--- In [email protected], yamin el rust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apa yang anda uraikan sebagai faktor kunci yang mematikan warnet mungkin ada benarnya tapi tidak berlaku mutlak bahkan untuk wilayah perkotaan sekalipun. Mau contoh? Datanglah ke wilayah Kelapa Gading, Jakarta. Di sana hampir semua bentuk koneksi internet tersedia. Kepemilikan PC? Mungkin kecamatan dengan kepemilikan PC tertinggi di Indonesia. Belum lagi kehadiran sekolah berkurikulum international yang sebagian mewajibkan siswanya memiliki PC/notebook dan terhubung ke internet. Lantas berapa jumlah screen warnet dan gmae center di Kelapa Gading? Perkiraan tahun 2005 sekitar 500 screen, tahun 2006 sekitar 600 screen dan tahun 2007 diperkirakan sudah mencapai 800 screen (cmiiw). Kok bisa ya? Karena warnet itu bersifat dinamis tidak seperti wartel yang statis dan langsung tergilas oleh kehadiran telephone selular. > > Satu informasi tambahan untuk anda. Sampai tahun 2020 Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu warnet, Jika kota sudah jenuh masuklah ke desa. > > tabik, > > Yamin >
Tuh kan.... Jadi tetap lah optimis... Tentunya optimis tidak sama dengan "lupa daratan" atau Myopia (kebutaan karena lebih melihat diri sendiri dan tidak lihat adanya perubahan). Optimis berarti ada langkah upaya kreatif. Jujur saja, saya dari dulu penasran terhadap daerah Kelapa Gading... Awalnya saya mengira Kelapa Gading demikian karena umumnya game center. Ada yang tertarik menjadikannya case study? Hasanuddin Torajanet Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

