--- In [email protected], Melawan Kristenisasi <melawankristenis...@...> 
wrote:
>
Bukti ada Beberapa Versi Qur'an yang Berbeda

Sumber2 literatur Islam menyatakan bahwa setidaknya terdapat empat versi Qur'an 
yang ada sebelum Kalifah Utsman mengeluarkan perintah pembakaran. (referensi: 
"Al Tamhid 2, 247).

Empat versi Qur'an itu ditulis oleh orang2 yang kenal dekat dengan Muhammad. 
Setiap orang menulis versi Qur'an-nya sendiri. Berdasarkan sumber2 Islam, 
perbedaan versi Qur'an ini cukup serius sehingga mengakibatkan perpecahan antar 
Muslim.
Sumber Islam "K. Al Masahif" melaporkan bahwa perbedaan begitu serius sehingga 
seorang Muslim menyebut Muslim lainnya bid'ah:

Sewaktu pemerintahan Uthman, guru2 mengajarkan pelafalan ini dan itu pada 
murid2nya. Ketika para murid bertemu dan tidak setuju cara pelafalan tertentu, 
mereka melaporkan perbedaan ini kepada guru2 mereka. Mereka lalu mempertahankan 
cara pelafalan mereka, dan menuduh pihak lain bid'ah. (Abu Bakr `Abdullah b. 
abi Da'ud, "K. al Masahif).

Jadi keputusan politis dikeluarkan untuk menciptakan satu versi Qur'an saja. 
Hal ini tidak disetuji oleh para Muslim awal yang telah menyusun Qur'an versi 
mereka sendiri. Siapakah orang2 ini?

Sumber literatur Islam menyatakan orang2 terpilih ini yang menyusun Qur'an 
mereka sendiri.
Hadis Sahih Bukhari, volume 5, buku 58, nomor 150
Aku mendengar sang Nabi berkata, "Belajarlah pelafalan Qur'an dari empat orang 
ini: (1) Abdullah Ibn Mas'ud, (2) Salim (yang terbunuh di perang tahun 633M), 
dan dia adalah budak Abu Hudhaifa yang dimerdekakan, (3) Ubayy b. Ka'ab, dan 
(4) Muadh bin Jabal."

Jadi ada beberapa orang khusus yang dipilih Muhammad karena pengetahuan mereka 
akan Qur'an dan orang2 ini lalu menyusun Qur'an versi mereka sendiri. Qur'an2 
ini beredar luas dan digunakan di kalangan Muslim. Hal inilah yang menyebabkan 
tentara2 Muslim saling bersengketa dan menuduh satu sama lain bid'ah.

Setelah Qur'an yang "resmi" diterbitkan dan keluar perintah pembakaran Qur'an 
versi lain, maka sekelompok Muslim marah.
Keterangan berikut dari literatur Islam mungkin merupakan keterangan yang 
terpenting tentang orang2 yang mengenal Muhammad secara pribadi.
Mari mulai dengan Abdullah Ibn Mas'ud yang diminta untuk membakar versi 
Qur'an-nya sendiri.
"Bagaimana mungkin kau memerintahkan dirku untuk melafalkan pembacaan Zaid, 
sedangkan aku melafalkannya dari mulut sang Nabi sendiri akan tujuhpuluh Sura?" 
"Apakah aku, " tanya Abdullah, "harus melupakan apa yang kuketahui dari bibir 
sang Nabi sendiri?"
("K. al Masahif" oleh Ibn Abi Dawood, 824-897 AD, hal. 12, 14).

Apakah Abdullah Ibn Mas'ud menganggap Qur'an yang beredar saat ini merupakan 
Qur'an murni, padahal dia menolak membakar Qur'an versi miliknya sendiri? 
Karena Mas'ud tidak sudi membiarkan Qur'an versi miliknya dibakar, maka sudah 
jelas Mas'ud tidak menganggap Qur'an milik Uthman itu asli. Hal yang penting 
untuk dipertanyakan, "Mengapa Mas'ud tidak mau menyerahkan dan membakar Qur'an 
miliknya?"

Mas'ud adalah sahabat karib dan pelayan pribadi Muhammad. Nabi Muhammad 
mengajarkan Qur'an pada Mas'ud secara pribadi. Karena eratnya hubungan pribadi 
dengan Muhammad, maka Mas'ud jelas yakin bahwa dia punya kualifikasi meyakinkan 
untuk menyusun Qur'an versinya sendiri.

Mas'ud lalu pindah ke Kufa, Irak, di mana dia menyelesaikan menyusun Qur'an 
versinya sendiri, yang dikenal dengan mushaf Kufan. Qur'an unik ini selesai 
disusunnya beberapa tahun setelah Qur'an asli milik Hafsah disusun (tahun 634 
M). Qur'an versi Mas'ud tidak memiliki Sura 1, 113, dan 114 yang terdapat dalam 
Qur'an
"resmi" saat ini. Apakah Qur'an itu benar2 asli seperti yang dipercayai Muslim 
sekarang?

Qur'an versi lain disusun oleh Ubayy b. Ka'ab. Diapun adalah sahabat karib 
Muhammad dan merupakan sekretaris (juru tulis) Muhammad. Ubayy mahir melafalkan 
banyak ayat2 Qur'an, dan dia belajar pelafalan ini langsung dari Muhammad. Para 
ilmuwan Islam menemukan bahwa Qur'an versi Ubayy berbeda dengan Qur'an "resmi" 
karena punya Ubayy terdapat dua Sura lain (berjudul Sura Al-Khal dan Sura 
Al-Afd). Karena Muhammad secara pribadi mengajar Ubayy tentang Qur'an, maka 
mengapa yaaa Qur'an "resmi" saat ini tidak mengandung dua Sura tersebut?

Ubayy wafat saat kepemimpinan Kalifah Umar, dan saat itu Qur'an yang "resmi" 
belum disusun oleh Uthman. Karena itulah, Ubayy  tidak usah menyaksikan Qur'an 
versi miliknya dibakar atas perintah Uthman.
Karena Ubayy menyusun Qur'annya sendiri dan belajar langsung dari mulut nabi 
Muhammad, tentunya dia akan setuju dengan sikap Mas'ud yang menolak menyerahkan 
Qur'an versinya untuk dibakar, bukan?

Karena keputusan Uthman untuk menciptakan Qur'an versi "resmi", maka Qur'an 
versi Ubayy dibakar. Penting untuk dipertanyakan, "Apakah Qur'an sekarang 
benar2 asli?"

Sekarang tentang Qur'an asli yang dikenal sebagai mushaf Hafsah. Qur'an ini 
dibakar para pemimpin Muslim segera setelah Hafsah meninggal. Penting untuk 
dipertanyakan, "Mengapa Hafsah tidak mau Qur'an bernaskah ter asli ini dibakar?"

Qur'an "resmi" jaman sekarang datang dari Zaid ibn Thabit, yang merupakan juru 
tulis Muhammad yang paling muda. Zaid, karena usia mudanya, masih hidup ketika 
orang2 terdekat Muhammad lainnya sudah mati. Akan tetapi, akhirnya malah Qur'an 
versi Zaid yang dipilih Uthman sebagai Qur'an yang "resmi."

Muslim2 lain yang sangat dekat hubungannya dengan Muhammad menjadi sangat marah 
ketika Uthman bersikeras hanya ada satu jenis Qur'an saja yang boleh digunakan. 
Sumber2 Islam menunjukkan bahwa keaslian Qur'an sejak jaman Muhammad tidak 
jelas lagi. Jika tidak terdapat versi2 Qur'an yang berbeda, maka tentunya tidak 
akan ada perintah pembakaran.

Kaum Muslim percaya bahwa terdapat tujuh versi Qur'an, tapi hanya Qur'an versi 
Uthman saja yang benar. Jadi para Muslim tidak mempermasalahkan pembakaran 
Qur'an2 versi lain. Akan tetapi, dibutuhkan "iman buta" untuk percaya dan 
menerima pandangan seperti ini.

Jika Muhammad betul2 mampu secara konsisten meramalkan masa depan, maka 
tentunya Qur'an memang berasal dari Tuhan. Akan tetapi kenyataannya tidak 
begitu. Peristiwa politik pembakaran Qur'an versi lain yang dilakukan para 
pemimpin awal Islam membuktikan bahwa Qur'an berasal dari Jibril gadungan dan 
Allah gadungan juga (sseetan).



Kirim email ke