Mungkin lebih ke faktor bbm-nya yah imho, soalnya waktu gw lom punya bb gw
diminta temen buat punya bb biar gampang komunikasi n lbh murah dibanding
sms..... Jadi gw mgk condong ke fitur bbm knp bb booming disini, n grup
bbm-nya :-P

On 17 Jan 2011 09:27, "Zigo AlCapone" <[email protected]> wrote:

Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial
------------------------------

Saya tahu bahwa tulisan saya kali ini akan menuai pro – kontra karena saya
tahu bahwa sebagian orang banyak yang menggunakan BB. Oke saya informasikan
bahwa tulisan ini hanya contoh dari fenomena sosial, so baca sampai selesai
ya sebelum komentar atau berpikir sesuatu terhadap tulisan ini :) (malu *
dong* kalau salah tanggapan)

Pada awalnya, pada tahun 1996 perusahaan Kanada yang bernama *Research in
Motion* atau mungkin banyak dari kita yang hanya mengetahuinya dengan nama
RIM menciptakan sebuah gadget canggih yang bernama Blackberry. Blackberry
yang pada hakikatnya bisa dikategorikan sebagai Handphone (telepon genggam),
mempunyai 2 fasilitas andalan yang membedakannya dengan handphone biasa,
yaitu fasilitas *push email* dan *Blackberry PIN*.



Fitur push email pada dasarnya adalah sebuah layanan yang memudahkan
seseorang untuk mengakses email secara dengan kemampuan “*always on*”.
Artinya anda tidak perlu repot-repot mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu
untuk memeriksa email account anda karena gadget anda selalu online untuk
memberitahu apakah ada email baru atau tidak. Kelebihan Blackberry pada
fitur push email, seperti yang ditulis dalam *The Wall Street Journal *edisi
13 Agustus 2010, adalah kemudahannya untuk digunakan, yaitu akses instant
pada saat ada email masuk. Sehingga sang penerima email tidak perlu menunggu
beberapa saat sebelum notifikasi email muncul dalam Blackberry-nya.

Sedangkan fitur Blackberry PIN adalah fitur tambahan yang cenderung lebih
untuk “menghemat” pulsa anda. Dengan Blackberry PIN walaupun jumlah pulsa
anda 0 rupiah, anda tetap bisa ber-BB ria dengan sesama pengguna Blackberry
dimanapun anda berada. Ya sebenarnya fitur ini sih tidak begitu signifikan
seperti fitur push email Blackberry karena sekarang banyak operator (bahkan
hampir semua) yang menyediakan paket-paket SMS baik itu dengan pendaftaran
ataupun tanpa pendaftaran yang murahnya luar biasa.

Saya yakin sebagian besar pembaca tahu bahwa tujuan awal di ciptakannya
Blackberry adalah fitur Push emailnya. Bisa dibilang juga bahwa fitur ini
lah yang membedakan antara Blackberry dengan HP lain seperti *Nokia,
Motorola, Sony Ericsson* dan lain sebagainya. Dan yang jadi pertanyaan yang
cukup menggelitik saya adalah “Apakah sebegitunya banyaknya orang Indonesia
yang memanfaatkan email sebagai sarana komunikasi utama mereka?”.

Berdasarkan data dari *Asosiasi Telepon Seluler Indonesia*, jumlah pengguna
BB di Indonesia mencapai 1 juta pelanggan (Maret 2010). Dan jumlah pengguna
internet di Indonesia (termasuk didalamnya pengguna email, facebook dan lain
sebagainya) adalah 45 juta pengguna (Kementrian Komunikasi). Jadi dapat kita
ketahui bahwa setiap 45 pengguna internet (tidak perduli anda hanya menyewa
di warnet atau sekedar OL di HP) maka 1 orangnya adalah pengguna Blackberry.



Sekarang kita lihat, berapa banyak sih orang yang “*melek*” internet di
Indonesia yang menjadikan email sebagai mata pencahariannya? Seberapa banyak
orang di Indonesia yang mempunyai urgensi sedemikian tinggi atas cepatnya
akses terhadap emailnya? Si penulis sendiri yang sebagian besar
pendapatannya & kepentingan organisasinya saja bergantung pada email tidak
memerlukan Blackberry.

Secara mengejutkan, tahun 2010 ini Indonesia diprediksikan akan menjadi
Negara dengan pengguna Blackberry terbesar di dunia. Sangat mengejutkan
menurut saya karena dengan cepatnya kita sanggup mengalahkan A.S dan
Negara-negara Eropa lainnya. Amerika Serikat contohnya, dengan jumlah
pengguna internet tahun 2010 yang mencapai angka 230 juta pengguna (yang
bahkan lebih banyak dari penduduk Indonesia), hanya sekitar 1,3-1,5 juta
orang saja yang menggunakan Blackberry (*detik.com*).

Bisa kita lihat bersama bahwa ada ketidakseimbangan yang begitu besar antara
pengguna BB di Indonesia & A.S: Indonesia dengan pengguna Internet “hanya”
45 juta orang, mempunyai pengguna BB sebanyak satu juta orang. Amerika
Serikat dengan pengguna internet mencapai 230 juta orang (atau sekitar lima
kali lipat pengguna internet Indonesia) justru hanya mempunyai pemakai BB
sebesar 1,3-1,5 juta pengguna.

Hal diatas menunjukkan bahwa ada kecenderungan “penggunaan tanpa
pemanfaatan” (*using without utilization) *oleh banyak pengguna BB di
Indonesia. Namun tetap menjadi tanda tanya kenapa Indonesia bisa menjadi
pengguna BB terbesar di dunia?

Dengan asumsi dasar bahwa motivasi hakiki seseorang menggunakan BB adalah
fitur Push emailnya (sesuai dengan tujuan dasar RIM menciptakan BB), maka
adalah suatu hal yang janggal bilamana pada kenyatannya terdapat banyak
orang yang tidak memanfaatkan fitur tersebut, maka patut dipertanyakan
motivasinya menggunakan BB. Di dalam pandangan saya hanya ada satu motivasi
yang menjadi factor utama pengguna Blackberry (selain karena kebutuhan push
email tentunya) yaitu menaikkan status sosial.

*Michael Marmot* (2004) dalam bukunya *The Status Syndrome: How Social
Standing Affects Our Health and Longevity *disebutkan bahwa sudah menjadi
kodrat seseorang (human nature) untuk senantiasa memperoleh status sosial
yang lebih tinggi daripada umumnya. Dan seringkali dalam memperoleh status
sosial yang lebih baik seseorang rela mengorbankan apapun seperti kesehatan,
orang yang dicintai, perasaan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Tidak
ada yang aneh tentang hal ini, maka dari itulah mengapa meningkatkan status
sosial tidak dikategorikan dalam penyimpangan sosial (*social distortio*n).



Begitupun halnya dengan para pengguna BB yang sekedar mengikuti trend atau
high life style. Mereka selaku manusia normal yang menginginkan status
sosial yang tinggi bisa mencapainya melalui pencapaian atas symbol
status. *Cherrington,
David J*. (1994) dalam bukunya *Organizational Behavior* menjelaskan bahwa
kepemilikan barang/akses terhadap sesuatu hal tertentu oleh seseorang dapat
menaikkan status sosial orang yang bersangkutan. Biasanya barang-barang yang
dianggap sebagai symbol status adalah barang-barang mewah, mencakup seperti
kendaraan pribadi, jam tangan, personal gadget (termasuk BB) dan lain
sebagainya.

Yang menjadi masalah dan bisa disebut sebagai penyimpangan sosial adalah
saat kodrat manusia atas pencapaian status sosial diimplementasikan secara
berlebih. Menurut *James W. Van Der Zanden* perilaku menyimpang yaitu
perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan
di luar batas toleransi. Dan orang-orang yang melakukan pengejaran atas
status sosial secara berlebihan biasa disebut *Social Status Climber*.
Orang-orang ini, seperti yang telah tersebutkan sedikit diatas, adalah orang
yang rela menggadaikan atau mengorbankan apapun untuk mencapai status sosial
yang lebih tinggi. Hal ini dapat membawa dampak negatif terhadap dirinya
sendiri dan orang lain disekitarnya, bahkan dalam level lebih tinggi bila
dilakukan secara kolektif oleh sebagian besar anggota komunitas tertentu
(contohnya adalah dalam tingkat Negara) maka hal tersebut akan membawa
distorsi struktur pada organisasi/komunitas tersebut.

Contohnya: Ada seorang remaja SMA berusia 17 tahun. Dia tinggal bersama
kedua orang tua yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Si anak
ini melihat di sekolah nya banyak teman-temannya yang sudah menjadi pengguna
BB. Si anak ini kemudian iri dan dia juga ingin mempunyai BB seperti milik
teman-temannya. Dia tahu bahwa kedua orang tuanya akan sangat merasa
kesulitan untuk membelikannya sebuah Blackberry baru, namun ternyata si anak
ini tidak mau tahu dan memaksa kedua orang tuanya memberikan sebuah BB.
Akhirnya dibelikanlah si anak ini BB baru yang harganya sekitar 4,5 juta
rupiah dan bahagialah si anak karena dia bisa ikut menjadi anak “gaul”
disekolahnya. Lalu apa fungsi BB bagi si anak ini? Tidak ada sebenarnya
karena pemanfaatan BB oleh si anak remaja ini sama saja bila dia menggunakan
Nokia 3315 atau mungkin yang lebih canggih sedikit Nokia N70. Nilai yang dia
dapatkan hanyalah posisi status sosialnya yang naik secara semu. Saya
katakan semu karena dibalik kepemilikannya atas BB, keluarganya kemungkinan
mengalami masalah financial untuk makan atau bahkan untuk membayar uang
sekolah si anak tersebut yang tingkat urgensitas jauh diatas hak kepemilikan
atas BB.



Contoh tersebut diatas juga menunjukkan bahwa *social status climber* juga
turut dipengaruhi lingkungan sosialnya. Dan sering tanpa kita sadari diri
kita sendiri bahkan menjadi personal yang terlibat secara langsung atas
sikap social status climber seseorang. Bahasa sederhananya, kerapkali kita
menjadi pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan sosial
dalam komunitas, baik memang kita sengaja ataupun samasekali tidak
disengaja. Kasus Blackberry yang saya berikan itu hanyalah satu contoh kecil
saja, anda dapat menemukan lusinan contoh-contoh lain yang ada disekitar
hidup anda sendiri.

Jadi apa kesimpulan anda? Silahkan anda mengambil nilai yang kira-kira anda
bisa tangkap. Oh iya tapi jangan anda berkesimpulan dangkal dengan mengira
saya adalah seorang anti-BB karena kalau ada orang yang mau memberi saya
sebuah BB onyx atau BB torch tentu saya dengan sangat amat senang hati mau
menerimanya dan menggunakannya walaupun mungkin saya tidak terlalu
membutuhkannya. Atau mungkin kalau ada yang mau memberi saya iPhone 4G
terbaru pasti saya mau menerimanya walaupun saya tidak butuh hal itu
samasekali :)

Terserah anda mau mengambil nilai positif dan mengambil kesimpulan jenis apa
yang anda dapat dari tulisan sederhana saya ini. Yang pasti jangan samakan
tulisan ini dengan skripsi atau thesis karena “penelitian” dan sumber yang
saya cantumkan disini sangat lah seadanya dan terselesaikan dalam waktu
kurang dari 45 menit. So, maaf-maaf saja kalau ada kesalahan data/argument
ya :)

*Tulisan ini juga dapat anda baca di
http://venomaxus.wordpress.com<http://venomaxus.wordpress.com/2010/09/29/blackberry-kebutuhan-atau-pamer/>
*





*Warm Regards,*

* *

* *

*Zigo AlCapone*



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]<aga-madjid%[email protected]>
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke