Tidak ada yang salah dengan outsourcing dalam tatanan yang P'Poltak katakan
tetapi outsource yang ditolak dalam may day kemarin adalah model outsource
tenaga kerja di Indonesia yang tidak berpihak pada pekerja dan tidak
menurunkan biaya tenaga kerja.


On 5/5/08, Poltak Hotradero <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hmmmm...
Apakah memang ada sesuatu yang secara inheren benar-benar salah dengan
melakukan outsourcing?
Bukankah dengan melakukan outsourcing suatu negara bisa lebih berkonsentrasi
pada suatu bidang ? Bukankah dengan melakukan outsourcing bisa diperoleh
harga produk yang jauh lebih kompetitif dan lebih terjangkau? Bukankah hal
tersebut baik bagi konsumen?

Atau ada yang salah dengan pendapat tersebut?
At 08:14 PM 5/2/2008, you wrote:

>May day kemarin diisi dengan penolakan terhadap sistem kontrak dan
outsourcing.
>
>Jika azim premji dianggap raja outsourcing, dan etika bisnisnya tinggi,
saya jadi bertanya tanya, perjuangan kaum buruh itu gak dianggap sama sekali
ya oleh kang premji. Lalu bisnis yg beretikanya dimana ?


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke