Thank you...
Regards,
Bona
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Titik
Sent: 10 Agustus 2010 16:02
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Allah hadir memperingan beban manusia....oleh Ust.
Yusuf Mansyur
Oleh : Ustadz Yusuf Mansyur
Allah hadir memperingan beban manusia:
Kawan saya, N, mengadu dengan tawanya.
Maaf, bukan dengan keluhan, tapi dengan tawa. Tapi tawa satir. Dia ingin
menjadi pendakwah. Ia ingin ada di jalan syiar. Tapi kebutuhan hidupnya
membawanya menjadi karyawan. Sungguh pun saya beritahu beliau bahwa
siapapun bisa menjadi pendakwah tanpa hrs menjadi ustadz.
Cukup dengan sering mengajak orang berbuat baik, maka sudah cukup
menjadi ustadz. Misalkan, ceritakan satu dua kisah sedekah, kisah
mahabbah sama orang tua, kisah qiyaamullail, dll.
Manakala orang mendengarkan, maka itu sudah hidup di jalan dakwah.
Contohkan dengan menjadi muslim yang baik, shalat tepat waktu, dan ajak
kawan-kawan yang laen, yang sekantor, maka kemudian insya Allah cara ini
pun udah menjadikan dirinya menjadi pendakwah.
Tapi ya begitulah. Katanya ga bebas dengan sebab menjadi karyawan.
Suatu saat N ini ketemu saya lagi.
Dia cerita gajinya kecil sekali.
Di bawah 1jt. Dia mengaku saban malam suka pulang malam. Sebab ngincer
lemburan. 1 jam lembur dihargai 6rb. Dia izin sama istrinya untuk pulang
malam. Dia cerita, itu pun tidak bisa memenuhi tambahan susu anaknya
dengan normal.
Saya tanya, bgm ukuran normal? Katanya kalo normal hrsnya 400-500rb
sebulan.
Sedangkan dari lembur dia dpt hanya 200rb perbulan.
Saya kasihan bener sama N ini. Dia ini kawan saya meniti jalan dakwah di
Jatim.
Dari saya nol. Dari memulai dakwah. Kini di hadapan saya, ia sama dengan
karyawan yang laen. Maaf kpd para karyawan. Maksud saya, jalan
pikirannya sdh sama saja dengan karyawan yang laen. Saya tidak menemukan
N yang dengan gagah menyeru shalat malam. N dulu pernah menyeru, bahwa
rugi kita bertarung dengan dunia, dan bertaruh habis-habisan untuk
dunia. Ia tidak bisa memberi apa-apa untuk kita. Sekalinya dapat, maka
dunia sungguh tetap tidak akan menyisakan banyak buat pecintanya.
Tetap saja tidur seukuran kasur, makan seukuran perut, dan minum
seukuran dahaga. Banyak kekayaan diberikan dunia hanya seukuran kertas.
Sore ini, N menangis. Ketika saya bilang, N, bukankah ilmu kita
mengajarkan, biasa saja dengan dunia?
Kenapa pilih lembur dengan caranya lembur dunia?
Mengapa tidak pilih pulang saja sore-sore, supaya bisa ngumpul dengan
anak istri? supaya bisa menimang anak memeluk istri?
supaya bisa jalan-jalan makan nasi goreng walo sepiring dimakan bertiga?
Pulang sore saja. Jangan pilih lembur yang malah membuat kita jauh dari
anak istri.
Kita pulang, lelah sudah. Anak pun sdh tidur. Pagi-pagi, anak udah
berangkat sekolah, istri pun sdh ke pasar.
Untuk itukah kita hidup?
Untuk merekakah yang di perusahaan tempat kita bekerja, kita hidup?
Bukan kan?
Harusnya untuk kita, untuk anak-anak, untuk istri, untuk orang tua,
untuk keluarga, untuk senang-senang di dunia, dan untuk ibadah. Ini? Ga
bisa. Habis hidup kita untuk kerja. N, begitu kata saya, coba hidup
dengan 3rb di malam hari. dengan 3rb itu, N silahkan nyari tukang nasi
goreng di pinggir jalan. Beli 1 bungkus. Gabungin dengan nasi putih di
rumah. Niscaya itu cukup untuk makan bertiga dengan anak.
Daripada lembur cuma nyari 18rb untuk 3 jam, yang 18rb itupun ga bisa
menambah apa-apa? N, di pagi hari, masak saja telur satu. Didadar tipis,
supaya lebar. Lalu makan dengan nasi putih. Siapkan garam. supaya enak,
makan pas sedang hangat-hangatnya. yang demikian, bukan krn pengen
hemat. Tapi supaya N bisa menyisihkan untuk sedekah. Sedekah ini yang
bisa ngantarkan N bisa jadi kaya. Bukan dengan cara jor-joran,
tos-tosan, kerja sepanjang waktu. Apalagi N kerja dengan fisik bukan
dengan otak.
N, siang hari, ajarkan diri untuk makan betul-betul seadanya. Ajarkan
orang rumah, untuk mengencangkan ikat pinggang, makan dengan
sangat-sangat biasa. Saya bertaruh, paling 6bl-an N melaksanakan ini. Tp
uang dari hasil pengetatan ini, bukan untuk ditabung. Sekali lagi, untuk
sedekah. 6 bulan N sedekah berturut-turut, maka ini akan mengantarkan
perubahan yang signifikan di bulan ke-7. N, ketimbang lembur yang
akhirnya di hari minggu pun terenggut untuk istirahat total, sebab
sabtunya pun diambil lembur, mendingan lembur buat Allah. N pulang sore
saja. Lalu sama-sama istri shalat maghrib berjamaah. Teruskan sampe
isya. Habis isya makan malam bersama, dan nontonlah TV yang baik dilihat
tayangannya. Paling telat, jam 9 N tidur.
supaya apa?
supaya N bisa lembur dengan Allah. supaya N bisa tahajjud. Bila N bisa
melakukan tahajjud ini, maka perubahan akan terasa dlm wkt kurang dari
6bl. Coba, kalo lembur, apa yang N dapat?
10 tahun pun tidak akan membawa perubahan apa-apa.
Paling naik gaji hanya 200-300 setiap tahunnya malah bisa jadi malah
kurang itu. Wuh, cape. N, kalo pola hidup yang kita ubah, yaitu jd pola
ibadah, N malah akan menemukan N bisa bersedekah. N pasti akan bisa
tertawa. N yang gajinya rendahan, malah bisa bersedekah. N, ubahlah
hidup bersama Allah. Coba jelajahi program riyadhah di website saya.
Begitu saya bilang.
Itu kan ilmu sederhana. Ilmu yang cuma ngejaga shalat dhuha 4-6 rakaat.
Ilmu yang cuma menjaga shalat wajib tepat waktu. Ilmu yang cuma menjaga
shalat qabliyah ba'diyah, baca qur'an, zikir-zikir sederhana, dan shalat
malam. Tapi sesuatu yang saya sebut "cuma" itu, hasilnya sungguh luar
biasa dlm membawa perubahan ke kondisi yang N inginkan. Kalo mau lembur,
maka berusahalah sekuat tenaga melakukan lembur yang model begini. Bukan
lembur habis-habisan dengan bekerja ga keruan.
Shalat jadi kedodoran, sedekah jadi engga ada, zikir jadi kurang, qur'an
jadi jauh. Allah menciptakan dunia agar kita tidak menjadi budaknya
dunia. Tapi menjadi pemenang di atas dunia yang menggenggam dunia tanpa
menjadi budak dunia. N, hiduplah bersama Allah. Ubahlah kebiasaan hidup.
Fokus pd ibadah. Jadikan kerja, ya kerja. Dan jadikan kerja yang "kerja"
itu pun ibadah. Caranya, dengan benar-benar mengendalikan pekerjaan agar
tidak mengganggu waktu-waktu ibadah wajib dan hubungan dengan anak
istri. Ajaklah serta anak istri menuju perubahan itu. Ajak semuanya
mendekatkan diri kpd Allah. Insya Allah dunia akan Allah dekatkan. Saya
kemudian mendapati N menangis. Dia lalu bilang bahwa hidupnya kini pun
sdh mulai banyak hutang. Saya kemudian bilang, ya, hutang itupun akan
dihapuskan Allah. Coba giatkan semua yang saya beritahu. Ayo sama-sama
kita mendekatkan diri kpd Allah.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.