Trend internasional belum kita ikuti, dimana mana akselerasi pengguna
internet itu terjadi karena pertumbuhan konten lokal, di kita itu tidak
terjadi baik secara infrastruktur maupun secara konten, koneksi lokal yang
biasa kita sebut IIX sebenarnya rancu, karena yang terjadi adalah JIX
(Jakarta Internet Exchange) karena baru jakarta yang bisa menikmati koneksi
lokal 1 mbps dengan harga 1 juta bahkan lebih murah. Di negara manapun rasio
penggunaan bandwith lokal selalu antara 1 : 5 dimana 5 itu adalah penggunaan
bandwith lokal.

Konten lokal diperlukan agar pasar pengguna warnet bisa lebih lebar,
pengguna internet yang tidak bisa berbahasa inggris jika kita asumsikan
terdapat 3 kali lebih besar dari yang ada masihlah terlalu kecil.

Strategi konten lokal saya fikir bisa dilakukan dengan berbagai cara :

1. Lokalisasi konten, andai anggota milis ini bisa dengan sukarela
menterjemahkan artikel wikipedia sebanyak 1 artikel dalam 1 minggu, maka
dalam setahun kita bisa memperoleh konten lokal sebanyak 52 x 8000.

2. Political pressure kepada operator telekomunikasi untuk mengalokasikan
capex nya untuk membuat divisi konten, mengingat bisnis konten pada saat ini
memang bukan bisnis yang mnguntungkan dalam jangka pendek.

Dari sisi infrastruktur, dari banyak pembicaraan dengan para pemain di dunia
telekomunikasi, sebetulnya sangat banyak infrastruktur jaringan yang masih
idle, tidak didayagunakan. Namun disini para operator telekomunikasi terkena
syndrom pak raden, yang lebih menyukai jambunya busuk daripada dijual murah.
Hanya di masalah kemauan untuk para operator telekomunikasi menjual koneksi
lokal dengan harga murah.Saya pikir akan sangat mudah untuk telkom untuk
memberikan service up to 384 kbps untuk internasionalnya, 1 mbps untuk
koneksi IIX, dan 10 Mbps misal untuk koneksi antar speedynya. Kapan ini akan
terjadi ??, marilah berdoa dan berusaha dengan mendemo TELKOM misalnya. :D





On 12/29/07, hasanuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Michael S. Sunggiardi wrote:
> >
> > Tapi begitu "mainan" chatting sudah tidak populer lagi, berangsur-angsur
> > warnet rontok dengan otomatis, termasuk warnet-warnet yang tadinya
> > jago-an,
> > di tahun 2004/2005 hanya sekitar 40-an warnet kali yang maju dan mundur
> > bergantian.
> >
>
> Jika dulu "mainan" chatting menjadi trigger boomingnya warnet, sekarang
> dan esok, kira2 apa trigger bagi berkembangnya bisnis warnet lagi? Apa
> persyaratan trigger tersebut bisa muncul?
>
> Hasanuddin
> Torajanet
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke