Ibenk ?

Apaan tuh ?

BB apa Iphone4 ?

:p



"I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"

-----Original Message-----
From: "Zigo AlCapone" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 17 Jan 2011 10:05:13 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial

Tapi tetep Ibenk bikin lo lebih hidup khan Ga,, :p

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of aga madjid
Sent: Monday, January 17, 2011 10:00 AM
To: zuma
Subject: Re: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial

 

Kalo gue sih lebih banyak buat manfaatin fiturnya aja secara bisa memberikan 
informasi dan hiburan yg lebih cepat, dan lebih mobile aja ... Dan lebih murah 
aja ... ☺ 

"Yg pasti, sejak saya menggunakan BB, hidup saya lebih berwarna, cobain aja deh 
... 
Trust me, it works ! "

:p



"I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"

_____  

From: Zigo AlCapone <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Mon, 17 Jan 2011 09:52:19 +0700

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: Re: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial

 

iya Bun,,
tapi sebagian besar di indonesia untuk meningkatkan status social aja,,
dah banyak dari contoh yang ada di sekitar gw,,
dari temen gw 5 pengguna BB,, hanya 1 yang beralasan biar gampang akses email 
dimana aja kapan aja,,
sisanya karena biar dianggap gaul,, karena malu kalo ada yang nanyain 'pin BB 
lo berapa?' kesannya kok norak banget hari gini ga punya BB,,

kalo gw sih selama HP gw masih bisa memberikan kebutuhan gw (akses email n 
internet kapan aja n dimana aja) gw rasa kaga perlu pake BB,, :)

Warm Regards,


Zigo AlCapone




2011/1/17 Morningmoon <[email protected]>

Mungkin lebih ke faktor bbm-nya yah imho, soalnya waktu gw lom punya bb gw 
diminta temen buat punya bb biar gampang komunikasi n lbh murah dibanding 
sms..... Jadi gw mgk condong ke fitur bbm knp bb booming disini, n grup bbm-nya 
:-P 

On 17 Jan 2011 09:27, "Zigo AlCapone" <[email protected]> wrote:


Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial

_____  


Saya tahu bahwa tulisan saya kali ini akan menuai pro – kontra karena saya tahu 
bahwa sebagian orang banyak yang menggunakan BB. Oke saya informasikan bahwa 
tulisan ini hanya contoh dari fenomena sosial, so baca sampai selesai ya 
sebelum komentar atau berpikir sesuatu terhadap tulisan ini :) (malu dong kalau 
salah tanggapan)

Pada awalnya, pada tahun 1996 perusahaan Kanada yang bernama Research in Motion 
atau mungkin banyak dari kita yang hanya mengetahuinya dengan nama RIM 
menciptakan sebuah gadget canggih yang bernama Blackberry. Blackberry yang pada 
hakikatnya bisa dikategorikan sebagai Handphone (telepon genggam), mempunyai 2 
fasilitas andalan yang membedakannya dengan handphone biasa, yaitu fasilitas 
push email dan Blackberry PIN.

 

Fitur push email pada dasarnya adalah sebuah layanan yang memudahkan seseorang 
untuk mengakses email secara dengan kemampuan “always on”. Artinya anda tidak 
perlu repot-repot mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu untuk memeriksa email 
account anda karena gadget anda selalu online untuk memberitahu apakah ada 
email baru atau tidak. Kelebihan Blackberry pada fitur push email, seperti yang 
ditulis dalam The Wall Street Journal edisi 13 Agustus 2010, adalah 
kemudahannya untuk digunakan, yaitu akses instant pada saat ada email masuk. 
Sehingga sang penerima email tidak perlu menunggu beberapa saat sebelum 
notifikasi email muncul dalam Blackberry-nya.

Sedangkan fitur Blackberry PIN adalah fitur tambahan yang cenderung lebih untuk 
“menghemat” pulsa anda. Dengan Blackberry PIN walaupun jumlah pulsa anda 0 
rupiah, anda tetap bisa ber-BB ria dengan sesama pengguna Blackberry dimanapun 
anda berada. Ya sebenarnya fitur ini sih tidak begitu signifikan seperti fitur 
push email Blackberry karena sekarang banyak operator (bahkan hampir semua) 
yang menyediakan paket-paket SMS baik itu dengan pendaftaran ataupun tanpa 
pendaftaran yang murahnya luar biasa.

Saya yakin sebagian besar pembaca tahu bahwa tujuan awal di ciptakannya 
Blackberry adalah fitur Push emailnya. Bisa dibilang juga bahwa fitur ini lah 
yang membedakan antara Blackberry dengan HP lain seperti Nokia, Motorola, Sony 
Ericsson dan lain sebagainya. Dan yang jadi pertanyaan yang cukup menggelitik 
saya adalah “Apakah sebegitunya banyaknya orang Indonesia yang memanfaatkan 
email sebagai sarana komunikasi utama mereka?”.

Berdasarkan data dari Asosiasi Telepon Seluler Indonesia, jumlah pengguna BB di 
Indonesia mencapai 1 juta pelanggan (Maret 2010). Dan jumlah pengguna internet 
di Indonesia (termasuk didalamnya pengguna email, facebook dan lain sebagainya) 
adalah 45 juta pengguna (Kementrian Komunikasi). Jadi dapat kita ketahui bahwa 
setiap 45 pengguna internet (tidak perduli anda hanya menyewa di warnet atau 
sekedar OL di HP) maka 1 orangnya adalah pengguna Blackberry.

 

Sekarang kita lihat, berapa banyak sih orang yang “melek” internet di Indonesia 
yang menjadikan email sebagai mata pencahariannya? Seberapa banyak orang di 
Indonesia yang mempunyai urgensi sedemikian tinggi atas cepatnya akses terhadap 
emailnya? Si penulis sendiri yang sebagian besar pendapatannya & kepentingan 
organisasinya saja bergantung pada email tidak memerlukan Blackberry.

Secara mengejutkan, tahun 2010 ini Indonesia diprediksikan akan menjadi Negara 
dengan pengguna Blackberry terbesar di dunia. Sangat mengejutkan menurut saya 
karena dengan cepatnya kita sanggup mengalahkan A.S dan Negara-negara Eropa 
lainnya. Amerika Serikat contohnya, dengan jumlah pengguna internet tahun 2010 
yang mencapai angka 230 juta pengguna (yang bahkan lebih banyak dari penduduk 
Indonesia), hanya sekitar 1,3-1,5 juta orang saja yang menggunakan Blackberry 
(detik.com).

Bisa kita lihat bersama bahwa ada ketidakseimbangan yang begitu besar antara 
pengguna BB di Indonesia & A.S: Indonesia dengan pengguna Internet “hanya” 45 
juta orang, mempunyai pengguna BB sebanyak satu juta orang. Amerika Serikat 
dengan pengguna internet mencapai 230 juta orang (atau sekitar lima kali lipat 
pengguna internet Indonesia) justru hanya mempunyai pemakai BB sebesar 1,3-1,5 
juta pengguna.

Hal diatas menunjukkan bahwa ada kecenderungan “penggunaan tanpa pemanfaatan” 
(using without utilization) oleh banyak pengguna BB di Indonesia. Namun tetap 
menjadi tanda tanya kenapa Indonesia bisa menjadi pengguna BB terbesar di dunia?

Dengan asumsi dasar bahwa motivasi hakiki seseorang menggunakan BB adalah fitur 
Push emailnya (sesuai dengan tujuan dasar RIM menciptakan BB), maka adalah 
suatu hal yang janggal bilamana pada kenyatannya terdapat banyak orang yang 
tidak memanfaatkan fitur tersebut, maka patut dipertanyakan motivasinya 
menggunakan BB. Di dalam pandangan saya hanya ada satu motivasi yang menjadi 
factor utama pengguna Blackberry (selain karena kebutuhan push email tentunya) 
yaitu menaikkan status sosial.

Michael Marmot (2004) dalam bukunya The Status Syndrome: How Social Standing 
Affects Our Health and Longevity disebutkan bahwa sudah menjadi kodrat 
seseorang (human nature) untuk senantiasa memperoleh status sosial yang lebih 
tinggi daripada umumnya. Dan seringkali dalam memperoleh status sosial yang 
lebih baik seseorang rela mengorbankan apapun seperti kesehatan, orang yang 
dicintai, perasaan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Tidak ada yang aneh 
tentang hal ini, maka dari itulah mengapa meningkatkan status sosial tidak 
dikategorikan dalam penyimpangan sosial (social distortion).

 

Begitupun halnya dengan para pengguna BB yang sekedar mengikuti trend atau high 
life style. Mereka selaku manusia normal yang menginginkan status sosial yang 
tinggi bisa mencapainya melalui pencapaian atas symbol status. Cherrington, 
David J. (1994) dalam bukunya Organizational Behavior menjelaskan bahwa 
kepemilikan barang/akses terhadap sesuatu hal tertentu oleh seseorang dapat 
menaikkan status sosial orang yang bersangkutan. Biasanya barang-barang yang 
dianggap sebagai symbol status adalah barang-barang mewah, mencakup seperti 
kendaraan pribadi, jam tangan, personal gadget (termasuk BB) dan lain 
sebagainya.

Yang menjadi masalah dan bisa disebut sebagai penyimpangan sosial adalah saat 
kodrat manusia atas pencapaian status sosial diimplementasikan secara berlebih. 
Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi 
sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas 
toleransi. Dan orang-orang yang melakukan pengejaran atas status sosial secara 
berlebihan biasa disebut Social Status Climber. Orang-orang ini, seperti yang 
telah tersebutkan sedikit diatas, adalah orang yang rela menggadaikan atau 
mengorbankan apapun untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi. Hal ini 
dapat membawa dampak negatif terhadap dirinya sendiri dan orang lain 
disekitarnya, bahkan dalam level lebih tinggi bila dilakukan secara kolektif 
oleh sebagian besar anggota komunitas tertentu (contohnya adalah dalam tingkat 
Negara) maka hal tersebut akan membawa distorsi struktur pada 
organisasi/komunitas tersebut.

Contohnya: Ada seorang remaja SMA berusia 17 tahun. Dia tinggal bersama kedua 
orang tua yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Si anak ini 
melihat di sekolah nya banyak teman-temannya yang sudah menjadi pengguna BB. Si 
anak ini kemudian iri dan dia juga ingin mempunyai BB seperti milik 
teman-temannya. Dia tahu bahwa kedua orang tuanya akan sangat merasa kesulitan 
untuk membelikannya sebuah Blackberry baru, namun ternyata si anak ini tidak 
mau tahu dan memaksa kedua orang tuanya memberikan sebuah BB. Akhirnya 
dibelikanlah si anak ini BB baru yang harganya sekitar 4,5 juta rupiah dan 
bahagialah si anak karena dia bisa ikut menjadi anak “gaul” disekolahnya. Lalu 
apa fungsi BB bagi si anak ini? Tidak ada sebenarnya karena pemanfaatan BB oleh 
si anak remaja ini sama saja bila dia menggunakan Nokia 3315 atau mungkin yang 
lebih canggih sedikit Nokia N70. Nilai yang dia dapatkan hanyalah posisi status 
sosialnya yang naik secara semu. Saya katakan semu karena dibalik 
kepemilikannya atas BB, keluarganya kemungkinan mengalami masalah financial 
untuk makan atau bahkan untuk membayar uang sekolah si anak tersebut yang 
tingkat urgensitas jauh diatas hak kepemilikan atas BB.

 

Contoh tersebut diatas juga menunjukkan bahwa social status climber juga turut 
dipengaruhi lingkungan sosialnya. Dan sering tanpa kita sadari diri kita 
sendiri bahkan menjadi personal yang terlibat secara langsung atas sikap social 
status climber seseorang. Bahasa sederhananya, kerapkali kita menjadi pihak 
yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan sosial dalam komunitas, 
baik memang kita sengaja ataupun samasekali tidak disengaja. Kasus Blackberry 
yang saya berikan itu hanyalah satu contoh kecil saja, anda dapat menemukan 
lusinan contoh-contoh lain yang ada disekitar hidup anda sendiri.

Jadi apa kesimpulan anda? Silahkan anda mengambil nilai yang kira-kira anda 
bisa tangkap. Oh iya tapi jangan anda berkesimpulan dangkal dengan mengira saya 
adalah seorang anti-BB karena kalau ada orang yang mau memberi saya sebuah BB 
onyx atau BB torch tentu saya dengan sangat amat senang hati mau menerimanya 
dan menggunakannya walaupun mungkin saya tidak terlalu membutuhkannya. Atau 
mungkin kalau ada yang mau memberi saya iPhone 4G terbaru pasti saya mau 
menerimanya walaupun saya tidak butuh hal itu samasekali :)

Terserah anda mau mengambil nilai positif dan mengambil kesimpulan jenis apa 
yang anda dapat dari tulisan sederhana saya ini. Yang pasti jangan samakan 
tulisan ini dengan skripsi atau thesis karena “penelitian” dan sumber yang saya 
cantumkan disini sangat lah seadanya dan terselesaikan dalam waktu kurang dari 
45 menit. So, maaf-maaf saja kalau ada kesalahan data/argument ya :)

Tulisan ini juga dapat anda baca di http://venomaxus.wordpress.com 
<http://venomaxus.wordpress.com/2010/09/29/blackberry-kebutuhan-atau-pamer/> 

 

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected] 
<mailto:aga-madjid%[email protected]> 
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected] 
<mailto:aga-madjid%[email protected]> 
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke