Thread ini menjadi menarik yah, karena seperti siklus bioritme, akan timbul tenggelam setelah beberapa saat.
Tulisan saya panjang sekali, jadi yang mau baca silakan mampir di : http://michael.sunggiardi.com/2007/12/28/kilas-balik-usaha-warnet-apakah-masih-prospek/ Opa At 05:18 PM 12/27/2007 +0000, you wrote: >Business model untuk warnet itu sedikit spesifik. Berhasil di satu >tempat belum tentu di tempat lain. Follower itulah yang dicontohkan >oleh Wadi sebagai pemain yang silih berganti datang. Mereka yang >berhasil diandaikan sebagi pilot project yang sukses dan direplikasi >begitu saja oleh follower tanpa melakukan analisa pasar. Learning by >doing menjadi ciri khas padahal rentang investasi yang pendek >mengharamkan ini. Untuk apa bergerombol di ceruk yang semakin sempit >jika hanya menjadi follower? Kuras kreatifitas jika ingin bermain di >ceruk yang sama atau buka relung, celah, pangsa di tempat lain, desa >misalnya. Prospek warnet ada di sana. > >tabik, > >Yamin >eks follower > >--- In [email protected], "Nizar Bunyamin" <[EMAIL PROTECTED]> >wrote: > > > > Apapun jenis bisnisnya menurut saya bukan di masalah prospektif atau >tidak > > prospektifnya, melainkan dari sisi bisnis modelnya, Air ASia berdiri >dimasa > > keruntuhan airlines tapi mampu menjadi entitas bisnis yang taking profit > > from day one of operation. Menanyakan apakah suatu bisnis prospektif >atau > > tidak sama saja dengan berniat menjadi follower, di semua jenis bisnis > > akan selalu ada yang berjaya dan ada yang runtuh, walau di bisnis yang > > sifatnya konsesi seperti minyak, ataupun di bisnis yang persainganya >secara > > regulasi diatur untuk sedikit, tetap saja selalu ada yang jatuh. Jadi > > menurut saya feeling dan hitungan pribadi lah yang akan menjawab >pertanyaan > > ini. > > > > On Dec 27, 2007 10:46 PM, wadi wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > secara prospek target pasar memang menjanjikan. > > > negara berpenduduk banyak seperti Indonesia memang lahan bisnis yg >sangat > > > bagus, apapun itu industri dan produknya. > > > opini saya, yg perlu lebih mendapat perhatian adalah iklim bisnisnya. > > > Kayaknya sich persaingan makin lama makin ketat, ada persaingan yg >kurang > > > sehat pula. Juga ini adalah kecenderungan bisnis UKM, bukan skala > > > raksasa-internasional macam telko dan airline, di mana struktur > > > permodalannya bisa dapat suntikan dari mana-mana. > > > > > > salam sukses > > > -wadi- > > > > > > Irwin Day <[EMAIL PROTECTED] <irwin.day%40gmail.com>> wrote: Mengapa > > > warnet masih prospek? > > > > > > silahkan dipikirkan sendiri angka-angka di bawah: > > > > > > 1. Jumlah pendudu 250 juta > > > 2. Jumlah pengakses internet 20 juta > > > 3. Jumlah komputer di indonesia kurang lebih 6 juta > > > 4. Tingkat penghasilan yang rendah menyebabkan komputer masih menjadi > > > "barang mewah" > > > 5. Walaupun dibeberapa kota harga akses internet sudah ada di kelas > > > 200ribu/bln, tapi disebagian besar wilayah Indonesia harga akses masih > > > terhitung (sangat) mahal. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

