Itu benar banget Pak Taufiq, alhamdulilah saya sendiri sudah mampu bertahan 
lebih dari 6 tahun, komputer di warnet saya sendiri sudah diregenerasi 2 kali 
selama ini.
   
  Dulu sekali saya membuka harga perjam kepada pelanggan Rp 3.500 / jam, bahkan 
sempat ke Rp 4.000 ketika jamannya Ragnarok Online sedang booming, tetapi 
lambat laun dengan makin banyaknya warnet/game.net yang bermunculan di 
sekeliling kompleks maka harga Rp 3.500 itu pelan turun ke Rp 3.500 bahkan 
sekarang sudah ke Rp 2.000 / jam nya.
   
  Pernah sekali waktu saya keliling ke daerah Jelambar, Jakarta Barat, 
warnet/game.net disana bahkan mematok tarif Rp 800 / jamnya... OMG !
   
  Sebagai gambaran, dengan modal investasi Rp 150 juta, kita bisa mendirikan 
warnet sekitar 25 PC + 1 PC Billing (26 unit) dengan raupan omzet sekitar Rp 
500rb - 600rb / harinya.
  Berarti selama sebulan kita akan memiliki pendapatan sekitar Rp 15 - 18 jt / 
bulan.
  Untuk biaya operasional, listrik, biaya sewa tempat, biaya langganan internet 
ke ISP, gaji pegawai, air, telp, belanja mouse + keyboard, power supply, fan, 
ditambah iuran-iuran lingkungan, dll bisa mencapai Rp 12 jt per bulannya.
  Meaning profit kita Rp 3 - 6 jt.. tapi tunggu dulu kita harus hitung biaya 
penyusutan PC kita bukan ?
   
  Harga PC anggaplah Rp 4,5 jt, biaya penyusutan 30 % / tahun = 2,5 % / bulan.
  Biaya penyusutan per PC Rp 112.500 / bulan x 26 PC = Rp 2. 925.000
   
  Profit kita Rp 75.00 s/d Rp 3 jt lebih dikit.
   
  Apakah kondisi ini ideal untuk iklim usaha kita ?
  Rp 3 juta sebagai penghasilan tetap sangatlah minim, anggaplah kita tabung Rp 
1 juta / bulannya untuk jaga2 kalo tiba2 pemilik tempat tidak mau lagi 
memperpanjang sewa tempat, maka tinggal Rp 1-2 juta saja.
   
   
  Poin saya sebenarnya lebih ditujukan kepada para pengusaha warnet baik yang 
baru maupun lama untuk lebih memperhatikan tarif kita kepada pelanggan kita.
   
  Bagi pengusaha warnet/game.net yang baru untuk lebih bijak dalam mengeluarkan 
strategi pricing ketika berusaha mencoba mengambil porsi pasar yang sudah lebih 
dahulu dikuasai pemain lama.
   
  Begitu juga dengan pengusaha warnet/game.net yang lama hendaknya lebih bijak 
dalam mengatur keuangan, ingat bahwa semakin ke sini aplikasi-aplikasi yang 
ingin dipakai oleh pelanggan kita semakin beragam dan semakin membutuhkan 
spesifikasi hardware yang lebih up to date.
   
  Ditambah dengan gempuran ISP-ISP besar yang telah memiliki infrastruktur yang 
mapan mampu juga menghadirkan koneksi internet sampai ke rumah-rumah dengan 
harga yang sangat terjangkau, membuat saya semakin pesimis dengan 
keberlangsungan usaha kita ini.
   
  Diperlukan sebuah bentuk upaya yang lebih besar, entah itu pematokan harga 
minimal bersama ataupun AWARI mampu melobi para dealer peripheral PC untuk bisa 
menyediakan suku cadang kepada para pengusaha warnet, agar usaha ini tetaplah 
berjalan dan dapat dijadikan salah satu penopang keuangan dalam hidup.
   
  Tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, tapi mudah2an tulisan saya ini 
bisa menjadi perenungan untuk kita bersama.
  

"Taufiq A. Rachman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          On Dec 26, 2007 4:20 PM, Satya Nicholas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau untuk warnet saya rasa makin susah mas untuk bertahan di tahun-tahun
> ke depan.
> Hal yang paling mematikan dari semua hal yang sudah mas fazli sebutkan
> adalah persaingan harga yang semakin ketat.
>
> Dilihat dari cost and benefit saja sebenarnya usaha warnet ataupun juga
> game.net sebenarnya merugi secara tidak kelihatan.
> Harga penyusutan komputer setiap tahunnya begitu tajam dan hal ini tidak
> akan tampak selama 2-3 tahun pertama karena kebanyakan suku cadang PC masih
> bergaransi, akan tetapi begitu akhirnya memasuki tahun ke 4 serta ke 5
> ketika suku cadang itu sudah tidak lagi beredar di pasaran memaksa para
> pemilik warnet / game.net untuk membeli sebuah PC baru yang tentu saja
> harganya tidaklah murah.

Ada beberapa hal yang banyak dilupakan oleh beberapa pengusaha warnet.
Salah satunya adalah mengejar target untuk balik modal lebih cepat
dengan memangkas (atau mungkin melupakan, atau mungkin juga tidak
tahu) salah satu hal yang penting yaitu BIAYA PENYUSUTAN.

Biaya penyusutan ini (beberapa rekan saya menyebutnya biaya
amortisasi) dimasukkan dalam kategori biaya pengeluaran (operasional)
dan bersifat IDLE selama beberapa tahun. Dalam manajement saya, biaya
ini dimasukkan ke rekening bank yg beku (tidak bisa ditarik dalam
jangka waktu tertentu). Saya menghitung biaya penyusutan sebesar 30%
per tahun, sehingga dalam jangka waktu 3 tahun, PC yg saya miliki
hanya memiliki nilai 10% dari harga beli pertama dan siap untuk
dilelang dengan dengan harga minimal 15% dari harga beli pertama kali.

Nah, dengan demikian saat memasuki tahun ke 3 berjalannya warnet, maka
ada biaya untuk membeli PC yang baru dan me-lelang PC yang lama.
Sebenarnya biaya penyusutan ini seharusnya MUTLAK dimasukkan dalam
sistem manajemen warnet agar warnet anda dapat sustain dan up to date
setiap 3 tahun. Dengan demikian warnet anda tetap akan bisa menyaingi
warnet baru sekalipun dengan PC dan Hardware yang baru pula.

Begitupun dengan biaya sewa tempat, dalam manajemen saya memasukkan
biaya tersebut setiap bulannya dalam rekening yg beku tersebut,
sehingga saat nanti saya harus membayar sewa tahun berikutnya, sudah
tersedia dana tersebut.

Bagaimana jika biaya penyusutan ini tidak dimasukkan ??

Ya kejadiannya mungkin bisa seperti yg sdr Satya Nicholas nyatakan,
warnet bisa down (dan dianggap merugi tanpa kelihatan) dalam 3 tahun,
saat ada warnet baru dengan PC baru, warnet anda akan "kelabakan"
mencari cara untuk bersaing & tetap hidup, sehingga timbullah perang
harga karena warnet anda sudah mendapatkan pemasukan 3 tahun dan mamu
untuk survive dengan harga rendah.

Lalu apa efeknya jika biaya penyusutan tersebut dimasukkan dalam operasional ??

Yang teramat jelas terlihat adalah efek mundurnya (lambatnya) balik
modal, karena yang seharusnya bisa balik modal dalam 1 tahun,
kemungkinannya bisa mundur hingga 2 tahun....
Nah, warnetters tinggal memilih.... apa mau balik modal cepet terus
keluar duit lagi untuk re-invest, atau bersabar demi "sehat" nya
warnet di tahun2 berikutnya.... Itu adalah pilihan.... :-)

Sekedar berbagi...... :-)

Salam
MPIQ


                         

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke