statement terakhir sih wa kurang sreg bro, justru ga suka ama yang rok mini
menjadi sumber penghasilan..
lebih enak lo diganti putih abu-abu yang mencari tambahan penghasilan atau
apa gitu kawkakwa...
mahal dikit asal puas gpp kan akwkakwa...

2012/4/4 Ear.One <[email protected]>

>  Nah kalo yg ngak ngerokok...****
>
> ** **
>
> Gw sih malah makin ngeliatin cewek yang pake baju seksi, biar mereka
> “jengah” sendiri... apalagi yg sekwildanya rada2 terbuka...berani tampil
> seksi berani juga dong diliatin.. biar besok2 mereka pada mikir tuh...****
>
> ** **
>
> Sorry, bukan muna, gw jg pecinta wanita2 cantik (ngak kayak istilah bro
> dolly, “ngak enak dilihat” hihihihi...) dan seksi.. tapi gw sendiri
> ngelarang keluarga gw tuk pake rok mini dan baju seksi... bukan apa2, skrg
> ini jaman edan, orang gila makin banyak... daripada terjadi hal2 yg tidak
> diinginkan, mendingan mencegahnya deh... sebodo deh orang lain
> ngelakuinnya, yg penting keluarga gw ngak...egois.com...****
>
> ** **
>
> *Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan
> pengenanya*.
> nah kalo sama statement ini emang beda deh perlakuannya.... bukan begitu
> bro dolly hehehehe..............****
>
> ** **
>
> ** **
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *battlefreakz
> *Sent:* Wednesday, April 04, 2012 8:18 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: ~ aga ~ sekedar baha diskusi****
>
> ** **
>
> gue sih setuju ajah ama artikel ini, and justru bingung juga kenapa orang
> pke rok mini malah marah2 and bilang jangan salahkan pakaian yang saya
> pakai tapai salahkan pikiran anda yang kotor.. loh kok kawka..
>
> "Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi
> situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat".
>
> Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di
> tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.
>
> mungkin nanti akan gue coba praktekin klo ada yang pke rok mini marah klo
> gue liatin, tinggal nyalain rokok terus ngerokok di depan dia sama kaya
> artikel dibawah ini kawkakwa...
>
> *btw klo yang pke rok mini tapi "ga enak dilihat" masih pengen gak..?
> kawkakwak*
>
> ****
>
> 2012/4/3 Arka thea <[email protected]>****
>
> Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang
> besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum
> pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir
> perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh
> asumsi, dan ngawur.
>
> Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap
> pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat
> sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:
>
> 1. "Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya
> atau kami boleh menikmati paha mbak?"
>
> 2. "Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau
> malah risih kalau kami melihatnya?"
>
> 3. "Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh
> menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama
> menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga
> dilihati?"
>
> Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah
> untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat
> ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut
> dengan diam-diam, dengan "etika" yang saya karang sendiri agar tidak
> berdampak sosial yang buruk.
>
> Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira
> setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul
> pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai
> rok mini atau celana pendek sekali di tempat umum.
> Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak
> pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya
> tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman. Kalau ada yang bilang
> "Pikiran situ saja yang jorok", duh, ingin sekali saya jawab "Saya sudah
> susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat
> sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat".
>
> Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di
> tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.
>
> Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun kecuali
> keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh
> melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu
> jadi tidak aman untuk orang lain. "Tolong ya mas, merokoknya di ruang
> merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup
> oleh saya". Gimana kalau perokok menjawab, "Ya situ saja jangan hirup asap
> saya kalau memang tidak suka bau asap". Kira-kira Anda mau langsung
> mengajak adu hantam tidak?
>
> Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng
> di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang
> terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab "Tolong
> ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan dengerin
> suaranya, gitar-gitar saya kok ibu yang repot". Kira-kira si ibu akan
> melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di
> studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi
> masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.
>
> Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. Di rumah, rok mini akan menjadi
> sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar, tidak pakai
> rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget Dan, semua
> orang akan merasa happy dan dijamin aman.
>
> Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung,
> please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena
> nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya
> meledak tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki
> yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat?
>
> Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya. Dan kata orang tua,
> mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap
> harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapapun biaya
> material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di
> penjara seumur hidup.
>
> Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita
> semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini
> di tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik
> (tanpa menggoda) dan pantas.
>
> Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki sakit
> jiwa. Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan
> pengenanya.
>
> Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan. Dalam
> teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion. Karena itu,
> benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan
> yang menyeluruh. Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka suka bicara, suka
> berdandan, suka "menunjukkan" keindahan dirinya. Itu memang kodratnya.
>
> Dan sedikit ini komentar lelaki. Kami-kami ini juga sangat ekspresif. Tapi
> berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka
> berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak.
>
> Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali. Tetapi
> sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.
>
> Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena niat
> pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.
>
> Semoga kita semua aman dan selamat. Di manapun berada. Teriring doa untuk
> istri, ibu, anak, kakak, dan adik2 saya.
>
> Salam,
>
> LeLAKI
>
>
> --
> ketika hidup penuh dgn makna
> Regards,
>
>
> Eka Prasetia (Phecor)****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
> ** **
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke