acara TV mana tu jeng yg mirip kek gini hehehehe
Titik wrote:
Kayak acara TV ja, curcol bro?heeeeeee
----- Original Message ----- From: "Dolly" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 21, 2010 8:52 AM
Subject: RE: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta
Yoi.. curcol.. kwkawkakwka...
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On
Behalf Of ear.one
Sent: Wednesday, July 21, 2010 8:48 AM
To: [email protected]
Subject: RE: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta
Curhat bro mahen hehehe :)
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: 21 Juli 2010 8:48
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta
Apakah benar setiap suami sering berdusta seperti ini? sepertinya
tidak semua suami seperti itu
Suami yang Sering Berdusta
Entah kapan saya punya keberanian untuk mengakui, mungkin suatu saat
tanpa harus saya ceritakan, isteri akan tahu sendiri bahwa suaminya
ini sering berdusta, dalam banyak hal. Kata orang, sepandai-pandainya
menyimpan bangkai, akan tercium juga. Sehebat apapun seseorang
menyembunyikan kebohongan, suatu saat akan terbongkar, bagaimana pun
cara dan jalannya. Setiap dusta harus ditutupi oleh dusta yang lain,
parahnya semakin lama energi ini akan habis terkuras karena fitrah
manusia itu adalah kebenaran.
Ada nasihat yang bagus dari seorang sahabat sebelum saya menikah.
Mudah sekali membuat wanita bahagia, kuncinya ada di telinga. Telinga
dia dan telinga kita. Maksudnya, wanita itu hanya suka mendengar
hal-hal yang indah dan menyenangkan. Maka ketika berbicara dengannya
cukup bicarakan yang baik-baik, yang indah-indah dan hindari sesuatu
yang bisa menyakitinya, meskipun itu sebuah kejujuran. Sebaliknya,
ketika ia berbicara maka sediakan telinga kita seluas samudera untuk
menampung segala cerita, kisah, curahan hati hingga keluh kesahnya.
Akhirnya waktu itu pun tiba, saya tak bisa lagi menahan untuk tidak
bicara. Meskipun saya tahu, tanpa saya berterus terang pun isteri
sudah bisa merasakannya. Mata batinnya selalu menyala, jiwanya selalu
terasah untuk mampu menangkap sinyal-sinyal yang tak sesuai dengan
kenyataan. Ia seperti tahu banyak hal yang sering saya sembunyikan,
karenanya buat apa juga
saya terus menahan hati untuk tidak berbicara empat mata dengannya.
Saya berterus terang, bahwa saya pernah mendustainya soal makan.
Setiap pulang kerja, isteri hampir tak pernah absen untuk menyiapkan
makan malam. Setiap kali isteri bertanya, "Makan sudah disiapkan, mau
makan dulu apa mandi dulu?". Nah disaat seperti inilah saya kerap
berdusta, saya selalu bilang belum makan dan selalu menunggu untuk
makan di rumah karena masakan isteri yang paling nikmat. Padahal,
sering sebelum pulang ada rekan yang mengajak saya makan, atau
teman-teman di kantor menyediakan makan malam. Saya berdusta untuk
tetap menghormati isteri yang sudah sepenuh hati menyiapkan masakan,
akan bagaimana perasaanya jika saya tak menyentuh makanannya?
Masih tentang makanan, saya juga pernah berdusta berkenaan soal rasa.
Kadang, mungkin karena ia terlalu letih mengurus rumah dan anak-anak
seharian, ada yang kurang dalam rasa masakannya. Kadang kurang garam,
atau terlalu manis. Saya harus menyembunyikan ekspresi saya ketika
makanannya kurang atau kebanyakan garam misalnya. Kalau soal yang
satu ini, biasanya isteri langsung tahu karena ia pun ikut makan.
Paling-paling ia bilang, "iiih kok nggak bilang kalau belum
digaramin." saya hanya tersenyum.
Saya pernah berdusta kalau sepulang kerja isteri bertanya, "Abi capek
nggak? Ada yang mau Ummi bicarakan.". Selelah apapun saya saat itu,
selalu saya bilang, "masih seger begini kok, ayo kita bicara.". Belum
satu jam berbicara, beberapa kali mata ini terpejam menahan kantuk.
"iih diajak bicara kok malah tidur.". Segera saya membelalakkan mata
dan bilang, "Nggak, tadi merem itu lagi menghayati kok.", sering pula
isteri masih berbicara saya benar-benar tertidur lelap. Esok paginya,
saya benar-benar minta maaf kepadanya.
Kadang isteri bertanya, "Abi ada waktu? Sedang tidak sibuk kan?"
Pertanyaan itu kerap ia lontarkan ketika saya sedang di rumah. Saya
belum bilang kalau hari itu ada kegiatan atau ada acara lain di luar
rumah. Tapi karena isteri yang meminta, maka saya katakan waktu saya
sangat longgar hari itu. Maka kami pun berjibaku menyelesaikan
pekerjaan rumah, namun diam-diam saya sambil kirim pesan singkat ke
beberapa orang yang sudah terlanjur janji bahwa saya datang telat.
Soal uang pun demikian. Saya sering berusaha untuk tidak berkata,
"tidak punya uang" saat isteri bertanya, "masih punya uang nggak?
Uang belanja sudah habis." atau "anak-anak perlu beli buku baru, Abi
masih ada simpanan?". Tidak tega rasanya kalau harus "jujur"
mengatakan saya tidak punya uang saat itu. Saya hanya ingin membuat
isteri tenang menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga tanpa
harus memikirkan hal yang menjadi kewajiban saya. Jawaban untuk
pertanyaan diatas, biasanya yang keluar dari mulut ini, "Ooh,
perlunya kapan? Insya Allah akan selalu ada pada saat diperlukan."
Satu lagi dusta yang sangat umum dilakukan banyak suami, meskipun
sang isteri benar-benar tahu kalau suaminya berdusta dalam hal ini,
tetapi ia tetap senang dengan "dusta" suaminya ini. Yakni ketika
suaminya berkata, "Dik, kamu adalah wanita tercantik di dunia ini."
Ini bisa dibilang jujur, bisa juga dibilang dusta, tergantung
bagaimana memandang dan memersepsikannya. Sejujurnya memang mungkin
isteri kita bukanlah yang benar-benar tercantik di dunia, karena
boleh jadi secara fisik mungkin ada yang lebih cantik darinya.
Tetapi, jika ini diungkapkan berdasarkan perasaan cinta yang
sebenarnya, maka wajar jika di hati sang suami hanya kecantikan
isterinyalah nomor satu di dunia, bukan yang lain. Cantik wajahnya,
terlebih hatinya. Ajaibnya, meskipun terdengar "merayu" tetap saja
semua isteri paling suka "dusta" yang satu ini.
Dik, maaf ya kalau suamimu ini sering berdusta. (gaw)
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.