Assalamu alaikum warahmatullahi
Ikhwan dan akhwan sekalian yang saya hormati. Semoga selalu dalam hidayah Allah Subbahana wataala. Saya mohon bantuan untuk diberikannya saran kepada saya terhadap masalah saya yang saya hadapi sekarang ini.
Empat tahun lalu saya telah menikahi seorang nonmuslim, yang alhamdulillah telah menjadi muslim. Karena kasih sayangnya istri saya terhadap ibunya yang nonmuslim, dia ingin saya bersama keluarga untuk tinggal bersama ibunya dengan alasan untuk merawatnya. Sampai sekarang keiinginannya telah saya penuhi dan insyaAllah saya berharap suatu saat ibunya bisa masuk Islam juga. Perlu diketahui, setelah 2 tahun menikah Alhamdulillah istri saya mulai untuk memakai jilbab dan kami berdua berusaha untuk mendalami Islam lebih dalam lagi sesuai sunnah Rasul Saullahu alai wassalam. Dan Alhamdulillah hidup kami penuh dengan kebahagian selama tinggal di negara yang mayoritas nonmuslim ini.
Yang menjadi kendala kami adalah ibunya mulai membenci dan marah kepada saya karena dia bilang saya terlalu mengkontrol istri dan anak saya untuk menjadi fanatik. Ibunya melarang keras dan selalu bilang ke istri saya kalau dia tidak suka istri saya pakai jilbab. Sampai-sampai dia menyuruh saya pisah dengan istri dan anak saya. Karena istri saya sayang sekali kepada ibunya, dengan terpaksa dia menuruti kehendaknya. Melihat keadaan itu, saya menjadi sangat marah kepada ibunya dan memutuskan untuk pindah rumah bersama keluarga saya.. saya sempat naik pitam dan membentak ibunya, tetapi dia selalu mengancam istri saya kalau pindah rumah dia akan bunuh diri. Yang akhirnya istri saya memohon kepada saya untuk mengampuni ibunya dan untuk tidak pindah rumah.
Terpaksa lagi saya turuti keinginannya...tetapi sampai sekarang ini saya jadi membenci ibunya dan jadi kurang menghormati ibunya karena istri saya tidak pakai jilbab dan mulai tidak mau belajar Islam lagi. Setiap saya paksa dia belajar tentang Islam. Istri saya malah melawan saya dan bilang kepada saya jangan kuatir tentang saya....nanti diakhirat saya tidak akan menuntut kamu dan semuanya adalah tanggung jawab saya. Astafirullah all adzim, saya menjadi sedih dan waktu itu saya berkeinginan untuk menceraikan istri saya. Tetapi teman saya ( muslim ) selalu menasehatkan saya untuk tetap bersabar, jangan bercerai dan mengalah demi keluarga untuk sementara. Disamping itu saya memulai untuk boikot segala undangan atau pertemuan dengan pihak keluarga ibunya yang non muslim itu.
Perlu diketahui, untuk sementara ini saya tidak bisa pindah dari negara ini dikarenakan saya mempunyai suatu usaha perdagangan disini.
Yang jadi pertanyaan saya adalah
1. Apakah sikap saya terhadap ibunya ( nonmuslim ) salah ?
2. Bagaimanakah sikap saya terhadap istri saya ?
Saya mohon maaf kalau emailnya terlalu panjang. Semoga Allah Subbahana Wataala membalas segala kebaikan dan memberikan pahala yang berlimpah kepada ikhwan dan akhwan sekalian yang terus berusaha untuk menyebarkan kebenaran tentang Islam.
Jazak Allahu Khairan
Wassalamu alaikum warahmatullahi
Abu Salahuddin
( 3 Ramadhaan 1395 A.H.)
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
SPONSORED LINKS
| Islam | Beliefs | Religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
