termasuk menghargai nyawa kodok! bukan begitu Bung!
----- Original Message -----
From: iming tesalonika
To: akhi akhi
Sent: Wednesday, November 05, 2008 8:40 AM
Subject: [AKHI] Hukuman mati dipolemikkan (model pendidikan hukum ala
Indonesia)
Rekan2,
Mengapa persoalan hukuman mati perlu diperdebatkan, dipolemikkan
berlarut-larut oleh kita semua, khususnya para pakar.
Bahwa hukuman mati merupakan refleksi atau produk hukum dari kualitas sebuah
peradaban. Peradaban yang maju yang dicirikan oleh masyarakat yang terdidik,
makmur berkeadilan umumnya sudah menghilangkan produk primitif ini. Negara
tertentu misalnya China dan beberapa negara bagian USA masih menerapkan sanksi
primitif ini. why ? karena kepentingan penguasa mendikte hal tersebut, dengan
paham bahwa produk primitif tersebut adalah cara terefektif membangun
ketertiban dan wibawa hukum.
Negara yang tidak menghargai nyawa atau sudah kebanyakan nyawa atau sebal
dengan nyawa-nyawa orang yang "tidak berguna" menurut definisi mereka, biasanya
tidak segan-segan mengumbar hukuman mati.
Penguasa Indonesia secara politis sebenarnya menghargai nyawa, misalnya
strategi diulur-ulurnya eksekusi vonis mati, untuk membangun persepsi bahwa
penegak hukum sangat tidak tega dan sangat penuh pertimbangan. Selain itu,
penguluran vonnis mati memang ditujukan oleh penegak hukum Indonesia sebagai
upaya untuk memancing perdebatan baik ilmiah atau ngawur, dengan harapan baik
sengaja atau tidak disengaja terjadi proses pendidikan hukum dan penghormatan
terhadap hukum, bahwa di negara ini masih ada wibawa hukum.
POLEMIK PANJANG EKSEKUSI MATI ADALAH PENDIDIKAN HUKUM MURAH & EFEKTIF
Salam,
Iming
Advokat yang melihat polemik sebagai pendidikan hukum efektif
------------------------------------------------------------------------------
From: Kiagus Ismail Hamzah Mahbor <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 4, 2008 7:45:10 PM
Subject: Re: [Hukum-Online] Dihukum mati, seumur hidup, atau dibebaskan saja
setuju........
------------------------------------------------------------------------------
From: Dhany Hunter <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, November 3, 2008 12:22:58 PM
Subject: Re: [Hukum-Online] Dihukum mati, seumur hidup, atau dibebaskan saja
Menurut saya simple aja ya, mereka kan menyatakan berjuang atas dasar
Islam yang pasti tidak sesuai dengan hukum di Indonesia. Jadi ya saya rasa ngga
usah ribet-ribet lah, kalo mau ditembak ya cepetan, kalo mau dihukum seumur
hidup ya cepetan, kalo ngga ya cepetan dibebaskan aja. Soalnya banyak hal lain
yang harus kita urusi di negara ini daripada sekedar masalah bom bali. Lagipula
saya merasa muak lama-lama nonton televisi atau membaca berita tentang pendapat
para ahli baik itu ahli hukum atau ahli agama Islam yang menurut saya ngawur
malah ngga jelas. Kalo memang dianggap salah ya sudah tentukan cepat. Karena
proses peradilannya juga ngga jelas. katakan saja masalah bom yang membuat efek
cendawan yang menurut ahli demolisi dalam dan luar negeri adalah efek bom mikro
nuklir. Itu kan juga ngga pernah dibahas. Kalo mau fair ya olah TKP nya juga
sampe uji bom juga dong. Jadi kalaupun mereka dijatuhi suatu hukuman, tapi
jelas dasarnya. Bukan sekedar membuat publik jadi mereka-reka sendiri. Kan
kasihan, Amrozy cs juga manusia.