Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

> Image yang berkembang di masyarakat bahwa untuk
> menghasilkan pendidikan yang bagus harus dengan biaya
> yang mahal adalah salah.Ana sendiri berasal bukan dari
> sekolah mahal dan juga teman-teman ana yang satu
> sekolah, alhamdulillah dengan ijin Allah dapat
> memperoleh hasil yang baik dan memperoleh pekerjaan
> yang baik. Dan juga cerita dari teman-teman ana,ada
> yang dari desa terpencil yang tdk tahu tentang
> komputer.akhirnya dapat kuliah di ILKOM UI.

Nah..., yang harus ditanyakan kenapa dengan biaya yang tidak mahal, bisa 
sekolah di UI, masuk PT bergengsi, dan lain sebagainya.
Apa sih rahasianya? Ini yang seharusnya digali...
Apakah gurunya dengan digaji murah siap berjuang untuk mendidik para 
siswanya?
Bagaimana para siswanya? bagaimana para orang tuanya?
Bagaimana ceritanya sehingga bisa sukses?
Kalau bisa dijalin ceritanya, tentunya kita bisa merunut di mana letak 
keberhasilannya...
Dari runutan tersebut, tentunya kita bisa ambil hikmahnya dan kita contoh 
yang baik-baiknya yang sesuai syari'at untuk diterapkan supaya 
generasi-generasi mendatang bisa seperti mas febri dan teman-temannya. Bisa 
sekolah di UI, bisa sekolah di PT bergengsi... Tentunya kita senang khan, 
kalo hal ini bisa terwujud...

> Itu mungkin ana berbicara dari sisi Dunia.ana mau
> tanya seperti apa pendidikan yang berkwalitas itu?
> Mungkin ikhwan dan akhwat ada yang bisa menjelaskan.

Tergantung tolak ukur kualitasnya... atau keberhasilannya...
Ada sekolah yang punya tolak ukur, yang penting pembelajarannya aktif, 
kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
Pokoknya anak-anak didik happy belajar di sekolah..., sesuai dengan prinsip 
learning by playing, learning by doing, dst...
Terserah aqidah dan persoalan diniyahnya bagaimana..., apakah shalatnya 
pakai nawaitu atau bagaimana, yang penting sekolah
saya sekolah Islam... Ini labelnya, guru-gurunya pakai kerudung/jilbab, 
agama kita ajarkan, musik juga kita ajarkan...

Ada lagi kualitas yang diukur dari jumlahnya siswa yang NEMnya tinggi, atau 
yang masuk SPMB...
Trus, ada lagi kualitas yang berorientasi kebangsaan dan global...
Ada lagi yang dilihat dari segi kurikulumnya.

Macam-macam lah... Tergantung lembaga penyelenggara pendidikan tadi. 
menentukan..

Sekarang kalau kita ingin mendirikan sekolah berkualitas yang bermanhaj 
salaf. Tentunya sudah ada kata kunci di sana.
Kita ingin ada sekolah yang gak kalah sama sekolah-sekolah Islam yang 
bermunculan sekarang tapi dalam koridor pemahaman para shahabat.
Dalam hal apa? Dalam hal pembelajarannya, materi pelajarannya, diniyahnya, 
dan sebagainya.

Kalau kita cuma bisa berkata, ooo sekolah itu sukses karena mereka ada 
melanggar rambu syariatnya. Komentar sedikit, trus yah gak tertarik lah.
Harusnya, sebagai seorang yang mengaku bermanhaj salaf, kita terpacu dong... 
Kok, bisa yah mereka bikin sekolah bagus, dipercaya sama orang.
Atau, kok bisa yah mereka bikin sekolah yang isinya anak-anak dhu'afa semua, 
gratis lagi.., tapi guru-gurunya digaji layak. Kapan yah, kita bisa bikin 
sekolah seperti itu sehingga anak-anak ikhwan/akhwat yang kemampuan 
finansialnya rendah bisa mengecap sekolah yang diniyahnya terjaga dan 
pengetahuan umumnya terpenuhi...

Kadang-kadang kita kalo belum menjalin rumah tangga, punya anak... belum 
terbayang, bagaimana sekolah anak saya ntar...
Saya bisa memahami hal ini... Karena yang namanya tergugah, kadang-kadang 
butuh waktu lama...

Tentunya, kita harus bisa merasakan kesedihan dan keberatan orang tua...
Waktu anak pertama masuk sekolah, ah kuat lah nanggung biayanya, sekolahkan 
ke Ibn Baz di Yogya atau Imam Bukhari di Solo.
Anak kedua masuk sekolah, masih kuat lah... SPP dan ongkos jemput anak 
setiap tahun masih bisa tertanggung.
Sudah anak ketiga, keempat.... Mikir lah... Celingak-celinguk di kotanya, 
ada gak mahad seperti di Yogya atau di Solo?
Gak ada. Bingung lah, orang tua... Nekat sekolahkan, yang terjadi mungkin 
SPP sering nunggak. Yang kelimpungan mahad tempat anaknya sekolah.
Defisit besar-besaran... Itu pun gaji guru cuma dapat 300rb sebulan, bahkan 
ada yang 1500 per jam mengajar...
Bagi yang hidup di kota-kota besar, gak terbayang khan, gaji cuma 300rb 
sebulan... Bisa hidup berapa hari...?

Ada lagi yang berfikir praktis.... tapi konyol... Anaknya dimasukkan ke 
mahad, tapi gak bayar-bayar uang sekolahnya. Cuek saja...
Makan anaknya juga gak dibayar... Pokoknya, tenang saja. Yang penting anak 
saya sekolah, dah ada yang ngurusi...
Tanggung jawab sebagai orang tua yang harus memberi makan, terlupakan 
akhirnya....
Dan kejadian seperti ini, ternyata lumayan banyak....

Pernahkan kita terpikir agar kondisi seperti itu tidak terjadi 
berlarut-larut...?

Atau mungkin bagi kita semua, gak apa-apa lah. Anak kita sekolah di umum. 
Biarkan saja mereka diajarkan aqidah yang salah, diajarkan menyanyi, musik, 
menari, dst... ntar di rumah kita perbaiki...deh... Ntar, kita beritahu, ini 
salah, ini haram. Beres khan... Beres memang, tapi yang akhirnya bingung 
anaknya....
Kalau gak anaknya yang bingung antara memilih sekolah dengan di rumah, orang 
tuanya bingung... bagaimana cara memperbaikinya.... Anakku kok sekarang 
pintar menyanyi... kemana hafalan Al-Qur'annya? Dan banyak lagi kebingungan 
orang tua...?

Ada yang bisa sekolah di mahad salafy hingga SMP misalnya, habis itu bingung 
mau sekolah SMAnya di mana? Lha bagaimana,  gak kuat sekolahkan dia lagi... 
Adik-adiknya banyak, yang harus disekolahkan juga... Demikianlah sepuluh, 
seratus hingga seribu kebingungan menggelayuti para orang tua yang sudah 
tidak kuat lagi menyekolahkan anaknya... Kalo yang berpikiran praktis, 
pokoknya anak saya terjamin diniyahnya kok. Ini gak masuk pembicaraan 
kita...
Karena bagaimanapun kalo mendidik sendiri itupun harus ada syarat kita punya 
waktu luang di samping kesibukan mencari nafkah..., anak-anak gak banyak, 
istri masih bisa bantu mendidik anak.... Tapi lama kelamaan, kita ada batas 
kemampuan, tetap saja kita harus menunjuk seseorang untuk membantu mendidik 
anak kita... Dan tentu saja harus digaji khan...

Kalau mau jujur, memang rasanya mumet lah... Tapi terserah kalau kita belum 
punya kepedulian terhadap hal tersebut. Mangga wae lah...
Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu, kita terbangunkan akan pentingnya 
kita beri sumbangsih dalam majunya dakwah ini...
Tapi minimal begini... Pendidikan bisa jadi ladang dakwah bagi kita, dan 
banyak bidang lainnya...
Kalau kita tidak bisa berkorban harta dan pikiran, jangan terlalu banyak 
mengkritik tanpa memberikan solusi... Kritik sah-sah saja, tapi kita berikan 
solusinya juga... Jangan hanya bisa menyalahkan, tapi harus bisa juga 
meluruskan dan memberi saran harus bagaimana.... Kalau semua itu gak bisa, 
maka dukunglah, dan diam itu adalah emas...

Soal sekolah murah dan berkualitas, bisa gak kita mewujudkannya tanpa harus 
terlebih dahulu membuat mahad atau bahasa enaknya punya gedung dan fasilitas 
pendukung....? Kalau menunggu adanya gedung berdiri, maka sampai kapan pun 
kita tidak akan bisa memulai... Karena tergantung sama adanya gedung...

Tapi bisakah kita tanpa gedung, mungkin hanya bermodalkan rumah sendiri atau 
rumah ikhwan, anak-anak ikhwan/akhwat bisa sekolah seperti layaknya 
anak-anak umum lainnya bahkan tidak kalah bagusnya, dapat ijazah, biayanya 
murah, diniyahnya terjaga, hafal Al-Qur'an, jadi calon juru dakwah di 
masyarakat, punya ketrampilan praktis yang bisa dijadikan mata pencaharian 
bagi dia, sedangkan guru-gurunya terjamin kesejahteraannya, dst?

Mungkin, seperti kelihatan rada-rada mustahil... Tapi sebagai seorang yang 
beriman kepada Allah, tentunya usaha dan tawakkal adalah jalannya. Karena 
Allah pasti memberi jalan kepada para hambaNya yang ingin berbuat 
kebaikan... Maka jawabannya, OPTIMIS dan TERUS BERUSAHA...

Karena kenapa orang lain bisa, padahal mereka tidak mengenal manhaj salaf, 
mereka hanya orang umum yang ingin pendidikan generasi muda bangsa ini maju. 
Kenapa orang lain bisa mendirikan sekolah buat anak-anak dhu'afa, kenapa 
kita tidak... Orang lain bisa, tentunya kita harus bisa lagi... Begitu, 
khan...

Wassalamu 'alaikum warahmatullah

Sulaiman Rasyid (L. 1977)
"Yang ikut-ikutan mencetuskan sekolah salafy yang murah dan berkualitas" 







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke