maka wajar jika di hati sang suami hanya kecantikan
> isterinyalah nomor satu di dunia, bukan yang lain. Cantik wajahnya, terlebih
> hatinya. Ajaibnya, meskipun terdengar “merayu” tetap saja semua isteri
> paling suka “dusta” yang satu ini.
>
> Dik, maaf ya kalau suamimu ini sering berdusta… (gaw)
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke