Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Dengan penjesalan dibawah ini berarti batas dibolehkannya masjid yang
ada kuburannya adalah dipisahkan oleh tembok atau semacamnya yang
menutupi kuburan itu dari (paling tidak) pandangan kita. Apakah betul
seperti itu? Mohon penjelasan.
Hal ini karena di daerah sekitar kami, banyak masjid yang di
luar-luarnya ada kuburan-kuburan orang yang mewakafkan tanahnya untuk
pendirian masjid tersebut beserta makam keluarga yang lain. 
Sekali lagi saya mohon penjelasan secara lebih detail mengenai hal ini.
Karena ada beberapa teman yang bertanya mengenai hal ini kepada saya,
tetapi saya tidak berani menjawab secara tegas. Jazakalloh.

Wassalam,

Mochammad Nur Cholis


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Naufal
Sent: Tuesday, May 31, 2005 9:24 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Nanya Bantahan Syubhat kuburan Nabi SAW ?

----- Original Message -----
From: "ibnu_oban" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, May 28, 2005 1:44 PM
Subject: [assunnah] Nanya Bantahan Syubhat kuburan Nabi SAW ?
> Assamu'alaikum
> Ikhwah ... ana mau minta bantuan nih. Tolong kirimkan bantahan
>Ulama2 tentang nyatunya kuburan Nabi SAW dgn masjid Nabawi di Madinah, 
>karena ada teman ana dari kelompok lain yg kelompok2 itu masjid2nya 
>banyak kuburan, padahal dalam syar'i itu hukumnya haram. Teman ana itu 
>ber-dalil bahwa, di Madinah aja kuburan Nabi SAW berada dalam daerah 
>masjid.
> Tolong ana yah ... dgn sumber2 dalil2-nya
>
> Jazakalloh khoir
>
> Wassamu'alaikum

wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh


"Kuburan Nabi saw ada di dalam Masjid beliau, yang dapat disaksikan
hingga saat ini. Kalau memang hal ini dilarang, lalu mengapa beliau
dikuburkan disitu ?

Jawabannya:
Keadaan yang kita saksikan pada jaman sekarang ini tidak seperti yang
terjadi pada jaman sahabat.  Setelah beliau wafat,  mereka
menguburkannya didalam biliknya yang letaknya bersebelahan dengan
masjid, dipisahkan oleh dinding yang ada pintunya. Beliau biasa masuk
masjid lewat pintu itu.

Hal ini telah disepakati oleh semua ulama, dan tidak ada pertentangan
diantara mereka. Para sahabat mengubur jasad beliau didalam biliknya,
agar nantinya orang-orang sesudah mereka tidak menggunakan kuburan
beliau sebagai tempat untuk shalat, seperti yang sudah kita terangkan
dalam hadits 'Aisyah dibagian muka. Tapi apa yang terjadi dikemudian
hari di luar perhitungan mereka. Pada tahun
88 Hijriah, Al Walid bin Abdul Malik merehab masjid Nabi dan memperluas
masjid hingga kekamar 'Aisyah. Berarti kuburan beliau masuk ke dalam
area masjid. Sementara pada saat itu sudah tidak ada satu sahabatpun
yang masih hidup, sehingga dapat menentang tindakan Al Walid ini seperti
yang diragukan oleh sebagian manusia.

Al Hafizh Muhamad Abdul-Hady menjelaskan didalam bukunya Ash- Sharimul
Manky: "Bilik Rasulullah masuk dalam masjid pada jaman Al Walid bin
Abdul Malik, setelah semua sahabat beliau di Madinah meninggal. Sahabat
terakhir yang meninggal adalah Jabir bin Abdullah.
Ia meninggal pada jaman Abdul Malik, yang meninggal pada tahun 78
Hijriah. Sementara Al Walid menjadi khalifah pada tahun 86 Hijriah, dan
meninggal pada tahun 96 Hijriah. Rehabilitasi masjid dan memasukkan
bilik beliau kedalam masjid, dilakukan antara tahun-tahun itu.

Abu Zaid Umar bin Syabbah An Numairy berkata di dalam buku karangannya
Akhbarul-Madinah: "Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah
pada tahun 91 Hijriah, ia meribohkan masjid lalu membangunnya lagi
dengan menggunakan batu-batu yang diukir, atapnya terbuat dari jenis
kayu yang bagus. Bilik istri-istri Nabi saw dirobohkan pula lalu
dimasukkan kedalam masjid. Berarti kuburan beliau juga masuk kedalam
masjid."

Dari penjelasan ini jelaslah sudah bahwa kuburan beliau masuk menjadi
bagian dari masjid nabawi, ketika di Madinah sudah tidak ada seorang
sahabatpun. Hal ini ternyata berlainan dengan tujuan saat mereka
menguburkan jasad Rasulullah di dalam biliknya.

Maka setiap orang muslim yang mengetahui hakikat ini, tidak boleh
berhujjah dengan sesuatu yang terjadi sesudah meninggalnya para sahabat.
Sebab hal ini bertentangan dengan hadits-hadits shahih dan pengertian
yang diserap para sahabat serta pendapat para imam.
Hal ini juga bertentangan dengan apa yang dilakukan Umar dan Utsman
ketika meluaskan masjid Nabawi tersebut. Mereka berdua tidak memasukkan
kuburan beliau ke dalam masjid.

Maka dapat kita putuskan, perbuatan Al Walid adalah salah. Kalaupun ia
terdesak untuk meluaskan masjid Nabawi, toh ia bisa meluaskan dari sisi
lain sehingga tidak mengusik kuburan beliau. Umat bin Khattab pernah
mengisyaratkan segi kesalahan semacam ini. Ketika meluaskan masjid, ia
mengadakan perluasan di sisi lain dan tidak mengusik kuburan beliau. Ia
berkata: "Tidak ada alasan untuk berbuat seperti itu." Umar memberi
peringatan agar tidak merobohkan masjid, lalu memasukkan kuburan beliau
ke dalam masjid.

Karena tidak ingin bertentangan dengan hadits dan kebiasaan
khulafa'urrasyidin, maka orang-orang Islam sesudah itu sangat
berhati-hati dalam meluaskan masjid Nabawi. Mereka mengurangi
kontroversi sebisa mungkin. Dalam hal ini An-Nawawi menjelaskan di dalam
Syarh Muslim: "Ketika para sahabat yang masih hidup dan tabi'in merasa
perlu untuk meluaskan masjid Nabawi karena banyaknya jumlah kaum
muslimin, maka perkuasan masjid itu mencapai rumah Ummahatul-Mukminin,
termasuk bilik 'Aisyah, tempat dikuburkannya Rasulullah dan juga kuburan
dua sahabat beliau, Abubakar dan Umar. 
Mereka membuat dinding pemisah yang tinggi disekeliling kuburan,
bentuknya melingkar. Sehingga kuburan tidak langsung nampak sebagai
bagian dari masjid. Dan orang-orangpun tidak shalat ke arah kuburan itu,
sehingga merekapun tidak terseret pada hal-hal yang dilarang.

Ibnu Taimiah dan Ibnu Rajab yang menukil dari Al-Qurthuby,
menjelaskan: "Ketika bilik beliau masuk ke dalam masjid, maka pintunya
di kunci, lalu disekelilingnya dibangun pagar tembok yang tinggi. Hal
ini dimaksudkan untuk menjaga agar rumah beliau tidak dipergunakan untuk
acara-acara peringatan dan kuburan beliau dijadikan patung sesembahan."

Dapat kami katakan: Memang sangat disayangkan bangunan tersebut sudah
didirikan sejak berabad-abad di atas kuburan Nabi saw. Disana ada kubah
menjulang tinggi berwarna hijau, kuburan beliau dikelilingi
jendela-jendela yang terbuat dari bahan tembaga, berbagai hiasan dan
tabir. Padahal semua itu tidak diridhai oleh orang yang dikuburkan
disitu, yaitu Rasulullah saw. Bahkan ketika kami berkunjung kesana, kami
lihat disamping tembok sebelah utara terdapat mihrab kecil. Ini
merupakan isyarat bahwa tempat itu dikhususkan untuk shalat dibelakang
kuburan . Kami benar-benar heran. Bagaimana bisa terjadi paganisme yang
sangat mencolok ini dibiarkan begitu saja oleh suatu negara yang
mengagung-agungkan masalah tauhid ?

Namun begitu kami mengakui secara jujur, selama disana kami tidak
meliahat seorangpun mendirikan shalat didalam mihrab itu. Para penjaga
yang sudah ditugaskan disana mengawasi secara ketat agar mencegah
manusia yang datang kesana dan melakukan suatu yang bertentangan dengan
syariat disekitar kuburan Nabi saw. Ini merupakan suatu yang perlu
disyukuri atas sikap pemerintah Saudi. 
Tetapi ini belum cukup dan tidak memberikan jalan keluar yang tuntas.
Tentang hal ini  sudah lama kami katakan di dalam buku Ahkamul Jana' iz
wa Bida'uha: "Seharusnya masjid Nabawi dikembalikan ke jamannya semula,
yaitu dengan membuat tabir pemisah antara kuburan dengan masjid, berupa
tembok yang membentang dari uatara ke selatan. Sehingga setiap orang
yang masuk ke masjid tidak dikejar oleh macam-macam pertentangan yang
tidak diridhai pendirinya. Kami merasa yakin, ini merupakan kewajiban
pemerintah Saudi, kalau ia masih ingin menjaga tauhid yang benar.
Andaikata ada rencana perluasan kembali, maka bisa melebar kesebelah
barat atau sisi lainnya. Tapi ketika diadakan perbaikan lagi, ternyata
masjid Nabawi tidak dikembalikan ke bentuknya yang pertama pada jaman
sahabat."

[Oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, diambil dari uku
"Peringatan !  Menggunakan Kuburan Sebagai Masjid" Bab. IV/Hal.
50-83]
 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke