Saudaraku, terimakasih postingannya...
 
Bagus, saudara berkata bahwa ayat-ayat cinta alkitab tersebut ialah keintiman 
percintaan antara Tuhan & umat yang dicintainya? tapi maaf, mana dasar saudara 
berkata seperti itu. Semua itu hanya menurut PENDAPAT SAUDARA / KATA-KATA 
SAUDARA belaka.
 
Jika kita berbicara agama, maka tidak bisa hanya berdasara pendapat saya / 
menurut saya/menurut pendapat orang itu, karena:
1. Pendapat manusia tidaklah sempurna.
2. Bagaimana jika 3 milyar orang didunia ini berpendapat? dapatkah saudara 
bayangkan agama berdasar pendapat manusia?
 
saya sudah tidak aneh mendengar pendapat saudara karena banyak pendapat lainnya 
yang berbeda dengan pendapat saudara, bayangkan, 3 milyar pendapat yang berbeda 
dari manusia yang tidak sempurna!!! Mana yang lebih baik dibanding dengan 
PENDAPAT TUHAN / KATA-KATA TUHAN / FIRMAN TUHAN???
 
1 lagi, kata siapa alkitab tidak dapat dirubah?
 
buktinya ayat babi haram saja bisa dirubah!
1928 babi haram
1964 babi haram
1971 babi masih haram
1979 babi sudah tidak haram lagi karena yang haram itu BABI HUTAN
1985 babi haram lagi
1990 babi haram
2006 babi kembali tidak haram lagi karena yang haram itu BABI HUTAN
 
berdasar kenyataan ini, tidak menutup kemungkinan bagi lembaga alkitab untuk 
merubahnya perlahan demi perlahan.
 
buktinya: Ayat di Yehezkiel : PELIRNYA SEPERTI PELIR KELEDAI DAN PANCARANNYA 
SEPERTI PANCARAN KUDA telah diganti menjadi AURATNYA SEPERTI AURAT KELEDAI DAN 
ZAKARNYA SEPERTI ZAKAR KUDA.
juga kata-kata MATA SUSUNYA DIPERMAINKAN diganti menjadi SUSU KEGADISANNYA 
DIJAMAH-JAMAH!
 
ini jelas lain mas... mata susu dengan susu kegadisan itu lain!
"MATA SUSUNYA DIPERMAINKAN" jelas mengandung arti yang lebih DAHSYAT & LEBIH 
MESUM / LEBIH LUCAH / LEBIH MERANGSANG LIBIDO & GAIRAH BIRAHI ASMARA dibanding 
dengan kata-kata "SUSU KEGADISANNYA DIJAMAH-JAMAH."
 
lebih parah lagi, penghalusan kata-kata ini tidak terjadi pada 80 atau 90 ayat, 
tapi pada seluruh kitab dari kidung agung sejak pasal pertama ayat pertama 
hingga pasal terakhir ayat terakhir!
 
Ada seorang pendeta kristen yang dihukum karena menterjemahkan kidung agung 
langsung dari bahasa aslinya. Mengapa dihukum? karena arti yang sesungguhnya 
adalah ...maaf... bulu kelamin pria...bulu kelamin wanita... batang kemaluan 
pria... daging kelamin wanita... pucuk mata puting payudara wanita ... melumat 
batang kelamin pria ... menyedot daging kelamin wanita... kakak beradik kandung 
bersetubuh... keelokan & mulusnya tubuh wanita... dst dsb... terlalu banyak 
jika dibahas karena hampir seratus ayat cinta yang dirubah...
 
waduh... saya lagi puasa ni mas... tapi biarlah, al imannu bin niat... amal itu 
tergantung niat...
itulah mengapa meski agama Yahudi mengakui Perjanjian lama / Old Testament, 
tapi mereka sama sekali tidak mengakui kitab Kidung Agung / Songs of Solomon 
ini sebagai bagian dari FIRMAN TUHAN / KATA-KATA TUHAN.
 
Orang christian berkata bahwa segala tulisan yang diwahyukan "roh kudus" 
berguna untuk memberi pelajaran, tapi mengapa ayatnya dirubah? apa roh kudus 
lain berbeda pendapat? bagaimana pelajaran bisa tepat jika ayatnya dirubah? apa 
roh kudus lain lebih memiliki moral, norma, adab & sopan santun sehingga 
mengilhami orang lain lagi untuk merubah & menghaluskan kata-katanya?
 
juga, apa gunanya ratusan ayat dari kidung agung mulai pasal pertama ayat 
pertama hingga pasal terahir ayat terakhir??? Tidak ada gunanya sama sekali 
meski telah kata-katanya telah dirubah & diperhalus oleh orang lain yang juga 
mengaku mendapat inspirasi roh kudus lainnya yang lebih bermoral dan mengenal 
rasa malu.
 
Lagipula, jika umat christian mengakui itu sebagai bagian dari Firman Tuhan, 
mengapa mereka malu membacanya?
 
malu untuk membangga-banggakannya? malu menyampaikan ayat-ayat cinta ini pada 
umat agama lain bahkan pada putra-putri gadisnya sendiri atau malah malu pada 
dirinya sendiri?
 
apakah ini berarti manusia lebih memiliki moral & adab sopan santun dibanding 
Tuhan yang "katanya" telah memfirmankan & mewahyukannya???????
 
hanya ada 2 pilihan:
1. tetap percaya 100% itu Firman Tuhan
2. Merubah ayatnya secara perlahan
3. Tidak percaya ayat itu sebagai Firman Tuhan.
 
Silahkan, pilih, saudara memiliki akal untuk memilih & menguji mana yang 
terbaik.
 
ini kenyataan mas... apa artinya? Alkitab christian sudah tidak suci lagi.
harap diingat, perubahan ayat ini tidak hanya terjadi pada hal-hal diatas, tapi 
juga pada praktek ibadah, terutama dalam menyembah pada 1 Allah saja.
 
Mengapa menyembah Tuhan ini menjadi 1 dasar yang sangat WAJIB sekali?
karena baik dalam alkitab maupun alqur'an itu menerangkan bahwa orang yang 
salah / keliru menyembah Tuhan maka amal baik lainnya akan rusak & gugur.
 
Mengapa menyembah Tuhan ini paling utama & sangat penting???
Karena ini merupakan pondasi utama baik dalam kristen maupun islam.
Karena jika salah menyembah Tuhan, maka amalan lainnya sia-sia.
Dan ini bukan pernyataan saya, tapi pernyataan Yesus sendiri dalam alkitab:
 
Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia 
sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah 
itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak 
melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas 
pasir. 
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah 
itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
 
Jadi menyembah Tuhan ibarat Pondasi sebuah bangunan. Kalau pondasinya salah, 
lenyap bangunan itu, lenyap amalan-amalan baik kita. Hal ini pun dinyatakan 
pula dalam Qur'an...
 
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam 
kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, 
dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. 2 
Al-Baqarah:217)
 
Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang 
datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya 
air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) 
Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan 
cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 24 An-Nuur:39)
 
Ini jika dilihat dari segi ayat.
 
Jika dilihat dari segi hakikat, maka manusia diciptakan oleh Allah sebagai 
makhluk paling mulia. Mengapa? Karena manusia itu kecil & lemah, diberi akal & 
nafsu, diberi kebebasan memilih mana yang baik atau salah menggunakan akalnya. 
Berbeda dengan Malaikat yang kuat, terbuat dari cahaya, besar & mampu bergerak 
bagaikan cahaya, tidak memiliki nafsu sehingga selalu patuh pada apa yang 
diperintahkan oleh Allah.
 
Sebagai makhluk paling mulia, tentu dia harus menyembah hanya pada Yang Jauh 
Lebih Mulia yaitu Allah, Tuhan yang sesungguhnya. Disaat manusia mampu 
menggunakan akalnya & menyembah Tuhan yang tepat, maka dia lebih mulia dari 
malaikat.
 
Tapi disaat dia keliru menyembah Tuhan yang tepat dan malah menyembah Nabi yang 
masih juga manusia, atau menyembah batu, atau menyembah hewan atau lainnya yang 
derajatnya lebih rendah dari manusia, maka dia sama dengan merendahkan derajat 
& martabat dirinya sendiri dan juga merendahkan derajat & martabat penciptanya 
yaitu Allah, Tuhan langit & bumi.
 
Dan akhirnya manusia lebih rendah dari binatang karena binatang tidak tahu 
disebabkan tidak diberi akal, tapi kenapa manusia sudah diberi akal tapi tidak 
dipakai dan hanya mendahulukan nafsu & egois dalam menyembah pada Tuhan yang 
salah?
 
Orang yang salah menyembah Tuhan, dia telah merendahkan derajat dirinya, 
derajat Nabi Adam sebagai nenek moyangnya, derajat & kemuliaan Allah 
Penciptanya.
 
Saudara mau contoh ayat menyembah 1 Allah yang telah dirubah? insya Allah, 
tunggu saja waktunya.
 
Shalomo eleikhem… (Yohanes 20:26)
 
------ original message --------
Posted by: "Sitoemorang" [email protected]   
Tue Sep 1, 2009 1:37 am (PDT) 

benar sekali kisah2 itu brother, karena emang begitulah fakta sejarahnya 
dan tidak mungkin bisa di rubah dengan kata-kata indah, nasi telah 
menjadi bubur. jadi cerita itu hanya mengisahkan apa yang terjadi saja, 
kalo sejarah emang buruk, penulis juga harus jujur dan menuliskannya 
sedemikian saja.
perihal kutipan anda dari syair kidung agung adalah syair lagu yang 
mengisahkan keintiman percintaan antara Tuhan dengan umat kesayanganNya.

rs


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke