Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh
afwan ana mau ikutan ngomentari kalaupun belum mampu mendirikan sekolah sendiri (butuh tempat, tenaga pengajar, modal dll yg banyak) kenapa tidak memperkaya lembaga2 yang sudah dirintis, spt Bin Baz, Imam Bukhari, An Najiyah, ma'had2 lain.. Bagaimana caranya? masalah yg dibawakan akh Sulaiman di bawah memang memprihatinkan. karena uang spp banyak yang nunggak, gaji gurunya pun ikut2an sedikit... bukannya meragukan keikhlasan pengajar2 ma'had, tp apa dengan bayaran sedikit, guru2 bisa mengajar dgn baik? mereka perlu upgrade, mungkin perlu beli buku2 untuk nambah ilmu, perlu ngadakan perjalanan mungkin untuk studi banding.. tp dengan bayaran segitu bgmn..? lalu mungkin kalau anak2 melunasi SPP, siapa tau sekolahnya bisa menambah tenaga ahli? maka ana hanya ingin menyampaikan yg ana pikirkan.. bahwa sebaiknya masalah biaya ini dulu yang diselesaikan.. ada segelintir/banyak ikhwah salafy yg kesulitan membiayai anak2nya utk sekolah, tapi ana yakin banyak juga ikhwah yg memiliki kelebihan.. krn itu, hanya ingin membagi ide, bagaimana kalau ikhwah salafy di indo (atau di manapun) merintis lembaga "penghubung/penyalur" biaya dr ikhwah yg mampu untuk yg tdk mampu.. teknisnya, ikhwah2 yg tdk mampu membiayai anaknya mendaftarkan anaknya, selanjutnya lembaga itu mencari orang tua asuh yg mau mendaftarkan diri. Untuk membiayai anak-anak asuh, mungkin bisa dilakukan 2 cara: 1. penyumbang tetap, ya'ni jd ortu asuh. mrk nanti membiayai anak asuh mungkin sampai lulus 2. penyumbang tdk tetap/ sukarela. utk anak2 yg belum ditemukan ortu asuh, dibiayai dr sini. di sekitar tempat tinggal ana, ada sekolah yg murid2nya menerima beasiswa dr luar negri, kl tidak salah dr kanada atau amerika. orang kanada/amrik itu jd ortu asuh, membayari SPP, beli alat2 perlengkapan sekolah & mengirim foto/surat seperti saudara sendiri kepada anak2 asuhnya. dgn bgitu mrk dapat simpati dr anak2 asuh mrk. kl ini langkah kristenisasi bgmn?? seharusnya ikhwah kita lebih tergugah untuk menarik simpati dr anak2 usia sekolah, spy teguh iman mereka. satu lagi yang penting adalah promosi. mungkin sudah ada lembaga yg ana maksud di indo, tp ana belum pernah dengar.. karena itu yg penting adalah mengiklankan (poster, website, selebaran dll) lembaga ini supaya banyak ortu asuh yag mendaftar, dan banyak pula anak asuh yg terdaftar. mslh SPP pun bisa diminimalisir insyaAllah. mungkin ahli2 IT di indo bisa bantu mengiklankan. apalagi kalau bisa dibuat website dlm berbagai bahasa (indo, english, arab..) siapa tau ada ikhwah dr luar yg mau jd ortu asuh juga, iya kan.. Juga dibuat semudah mungkin bagi penyumbang utk menyalurkan dananya (sebut nomer rekening dll) ya sudah itu aja yang kepikiran.. hanya ide yang terlintas.. ana sendiri pun belum membicarakan ini dgn siapapun & belum mungkin untuk merintis sendiri.. sekali lagi hanya bagi2 ide.. afwan kalau ada yang kurang karena ana tidak sedang di indo & tdk begitu mengetahui keadaan lapangan wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh --- In [email protected], "Sulaiman Rasyid" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Waktu anak pertama masuk sekolah, ah kuat lah nanggung biayanya, > sekolahkan ke Ibn Baz di Yogya atau Imam Bukhari di Solo. > Anak kedua masuk sekolah, masih kuat lah... SPP dan ongkos jemput > anak setiap tahun masih bisa tertanggung. > Sudah anak ketiga, keempat.... Mikir lah... Celingak-celinguk di > kotanya, ada gak mahad seperti di Yogya atau di Solo? > Gak ada. Bingung lah, orang tua... Nekat sekolahkan, yang terjadi > mungkin SPP sering nunggak. Yang kelimpungan mahad tempat anaknya > sekolah. > Defisit besar-besaran... Itu pun gaji guru cuma dapat 300rb > sebulan, bahkan ada yang 1500 per jam mengajar... > Bagi yang hidup di kota-kota besar, gak terbayang khan, gaji cuma > 300rb sebulan... Bisa hidup berapa hari...? > > Ada lagi yang berfikir praktis.... tapi konyol... Anaknya > dimasukkan ke mahad, tapi gak bayar-bayar uang sekolahnya. > Cuek saja... > Makan anaknya juga gak dibayar... Pokoknya, tenang saja. Yang > penting anak saya sekolah, dah ada yang ngurusi... > Tanggung jawab sebagai orang tua yang harus memberi makan, > terlupakan akhirnya.... > Dan kejadian seperti ini, ternyata lumayan banyak.... > > Pernahkan kita terpikir agar kondisi seperti itu tidak terjadi > berlarut-larut...? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
