Bismillah & shalawat.
Shalomo eleikhem... (Yohanes 20:26)
Sering ada diantara kita & orang non muslim yang bertanya mengapa terkadang
Al-Qur'an menggunakan kata "KAMI" saat Allah sedang berfirman, pertanyaan ini
pun sempat muncul ketika saya berusia dibawah 12 tahun.
Al-Qur'an seperti yang telah kita ketahui berbahasa Arab & Alkitab yang asli
dari israel & berbahasa ibrani.
2 bahasa ini, arab & ibrani banyak sekali memiliki kesamaan karena pada
dahulunya mereka ialah 1 rumpun dari Nabi Ibrahim as.
Contoh:
Elah = Allah, yang berarti Tuhan
El-Shalom = As-Salam / Islam, yang berarti selamat, damai, sejahtera dll
Jika ada orang non islam yang menggugat penggunaan kata "KAMI" dalam Al-Qur'an,
maka sebetulnya dalam alkitab mereka sendiri dalam bahasa ibrani aslinya adalah
juga menggunakan kata "KAMI". Hal ini pun diakui oleh agama Yahudi dan memang
kata "KAMI" pun digunakan hingga sekarang ini dalam kitab-kitab mereka.
Salah satu contoh yang mudah adalah dalam awal perjanjian lama Kitab Kejadian
pasal 1 ayat 1.
Kejadian 1:1. Pada mulanya KAMI menciptakan langit dan bumi.
akan tetapi dalam terjemahnya telah dirubah menjadi "Pada mulanya Allah
menciptakan langit dan bumi", padahal kata aslinya adalah seperti sebelumnya
menggunakan kata KAMI.
KAMI baik dalam bahasa ibrani dan arab memiliki 2 makna, yaitu:
1. Kami berarti jamak.
2. Kami berarti menunjukkan keagungan, kemuliaan dan sebagainya.
Silahkan bertanya pada orang Yahudi atau orang arab langsung deh.
Jika KAMI diartikan sebagai jamak, mengapa agama Yahudi yang mengakui
Perjanjian Lama & menggunakan kata KAMI dalam kitabnya tapi hanya menyembah 1
Tuhan & tidak mengakui Trinitas 3 dalam 1? Padahal Yesus sudah sedemikian rupa
diberi mukjizat oleh Allah? Lagipula bukankah Yesus berasal dari kalangan
mereka sendiri? Sampai detik ini agama Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai
Nabi, apalagi sebagai Tuhan! Mereka, naudzubillah, memfitnah hal yang keji
terhadap Nabi Isa & Ibunya Siti Maryam dikatakan sebagai … Naudzubillah… anak
haram karena tidak memiliki ayah, dikatakan sebagai Nabi palsu, dst dsb dll.
Dalam keseharian, kita pun sering menggunakan kata KAMI untuk merujuk pada kata
yang lebih mulia & lebih baik.
Contoh: Kami mengucapkan bela sungkawa yang dalam...
Kami mengucapkan selamat atas kelahiran putra-putrinya...
Kami mengucapkan selamat menempuh hidup baru...
...padahal yang mengucapkan sendirian saja tidak ditemani orang lain.
Tentu ucapan KAMI lebih mulia daripada:
AKU mengucapkan selamat atas...
Saya mengucapkan bela sungkawa atas...
Kata "Kami" yang digunakan Allah dalam Al-Qur'an mempunyai 2 makna:
1. yang menunjukkan kemulian & keagungan dari Allah.
2. Allah memakai perantara dalam melakukannya. Contoh: Kami turunkan
Al-Qur'an... berarti menggunakan perantara Malaikat Jibril sebagai pembawa
wahyu. Kami ciptakan manusia... berarti membutuhkan ibu yang melahirkan...dst.
Itulah kelebihan dari Al-Qur'an karena bahasa aslinya masih terjaga, berbeda
dengan kitab lain yang sudah tidak ada & memang tidak ada kitab asli mereka.
Perjanjian baru / new testament tidak memiliki sama sekali "Salinan dari
Salinan" Naskah aslinya. Naskah tertua ialah diperkirakan maksimum 350 tahun
setelah kelahiran Yesus, itupun dalam bahasa Yunani, bukan bahasa keseharian
Nabi Isa as.
Naskah yang berjumlah 12.000 ini tidak ada 2 buah naskah yang sama isinya,
semua 12.000 berbeda isinya. Dan hanya beberapa Naskah saja yang diakui sedang
Naskah lainnya tidak diakui, entah pertimbangan / kriteria / syarat apa yang
digunakan, yang jelas dari sekian banyak naskah, hanya ada 4 injil yang
diterima sementara murid Yesus ada 12 orang.
Injil yang diakui gereja saat ini ada 4 yaitu: Matius, Markus, Lukas & Yohanes.
Untuk pembahasan masalah ini, insya Allah akan dibahas dilain waktu.
Naskah Yunani yang diterjemahkan ke bahasa inggris kemudian diterjemahkan ke
bahasa negara lalu diterjemahkan ke bahasa daerah ini jelas telah merubah
banyak arti & makna serta kitab tersebut. Ini banyak sekali contohnya dan saya
rasa kurang tepat jika ditulis saat ini karena tidak sesuai dengan judul email
ini: Penggunaan kata KAMI...
Sekian terima kasih
Shalomo eleikhem... (Yohanes 20:26)
[Non-text portions of this message have been removed]