temanku di Sampit ada jamur kuping sebanyak 1 ton, apa ada yang berminat?

Hary DW <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          kalau saya g salah, saya pernah 
dengar komunitas MAJI (Masyarakat Jamur Indonesia),
tapi info lebih jauhnya saya kurang tahu,
mungkin yang lain ada yang lebih tahu/menambahkan?

----- Original Message ----
From: fadelis sukya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, September 29, 2007 5:01:04 AM
Subject: Re: [agromania] Tentang Standar Kelas Kualitas Jamur Kuping Kering

salam,

wah kayaknya menarik sekali ini pak fajar, dan ini bisa dikatakan langkah
maju untuk meningkatkan kualitas dari produk jamur kuping sendiri. akan
tetapi saya masih blm banyak tau kalo lebih konkritnya untuk solusi masalah
ini. sebenarnya faktor-faktor yang sudah dijelaskan oleh pak fajar tepat
sekali, akan tetapi disini kurang melihat adanya dukungan dari sebuah
komunitas itu sendiri ( komunitas petani/produsen jamur kuping ) atau
mungkin saya saja yg blm tau kalo sudah ada komunitas jamur kuping yang
telah diakui di tanah air ini. sehingga menurut saya dengan adanya komunitas
apalagi kalo komunitas ini sudah punya semacam system sertifikasi, maka
insyaallah akan lebih membantu lagi untuk meningkatkan nilai jual dari
produk ini.

mungkin ini yang bisa saya sampaikan.

br

fadelis
petani jamur -kediri

^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^
I N F O LAYANAN 24 JAM SMS AGROMANIA 
Ingin menjual atau mencari komoditi Agrobisnis (pertanian, perikanan, 
perkebunan, peternakan, pertamanan, kehutanan, agroindustri) dengan cepat dan 
tanpa resiko? Gunakan layanan 24 jam SMS Agromania. Kirim permintaan atau 
penawaran Anda ke : 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9. Jangan lupa, cantumkan spec komoditi 
dan alamat Anda (tanpa ini TIDAK akan kami layani). 
^^^^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^ ^^^^^^^^^

On 9/28/07, Des-FW <basianova54@ yahoo.com> wrote:
>
> Rekan Agromania semua,
>
> Setelah menunggu beberapa minggu, ternyata tidak ada satu tanggapan /
> saran / usulan yang masuk mengenai pertanyaan saya tentang standarisasi
> kelas kualitas jamur kuping kering. Untuk itu, perkenankan saya
> mengajukan usulan standar kualitas yang saya buat. Mohon masukan dan
> saran-sarannya.
>
> ============ ========= ========= ========= =====
>
> STANDAR KELAS KUALITAS JAMUR KUPING KERING
>
> 1. Latar Belakang
>
> Belum adanya standar kualitas baku jamur kuping kering yang dipasarkan
> di Indonesia. Hal ini menyebabkan harga beli dari petani / pembudidaya
> menjadi rendah sementara pembeli merasa harga yang mereka bayarkan
> kepada broker / pengepul terlalu mahal dibandingkan kualitasnya. Belum
> adanya standar ini juga membuat patokan harga menjadi tidak stabil.
>
> 2. Tujuan
>
> Dengan adanya standar yang baku, diharapkan ada suatu aturan yang jelas
> dalam proses perdagangan jamur kuping kering. Petani / pembudidaya akan
> memiliki pegangan yang jelas untuk memenuhi standar yang ada serta
> tidak dirugikan karena harga beli yang kurang wajar, pedagang /
> pengepul / broker akan mudah menentukan harga beli dan harga jual, dan
> pembeli akan memperoleh jaminan bahwa harga yang dibayarkannya sepadan
> dengan kualitas yang diperoleh.
>
> 3. Parameter Standar
>
> Selama beberapa tahun berkecimpung di dalam budidaya jamur kuping,
> penulis mendapatkan suatu kesimpulan yang umum mengenai tingkat
> kualitas jamur kuping. Yang pertama adalah ukuran kelopak jamur kuping
> berbanding lurus dengan kualitasnya. Semakin besar ukuran kelopaknya,
> semakin bagus kualitasnya. Yang kedua, randemen atau perbandingan berat
> antara berat kering dengan berat segarnya. Semakin kecil
> perbandingannya, semakin bagus kualitasnya.
>
> Sementara parameter lain seperti warna dan ketebalan kelopak tidak
> begitu berpengaruh terhadap kualitas sebab bisa dikatakan secara
> otomatis mengikuti ukuran kelopaknya. Dalam arti, jamur yang kelopaknya
> besar biasanya berwarna gelap dan lebih tebal, demikian juga
> sebaliknya.
>
> Untuk itu, sebagai patokan agar tidak terjadi kerancuan, ukuran kelopak
> yang diukur adalah ukuran tiap-tiap kelopak yang ada di dalam satu
> kuntum jamur kuping. Jadi bukan ukuran kuntum secara keseluruhan.
> Sedangkan data randemen bisa diperoleh dari hasil penimbangan panen
> segar dibagi dengan hasil panen yang telah dikeringkan pada suatu
> periode tertentu.
>
> Ukuran kelopak yang dijadikan patokan pengukuran adalah ukuran kelopak
> segar / basah. Hal ini dikarenakan, ukuran kering tidak bisa
> menggambarkan kualitas sebenarnya mengingat penyusutan ukuran ini
> sangat erat kaitannya dengan tingkat randemen. Artinya, jamur kuping
> dengan kelopak segar ukuran A dengan randemen yang kecil maka ukuran
> keringnya akan lebih besar daripada jamur kuping dengan ukuran kelopak
> segar yang sama dengan A tetapi memiliki randemen besar.
>
> 4. Pembagian Kelas Kualitas Berdasarkan Ukuran Kelopak
>
> Penulis membuat 4 (empat) kelompok kelas dengan ukuran kelopak segar /
> basah sebagai acuannya. Kelas-kelas tersebut adalah sebagai berikut:
> - Kelas C: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 8 - 11 cm
> - Kelas B: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 12 - 15 cm
> - Kelas A: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar antara 16 - 21 cm
> - Kelas Super: jamur kuping dengan ukuran kelopak segar di atas 21 cm
>
> 5. Pembagian Kelas Kualitas Berdasarkan Randemen
>
> Penulis membagi menjadi 2 (dua) kelas, antara lain:
> - Kelas 1: jamur kuping mempunyai randemen 1 : 3-3,9; artinya, 1 (satu)
> kilogram berat kering diperoleh dari 3-3,9 kilogram berat segar / basah
> - Kelas 2: jamur kuping mempunyai randemen 1 : 4-5; artinya, 1 (satu)
> kilogram berat kering diperoleh dari 4-5 kilogram berat segar / basah
>
> Perbandingan yang lebih besar tidak dijadikan parameter sebab bisa
> dipastikan kualitasnya sudah tidak memenuhi syarat.
>
> 6. Penetapan Kelas Kualitas
>
> Penulis membagi kelas kualitas jamur kuping menjadi 7 kelompok, yaitu:
>
> - Kelas Super 1: jamur kuping dengan diameter kelopak segar di atas 21
> cm dan randemen 1 : 3-3,9
> - Kelas Super 2: jamur kuping dengan diameter kelopak segar di atas 21
> cm dan randemen 1 : 4-5
> - Kelas A1: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 16 - 21 cm dan
> randemen 1 : 3-3,9
> - Kelas A2: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 16 - 21 cm dan
> randemen 1 : 4-5
> - Kelas B1: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 12 - 15 cm dan
> randemen 1 : 3-3,9
> - Kelas B2: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 12 - 15 cm dan
> randemen 1 : 4-5
> - Kelas C: jamur kuping dengan diameter kelopak antara 8 - 11 cm dengan
> randemen baik 1 : 3-3,9 maupun 1 : 4-5
>
> Kelas C tidak dibagi lagi dengan ukuran randemen sebab kelas C
> ditetapkan sebagai kelas yang paling rendah / dasar sehingga menjadi
> acuan kelas-kelas di atasnya. Jika dibagi lagi menurut randemen,
> dikhawatirkan harga dasar yang stabil justru tidak tercapai.
>
> 7. Kesimpulan
>
> Jamur kuping dengan kualitas Kelas C diharapkan menjadi acuan dasar
> dalam budidaya dan perdagangan jamur kuping. Oleh karena itu, harga
> yang dikenakan pada jamur kuping Kelas C per satu satuan berat menjadi
> harga dasar bagi jamur kuping dengan kelas-kelas kualitas di atasnya.
>
> Artinya, jamur kuping Kelas B2 berhak memperoleh harga yang lebih
> tinggi daripada Kelas C, Kelas B1 memperoleh harga sedikit lebih tinggi
> daripada Kelas B2, Kelas A2 memperoleh harga lebih tinggi daripada
> Kelas B1, dan seterusnya sampai Kelas Super 1 yang berhak memperoleh
> harga tertinggi.
>
> Diharapkan, dengan adanya pembagian semacam ini, semua pihak yang
> terlibat akan memiliki aturan yang jelas. Tidak ada yang merasa
> dirugikan atau diuntungkan terlalu banyak. Persaingan kualitas dan
> harga yang tidak wajar juga diharapkan bisa dihilangkan.
>
> 8. Penutup
>
> Demikianlah apa yang bisa disampaikan penulis. Semoga bisa bermanfaat.
> Namun semuanya berpulang kembali kepada semua pihak yang terlibat.
> Sebaik apapun standar atau aturan, namun jika tanpa disertai itikad
> baik dan kejujuran para pelakunya, tidaklah berguna. Terima kasih.
>
> Semarang, 28 September 2007
>
> Desianto Fajar Wibisono
> A&A Farm, Semarang
> +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-++ -+-+-+-+- + +-++-+-+-+
> INFO!! Telah beredar CD Direktori Penjual dan Pembeli Agro Indonesia Edisi
> 2007-2008. ISI CD: Daftar Penjual dan Pembeli Indonesia di bidang Agrobisnis
> (Pertanian, Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Pertamanan, Kehutanan, Agro
> Industri). RINCIAN DATA: Nama Perusahaan, Nama Direktur, Kontak Person,
> Jumlah Karyawan, Alamat, Propinsi, Kode Pos, No.Ponsel, Telepon, Faks,
> Email, Kategori Bisnis, Status Bisnis, Indeks Komoditi, Range Harga, FOB,
> Tipe Bisnis (importer, eksporter, supplier, trading, produsen), Tahun
> Berdiri, Rencana Bisnis, Deskripsi Perusahaan. JUMLAH DATA: 5.300 data
> (kalau dicetak dalam bentuk buku = 4255 halaman). HARGA CD: Rp 250.000,-
> (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). INFO: SMS 0811-18-59-29, EMAIL:
> [EMAIL PROTECTED] co.id <infokita2%40yahoo. co.id>
>
> [AGROMANIA - online sejak 1 Agustus 2000]
> Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jakarta Selatan
> MILIS: http://groups. yahoo.com/ group/agromania
> +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-+ +-+-+-+-+-++ -+-+-+-+- + +-++-+-+-+
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]

__________________________________________________________
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/ 

[Non-text portions of this message have been removed]



                         


http://www.cash-matrix.net?r=samuel
http://1-dollar.biz/?owner=samuel
       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke