*Cara Kreatif Agar Anak Mau Dengarkan Anda*

<http://sg.rd.yahoo.com/sea/news/article/VIVAlogo/SIG=10vc6gd7e/**http:/vivanews.com/>

VIVAnews - Sekarang ini orangtua perlu meningkatkan kreativitas komunikasi
dengan anak-anak di rumah. Tujuannya supaya anak tetap mau terbuka dan
mendengarkan nasihat orang tua. Selain itu, untuk menjaga komunikasi tetap
intensif.

Sebagai contoh, sekarang ini banyak anak lebih memilih bentuk komunikasi
elektronik sebagai sarana untuk mempertahankan dan memperkuat hubungan.
Media komunikasi ini menggantikan percakapan langsung melalui tatap muka dan
kontak mata.

Nah, jika ingin semua saluran komunikasi tetap terbuka dan anak-anak bisa
memahami, Anda harus berbicara dalam 'bahasa' mereka. Tapi, juga tergantung
pada usia anak dan tingkat kematangannya. Berikut adalah beberapa teknik
kreatif yang dapat digunakan orang tua agar 'didengar' anak, dikutip dari
Hybridmom.

*Percakapan elektronik*

Jika buah hati pintar mengoperasikan komputer dan menghabiskan banyak
waktunya membangun hubungan via online, kemungkinan besar ia akan menerima
Anda. Coba kirimi dia email, pesan instan, pesan teks, tweets untuk
mengingatkannya.

Jika Anda benar-benar kreatif dan perlu untuk menggambarkan sesuatu, cobalah
menggunakan YouTube untuk menjelaskan maksud Anda kepada anak Anda.
Misalnya, "Hai Sayang, di sini adalah cara yang tepat untuk melipat cucian
dan merapikan lemari baju sendiri.”

Walau mungkin pesan ini tidak akan langsung dilakukannya, dia pasti
menghargai usaha Anda.

*Dekati anak*

Terkadang orangtua sampai berteriak untuk memberitahu sesuatu kepada anak.
Cara ini bisa jadi tidak memberikan pengaruh positif ke anak. Jadi, usahakan
untuk berada setara dengan anak. Misalnya, berbicara secara perlahan namun
tegas, atau merendahkan tubuh Anda agar dia merasa mendapatkan perhatian.
Cara ini baik sekali untuk mendorong anak mau mendengarkan nasihat Anda.

*Teman berkhayal*

Anak kecil menyukai dunia imajinasi. Mereka bisa asyik sendiri dengan boneka
dan mainannya. Mereka bisa berbicara, tertawa, atau bersikap seolah-olah
sedang bersedih bersama mainan kesayangannya. Berbicara dengan mereka
'melalui' mainan dapat menembus jauh lebih dalam ke diri anak.

*Memotivasi*

Anak, biasanya akan merespon secara baik pesan dari orang tua yang
disampaikan dalam bentuk humor. Misalnya, melalui suara yang konyol atau
sambil menyanyi.

Untuk mencapai hasil yang baik, sangat penting untuk menjaga komunikasi
dengan anak Anda secara terbuka dan mengalir. Anda perlu tahu apa saja
mainan, kegiatan, persahabatan, dan apa saja yang paling memotivasi dirinya.
(pet)

===========================================

From: "Etha Oprah" <*[email protected]*>

Teh dan Kopi Cegah Kanker Otak
*
http://id.news.yahoo.com/viva/20101026/tls-teh-dan-kopi-cegah-kanker-otak-34dae5e.html
*


 *Teh dan Kopi Cegah Kanker Otak*

 By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Selasa, 26 Oktober



VIVAnews - Sudah banyak penelitian yang menyebut efek positif teh dan kopi
bagi kesehatan. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi dua minuman populer itu
setiap hari bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker otak.

Kesimpulan itu berdasarkan analisis data tentang kebiasaan diet lebih dari
410 ribu pria dan wanita usia antara 25 dan 70. Studi melibatkan partisipan
dari berbagai negara seperti Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Inggris,
Yunani, Denmark, Norwegia, Swedia dan Jerman.

Tim merekrut para partisipan antara 1991 dan 2000 ini. Mereka kemudian
melakukan pengamatan dan mempelajari kebiasaan dan kondisi kesehatan para
partisipan selama 8,5 tahun. Mulai dari asupan makanan, minuman, hingga
penyakit yang diderita.

Selama penelitian, terdiagnosis sejumlah kasus baru antara lain, 343 kasus
glioma 245 kasus meningioma, juga penyakit kanker lain yang memengaruhi
jaringan pelindung mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Hasil penelitian menunjukkan, kopi dan teh mampu melindungi seseorang
terhadap kanker otak, khususnya dalam bentuk glioma, sebuah kanker dari
sistem saraf pusat yang berasal dari otak atau sumsum tulang belakang.

Tim peneliti menemukan bahwa minum 100 mL (atau 0,4 cangkir) teh atau kopi
per hari atau lebih bisa menurunkan risiko glioma dengan persentase 34
persen. Studi ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition
edisi November. (pet)

=========================================

From: "Etha Oprah" <*[email protected]*>


Benarkah Otak Orang Gemuk Lebih Kecil
*
http://id.news.yahoo.com/viva/20101101/tls-benarkah-otak-orang-gemuk-lebih-keci-34dae5e.html
*


 *Benarkah Otak Orang Gemuk Lebih Kecil*

 By Pipiet Tri Noorastuti - Senin, 1 November

 Pasangan menikah menjadi gemuk

VIVAnews - Orang dengan obesitas, sesuai indeks massa tubuh, memiliki ukuran
area otak tertentu yang lebih kecil dibandingkan orang dengan berat badan
ideal.

Berdasar penelitian yang dilakukan terhadap 91 remaja, 54 di antaranya
kategori gemuk, tingkat obesitas berhubungan dengan ukuran suatu wilayah di
otak yang terlibat dalam perilaku impulsif dan kontrol diri.

Proporsi area yang lebih besar terlihat di otak mereka yang memiliki berat
badan ideal. Sedangkan proporsi lebih kecil terlihat di otak mereka yang
memiliki berat badan berlebih.

Selain menjalani scan otak menggunakan pemindai MRI, semua partisipan
diminta menjawab pertanyaan melalui kuesioner mengenai pola makan harian.
Selain itu, mereka juga diminta menjalani serangkaian tes kognitif untuk
mengevaluasi kondisi area otak tertentu.

Para peneliti kemudian mencoba membalik logika. Mereka berusaha melihat
kemungkinan adanya hubungan ukuran proporsi otak dengan pola makan dan
gangguan kesehatan yang biasa dialami pederita obesitas.

"Tapi temuan ini tidak sesederhana bahwa anak-anak dengan masalah berat
badan tidak memiliki keinginan kuat untuk menurunkan berat badan," kata Dr
Antonio Convit, salah satu peneliti studi, kepada LiveScience. "Ini hanya
menunjukkan kaitan, bukan sebab akibat."

Convit mengatakan, obesitas mungkin memicu pengecilan area tertentu pada
otak sehingga mengacaukan kontrol konsumsi makan.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan University of California menunjukkan
bahwa obesitas membuat otak mengerut. Temuan itu kemudian digunakan untuk
menganalisis hubungan antara obesitas dan tingkat risiko Alzheimer atau
kepikunan. (pet)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke