Begini Lho, Cara Menyusun Anggaran Keuangan

Description: http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/03/0904252p.jpg

 
<http://female.kompas.com/read/2011/03/03/09044121/Begini.Lho.Cara.Menyusun.
Anggaran.Keuangan> SHUTTERSTOCK

Catat semua pengeluaran harian Anda, agar Anda dapat melacak kemana perginya
uang gaji Anda.

Kamis, 3/3/2011 | 09:04 WIB

KOMPAS.com - Riset mengenai kesadaran finansial yang diadakan Citigroup Asia
Pasific atau Citi Fin-Q pada 2010 menunjukkan, semakin banyak orang
Indonesia yang menyadari pentingnya merencanakan keuangan. Dari 500
responden dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan, nilai Indonesia
adalah 57 dari 100 poin, meningkat dari tahun sebelumnya, 52. Sayangnya,
kesadaran yang meningkat ini tak dibarengi dengan implementasi. Hanya 47
persen responden yang mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya, sedangkan 38
persen responden masih dalam tahap berusaha mengikuti anggaran.

Hotman Simbolon, Vice President Customer Care Center Head Citibank,
mengatakan, langkah awal agar bisa memiliki kemandiran finansial adalah
dengan membuat anggaran. "Diawali dengan budgeting, lalu saving, investing,
dan sharing. Budgeting penting untuk membantu Anda mencapai kemandirian
finansial," jelas Hotman dalam Citibank Journalist Class di Jakarta, Rabu
(2/3/2011) lalu.

Tahapan menyusun anggaran untuk mencapai kemandirian finansial diawali
dengan menentukan tujuan finansial; kemudian mengumpulkan informasi keuangan
personal; lalu mengurangi pengeluaran; dan terakhir membuat formula dalam
penyusunan anggaran. Lebih lanjut, Hotman menjelaskan tahapan budgeting:

1. Menentukan tujuan finansial
Agar bisa mandiri secara finansial, mulailah dengan menentukan tujuan
finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Ajukan sejumlah pertanyaan
kepada diri sendiri untuk membantu Anda memperjelas tujuan finansial. Apa
yang menjadi prioritas utama Anda, apa saja kebutuhan Anda, dan apa yang
menjadi keinginan Anda?

2. Mengumpulkan berbagai informasi keuangan pribadi
Tahapan selanjutnya, kumpulkan seluruh data penghasilan dan pengeluaran.
Data yang harus Anda kumpulkan di antaranya gaji bagi yang sudah bekerja
atau uang saku dari orangtua, tagihan kartu kredit, pembayaran barang yang
menjadi kebutuhan utama, dan lainnya.

Kemudian lakukan klasifikasi data menjadi tiga bagian untuk dijadikan
landasan membuat anggaran. Bagian pertama, yaitu penghasilan, jumlahkan
semua penghasilan dari seluruh sumber pendapatan. Bagian kedua, yaitu
pengeluaran, jumlahkan semua pengeluaran tetap seperti cicilan rumah, dan
pengeluaran variabel seperti uang bensin, telepon, dan lainnya. Ketiga
adalah bagian bottom line, yakni selisih antara pendapatan dan pengeluaran
yang akan memberikan ukuran apakah pengeluaran Anda sudah berlebihan.

Lihat bottom line Anda, jika selisihnya positif maka Anda bisa menyisihkan
dana lebih untuk menabung atau menaikkan jumlah pembayaran kartu kredit atau
utang. Kalau selisihnya negatif, artinya Anda membelanjakan lebih dari
pendapatan.

"Jika Anda membelanjakan lebih dari 15-20 persen gaji bersih, ditambah
pembayaran utang atau tagihan kartu kredit, Anda berada pada posisi
berbahaya. Teliti kembali pengeluaran Anda, terutama pengeluaran variabel
untuk mengontrol pengeluaran. Jangan sampai gaji Rp 5 juta tetapi
pengeluaran per bulan Rp 7 juta," tutur Hotman. "Bila perlu, catat
pengeluaran bulanan," katanya menambahkan.

3. Kurangi pengeluaran!
Banyak orang yang membelanjakan uang untuk barang yang sebenarnya tidak
mereka butuhkan, walaupun mungkin diinginkannya. Karenanya, Anda perlu
memonitor pengeluaran dengan membawa selalu catatan kecil. Catatan ini akan
membantu Anda mengenali kebiasaan belanja setiap bulannya. Tentu saja Anda
perlu disiplin mencatat semua pengeluaran harian dan bulanan dalam buku
catatan ini.

Meski bottom line Anda positif, kebiasaan mengurangi pengeluaran tetap perlu
diterapkan. Mulailah dengan membawa makanan dari rumah dan mengurangi makan
di restoran. Kurangi juga kebiasaan minum kopi dan makan di restoran cepat
saji. "Anda bisa menghemat Rp 5 juta per tahun jika kebiasaan minum kopi
sebesar Rp 20.000 tiap hari bisa dikurangi," saran Hotman. Berhenti dari
kebiasaan merokok satu bungkus per hari juga bisa menghemat Rp 1 juta per
bulan.

4. Buatlah formula anggaran
Tahapan terakhir dalam menyusun anggaran adalah membuat formulasi. Tentukan
komposisi presentasi anggaran dari gaji bulanan Anda. Seperti berapa persen
yang Anda anggarkan untuk tabungan, biaya sewa atau cicilan rumah, makanan,
transportasi, pakaian, jalan-jalan, dan lainnya.

Anda bisa mengadopsi komposisi anggaran seperti dijelaskan perencana
keuangan Ligwina Poerwo-Hananto pada kesempatan berbeda. Ligwina
menyarankan, komposisi cicilan utang maksimal 30 persen; komposisi premi
asuransi, kebutuhan rumah tangga, transportasi, kebutuhan anak dan keluarga,
serta kesehatan adalah 20-40 persen dari penghasilan; komposisi kebutuhan
pribadi seperti belanja pakaian, perawatan salon, atau membeli gadget adalah
20 persen. Sisanya, sekitar 10-30 persen, adalah untuk ditabung sebagai dana
darurat.

 

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke