Nggak ah, tetep nggak menarik ... 

Nggak bisa donlot lagu hehehee


Btw, boleh nggak gue minta tolong donlotin film, judulnya 'the cup', film lama, 
itu film brazil ttg pendeta2 tibet yg suka bola ...

Punya gue ilang, biasalah ada yg minjem tapi nggak balikin ☹ 


"I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"

-----Original Message-----
From: Zigo AlCapone <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 17 Jan 2011 10:08:28 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial

kalo ga salah Ibenk kaga perlu di charge,, :p
ga pernah low Batt,,

*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*


2011/1/17 Lo Fen Koei <[email protected]>

> Ibenk ?
>
> Apaan tuh ?
>
> BB apa Iphone4 ?
>
>
> :p
>
>
> "I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"
> ------------------------------
> *From: * "Zigo AlCapone" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 17 Jan 2011 10:05:13 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *RE: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial
>
> Tapi tetep Ibenk bikin lo lebih hidup khan Ga,, :p
>
>
>
> *Warm Regards,*
>
> * *
>
> * *
>
> *Zigo AlCapone*
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *aga madjid
> *Sent:* Monday, January 17, 2011 10:00 AM
> *To:* zuma
> *Subject:* Re: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial
>
>
>
> Kalo gue sih lebih banyak buat manfaatin fiturnya aja secara bisa
> memberikan informasi dan hiburan yg lebih cepat, dan lebih mobile aja ...
> Dan lebih murah aja ... ☺
>
> "Yg pasti, sejak saya menggunakan BB, hidup saya lebih berwarna, cobain aja
> deh ...
> Trust me, it works ! "
>
> :p
>
> "I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"
> ------------------------------
>
> *From: *Zigo AlCapone <[email protected]>
>
> *Sender: *[email protected]
>
> *Date: *Mon, 17 Jan 2011 09:52:19 +0700
>
> *To: *<[email protected]>
>
> *ReplyTo: *[email protected]
>
> *Subject: *Re: ~ aga ~ Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial
>
>
>
> iya Bun,,
> tapi sebagian besar di indonesia untuk meningkatkan status social aja,,
> dah banyak dari contoh yang ada di sekitar gw,,
> dari temen gw 5 pengguna BB,, hanya 1 yang beralasan biar gampang akses
> email dimana aja kapan aja,,
> sisanya karena biar dianggap gaul,, karena malu kalo ada yang nanyain 'pin
> BB lo berapa?' kesannya kok norak banget hari gini ga punya BB,,
>
> kalo gw sih selama HP gw masih bisa memberikan kebutuhan gw (akses email n
> internet kapan aja n dimana aja) gw rasa kaga perlu pake BB,, :)
>
> *Warm Regards,
>
>
> Zigo AlCapone**
> *
>
> 2011/1/17 Morningmoon <[email protected]>
>
> Mungkin lebih ke faktor bbm-nya yah imho, soalnya waktu gw lom punya bb gw
> diminta temen buat punya bb biar gampang komunikasi n lbh murah dibanding
> sms..... Jadi gw mgk condong ke fitur bbm knp bb booming disini, n grup
> bbm-nya :-P
>
> On 17 Jan 2011 09:27, "Zigo AlCapone" <[email protected]> wrote:
> Blackberry: Antara Kebutuhan dan Status Sosial
> ------------------------------
>
> Saya tahu bahwa tulisan saya kali ini akan menuai pro – kontra karena saya
> tahu bahwa sebagian orang banyak yang menggunakan BB. Oke saya informasikan
> bahwa tulisan ini hanya contoh dari fenomena sosial, so baca sampai selesai
> ya sebelum komentar atau berpikir sesuatu terhadap tulisan ini :) (malu *
> dong* kalau salah tanggapan)
>
> Pada awalnya, pada tahun 1996 perusahaan Kanada yang bernama *Research in
> Motion* atau mungkin banyak dari kita yang hanya mengetahuinya dengan nama
> RIM menciptakan sebuah gadget canggih yang bernama Blackberry. Blackberry
> yang pada hakikatnya bisa dikategorikan sebagai Handphone (telepon genggam),
> mempunyai 2 fasilitas andalan yang membedakannya dengan handphone biasa,
> yaitu fasilitas *push email* dan *Blackberry PIN*.
>
>
>
> Fitur push email pada dasarnya adalah sebuah layanan yang memudahkan
> seseorang untuk mengakses email secara dengan kemampuan “*always on*”.
> Artinya anda tidak perlu repot-repot mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu
> untuk memeriksa email account anda karena gadget anda selalu online untuk
> memberitahu apakah ada email baru atau tidak. Kelebihan Blackberry pada
> fitur push email, seperti yang ditulis dalam *The Wall Street Journal *edisi
> 13 Agustus 2010, adalah kemudahannya untuk digunakan, yaitu akses instant
> pada saat ada email masuk. Sehingga sang penerima email tidak perlu menunggu
> beberapa saat sebelum notifikasi email muncul dalam Blackberry-nya.
>
> Sedangkan fitur Blackberry PIN adalah fitur tambahan yang cenderung lebih
> untuk “menghemat” pulsa anda. Dengan Blackberry PIN walaupun jumlah pulsa
> anda 0 rupiah, anda tetap bisa ber-BB ria dengan sesama pengguna Blackberry
> dimanapun anda berada. Ya sebenarnya fitur ini sih tidak begitu signifikan
> seperti fitur push email Blackberry karena sekarang banyak operator (bahkan
> hampir semua) yang menyediakan paket-paket SMS baik itu dengan pendaftaran
> ataupun tanpa pendaftaran yang murahnya luar biasa.
>
> Saya yakin sebagian besar pembaca tahu bahwa tujuan awal di ciptakannya
> Blackberry adalah fitur Push emailnya. Bisa dibilang juga bahwa fitur ini
> lah yang membedakan antara Blackberry dengan HP lain seperti *Nokia,
> Motorola, Sony Ericsson* dan lain sebagainya. Dan yang jadi pertanyaan
> yang cukup menggelitik saya adalah “Apakah sebegitunya banyaknya orang
> Indonesia yang memanfaatkan email sebagai sarana komunikasi utama mereka?”.
>
> Berdasarkan data dari *Asosiasi Telepon Seluler Indonesia*, jumlah
> pengguna BB di Indonesia mencapai 1 juta pelanggan (Maret 2010). Dan jumlah
> pengguna internet di Indonesia (termasuk didalamnya pengguna email, facebook
> dan lain sebagainya) adalah 45 juta pengguna (Kementrian Komunikasi). Jadi
> dapat kita ketahui bahwa setiap 45 pengguna internet (tidak perduli anda
> hanya menyewa di warnet atau sekedar OL di HP) maka 1 orangnya adalah
> pengguna Blackberry.
>
>
>
> Sekarang kita lihat, berapa banyak sih orang yang “*melek*” internet di
> Indonesia yang menjadikan email sebagai mata pencahariannya? Seberapa banyak
> orang di Indonesia yang mempunyai urgensi sedemikian tinggi atas cepatnya
> akses terhadap emailnya? Si penulis sendiri yang sebagian besar
> pendapatannya & kepentingan organisasinya saja bergantung pada email tidak
> memerlukan Blackberry.
>
> Secara mengejutkan, tahun 2010 ini Indonesia diprediksikan akan menjadi
> Negara dengan pengguna Blackberry terbesar di dunia. Sangat mengejutkan
> menurut saya karena dengan cepatnya kita sanggup mengalahkan A.S dan
> Negara-negara Eropa lainnya. Amerika Serikat contohnya, dengan jumlah
> pengguna internet tahun 2010 yang mencapai angka 230 juta pengguna (yang
> bahkan lebih banyak dari penduduk Indonesia), hanya sekitar 1,3-1,5 juta
> orang saja yang menggunakan Blackberry (*detik.com*).
>
> Bisa kita lihat bersama bahwa ada ketidakseimbangan yang begitu besar
> antara pengguna BB di Indonesia & A.S: Indonesia dengan pengguna Internet
> “hanya” 45 juta orang, mempunyai pengguna BB sebanyak satu juta orang.
> Amerika Serikat dengan pengguna internet mencapai 230 juta orang (atau
> sekitar lima kali lipat pengguna internet Indonesia) justru hanya mempunyai
> pemakai BB sebesar 1,3-1,5 juta pengguna.
>
> Hal diatas menunjukkan bahwa ada kecenderungan “penggunaan tanpa
> pemanfaatan” (*using without utilization) *oleh banyak pengguna BB di
> Indonesia. Namun tetap menjadi tanda tanya kenapa Indonesia bisa menjadi
> pengguna BB terbesar di dunia?
>
> Dengan asumsi dasar bahwa motivasi hakiki seseorang menggunakan BB adalah
> fitur Push emailnya (sesuai dengan tujuan dasar RIM menciptakan BB), maka
> adalah suatu hal yang janggal bilamana pada kenyatannya terdapat banyak
> orang yang tidak memanfaatkan fitur tersebut, maka patut dipertanyakan
> motivasinya menggunakan BB. Di dalam pandangan saya hanya ada satu motivasi
> yang menjadi factor utama pengguna Blackberry (selain karena kebutuhan push
> email tentunya) yaitu menaikkan status sosial.
>
> *Michael Marmot* (2004) dalam bukunya *The Status Syndrome: How Social
> Standing Affects Our Health and Longevity *disebutkan bahwa sudah menjadi
> kodrat seseorang (human nature) untuk senantiasa memperoleh status sosial
> yang lebih tinggi daripada umumnya. Dan seringkali dalam memperoleh status
> sosial yang lebih baik seseorang rela mengorbankan apapun seperti kesehatan,
> orang yang dicintai, perasaan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Tidak
> ada yang aneh tentang hal ini, maka dari itulah mengapa meningkatkan status
> sosial tidak dikategorikan dalam penyimpangan sosial (*social distortio*
> n).
>
>
>
> Begitupun halnya dengan para pengguna BB yang sekedar mengikuti trend atau
> high life style. Mereka selaku manusia normal yang menginginkan status
> sosial yang tinggi bisa mencapainya melalui pencapaian atas symbol status.
> *Cherrington, David J*. (1994) dalam bukunya *Organizational 
> Behavior*menjelaskan bahwa kepemilikan barang/akses terhadap sesuatu hal 
> tertentu
> oleh seseorang dapat menaikkan status sosial orang yang bersangkutan.
> Biasanya barang-barang yang dianggap sebagai symbol status adalah
> barang-barang mewah, mencakup seperti kendaraan pribadi, jam tangan,
> personal gadget (termasuk BB) dan lain sebagainya.
>
> Yang menjadi masalah dan bisa disebut sebagai penyimpangan sosial adalah
> saat kodrat manusia atas pencapaian status sosial diimplementasikan secara
> berlebih. Menurut *James W. Van Der Zanden* perilaku menyimpang yaitu
> perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan
> di luar batas toleransi. Dan orang-orang yang melakukan pengejaran atas
> status sosial secara berlebihan biasa disebut *Social Status Climber*.
> Orang-orang ini, seperti yang telah tersebutkan sedikit diatas, adalah orang
> yang rela menggadaikan atau mengorbankan apapun untuk mencapai status sosial
> yang lebih tinggi. Hal ini dapat membawa dampak negatif terhadap dirinya
> sendiri dan orang lain disekitarnya, bahkan dalam level lebih tinggi bila
> dilakukan secara kolektif oleh sebagian besar anggota komunitas tertentu
> (contohnya adalah dalam tingkat Negara) maka hal tersebut akan membawa
> distorsi struktur pada organisasi/komunitas tersebut.
>
> Contohnya: Ada seorang remaja SMA berusia 17 tahun. Dia tinggal bersama
> kedua orang tua yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Si anak
> ini melihat di sekolah nya banyak teman-temannya yang sudah menjadi pengguna
> BB. Si anak ini kemudian iri dan dia juga ingin mempunyai BB seperti milik
> teman-temannya. Dia tahu bahwa kedua orang tuanya akan sangat merasa
> kesulitan untuk membelikannya sebuah Blackberry baru, namun ternyata si anak
> ini tidak mau tahu dan memaksa kedua orang tuanya memberikan sebuah BB.
> Akhirnya dibelikanlah si anak ini BB baru yang harganya sekitar 4,5 juta
> rupiah dan bahagialah si anak karena dia bisa ikut menjadi anak “gaul”
> disekolahnya. Lalu apa fungsi BB bagi si anak ini? Tidak ada sebenarnya
> karena pemanfaatan BB oleh si anak remaja ini sama saja bila dia menggunakan
> Nokia 3315 atau mungkin yang lebih canggih sedikit Nokia N70. Nilai yang dia
> dapatkan hanyalah posisi status sosialnya yang naik secara semu. Saya
> katakan semu karena dibalik kepemilikannya atas BB, keluarganya kemungkinan
> mengalami masalah financial untuk makan atau bahkan untuk membayar uang
> sekolah si anak tersebut yang tingkat urgensitas jauh diatas hak kepemilikan
> atas BB.
>
>
>
> Contoh tersebut diatas juga menunjukkan bahwa *social status climber* juga
> turut dipengaruhi lingkungan sosialnya. Dan sering tanpa kita sadari diri
> kita sendiri bahkan menjadi personal yang terlibat secara langsung atas
> sikap social status climber seseorang. Bahasa sederhananya, kerapkali kita
> menjadi pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan sosial
> dalam komunitas, baik memang kita sengaja ataupun samasekali tidak
> disengaja. Kasus Blackberry yang saya berikan itu hanyalah satu contoh kecil
> saja, anda dapat menemukan lusinan contoh-contoh lain yang ada disekitar
> hidup anda sendiri.
>
> Jadi apa kesimpulan anda? Silahkan anda mengambil nilai yang kira-kira anda
> bisa tangkap. Oh iya tapi jangan anda berkesimpulan dangkal dengan mengira
> saya adalah seorang anti-BB karena kalau ada orang yang mau memberi saya
> sebuah BB onyx atau BB torch tentu saya dengan sangat amat senang hati mau
> menerimanya dan menggunakannya walaupun mungkin saya tidak terlalu
> membutuhkannya. Atau mungkin kalau ada yang mau memberi saya iPhone 4G
> terbaru pasti saya mau menerimanya walaupun saya tidak butuh hal itu
> samasekali :)
>
> Terserah anda mau mengambil nilai positif dan mengambil kesimpulan jenis
> apa yang anda dapat dari tulisan sederhana saya ini. Yang pasti jangan
> samakan tulisan ini dengan skripsi atau thesis karena “penelitian” dan
> sumber yang saya cantumkan disini sangat lah seadanya dan terselesaikan
> dalam waktu kurang dari 45 menit. So, maaf-maaf saja kalau ada kesalahan
> data/argument ya :)
>
> *Tulisan ini juga dapat anda baca di 
> http://venomaxus.wordpress.com<http://venomaxus.wordpress.com/2010/09/29/blackberry-kebutuhan-atau-pamer/>
> *
>
>
>
>
>
> *Warm Regards,*
>
> * *
>
> * *
>
> *Zigo AlCapone*
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]<aga-madjid%[email protected]>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke