Ini kan masalah transisi budaya saja,
Harap maklum bangsa endonesia yg selama ratusan tahun masih terkungkung
dengan adat ketimuran nya trus tiba tiba kena imbass globalisasi dan
hedonisme, wajar kaget dan terlihat belum siap.
entar juga lama kelamaan kalok sudah sering ngeliat paha dipajang, udah
terbiasa ngeliat belahan toked disajikan, ngeliat bikini di pantai dan
sudah tidak kaget lagi dengan sex before merried gwe yakin tidak akan ada
lagi perdebatan sampah kek gini.
:)

artikel ini ada benar nya, meski banyak aroma tendensius nya dan terkesan
sangat menempatkan wanita sbg object.
perspektif penampilan itu sangat subjective, tidak bisa dinilai dari satu
sudut pandang saja.
apalagi kalok sudah dihubungkan dengan hak azasi manusia, maka semua alibi
dalam artikel tsb akan terpatahkan.


salam

erick



2012/4/4 battlefreakz <[email protected]>

> gue sih setuju ajah ama artikel ini, and justru bingung juga kenapa orang
> pke rok mini malah marah2 and bilang jangan salahkan pakaian yang saya
> pakai tapai salahkan pikiran anda yang kotor.. loh kok kawka..
>
> "Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi
> situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat".
>
> Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di
> tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.
>
> mungkin nanti akan gue coba praktekin klo ada yang pke rok mini marah klo
> gue liatin, tinggal nyalain rokok terus ngerokok di depan dia sama kaya
> artikel dibawah ini kawkakwa...
>
> *btw klo yang pke rok mini tapi "ga enak dilihat" masih pengen gak..?
> kawkakwak*
>
>
> 2012/4/3 Arka thea <[email protected]>
>
>> Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang
>> besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum
>> pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir
>> perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh
>> asumsi, dan ngawur.
>>
>> Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap
>> pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat
>> sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:
>>
>> 1. "Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya
>> atau kami boleh menikmati paha mbak?"
>>
>> 2. "Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau
>> malah risih kalau kami melihatnya?"
>>
>> 3. "Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh
>> menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama
>> menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga
>> dilihati?"
>>
>> Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah
>> untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat
>> ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut
>> dengan diam-diam, dengan "etika" yang saya karang sendiri agar tidak
>> berdampak sosial yang buruk.
>>
>> Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira
>> setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul
>> pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai
>> rok mini atau celana pendek sekali di tempat umum.
>> Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak
>> pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya
>> tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman. Kalau ada yang bilang
>> "Pikiran situ saja yang jorok", duh, ingin sekali saya jawab "Saya sudah
>> susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat
>> sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat".
>>
>> Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di
>> tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.
>>
>> Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun kecuali
>> keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh
>> melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu
>> jadi tidak aman untuk orang lain. "Tolong ya mas, merokoknya di ruang
>> merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup
>> oleh saya". Gimana kalau perokok menjawab, "Ya situ saja jangan hirup asap
>> saya kalau memang tidak suka bau asap". Kira-kira Anda mau langsung
>> mengajak adu hantam tidak?
>>
>> Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng
>> di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang
>> terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab "Tolong
>> ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan dengerin
>> suaranya, gitar-gitar saya kok ibu yang repot". Kira-kira si ibu akan
>> melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di
>> studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi
>> masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.
>>
>> Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. Di rumah, rok mini akan
>> menjadi sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar,
>> tidak pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget
>> Dan, semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.
>>
>> Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung,
>> please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena
>> nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya
>> meledak tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki
>> yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat?
>>
>> Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya. Dan kata orang tua,
>> mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap
>> harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapapun biaya
>> material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di
>> penjara seumur hidup.
>>
>> Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita
>> semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini
>> di tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik
>> (tanpa menggoda) dan pantas.
>>
>> Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki sakit
>> jiwa. Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan
>> pengenanya.
>>
>> Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan.
>> Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion.
>> Karena itu, benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah
>> seperti keindahan yang menyeluruh. Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka
>> suka bicara, suka berdandan, suka "menunjukkan" keindahan dirinya. Itu
>> memang kodratnya.
>>
>> Dan sedikit ini komentar lelaki. Kami-kami ini juga sangat ekspresif.
>> Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka
>> berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak.
>>
>> Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali. Tetapi
>> sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.
>>
>> Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena niat
>> pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.
>>
>> Semoga kita semua aman dan selamat. Di manapun berada. Teriring doa untuk
>> istri, ibu, anak, kakak, dan adik2 saya.
>>
>> Salam,
>>
>> LeLAKI
>>
>>
>> --
>> ketika hidup penuh dgn makna
>> Regards,
>>
>>
>> Eka Prasetia (Phecor)
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.
>>
>
>  --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke