Wa'alaikumus salam Warahmatullahi Wabarahkatuh,

Para ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi'in berbeda pendapat tentang
menulis hadits kepada beberapa pendapat :
1. Sebagian mereka membencinya diantaranya adalah Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud dan
Zaid bin Tsabit.
2. Sebagian lainnya membolehkan diantaranya adalah Abdullah bin Amr dan Anas
bin Malik, Umar bin Abdul Aziz serta kebanyakan para sahabat.
3. Kemudian mereka sepakat untuk membolehkannya dan hilanglah perbedaan.

Hadits dibukukan ketika jaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz (wafat 101H).
Khalifah Umar bin Abdul Aziz menulis surat yang isinya memerintahkan Abu
Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm Al Anshari (wafat 117 H) gubernur di
Madinah. Bunyi perintah itu sebagai berikut :
"Perhatikanlah hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam lalu tulislah
dia, karena sesungguhnya aku kwatir akan hilangnya ilmu dan wafatnya ulama,
dan janganlah kau terima kecuali hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam"
(Riwayat Bukhari (1/33) dan Ad Daarimi (1/126)).

Setelah Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm Al Anshari menerima perintah
khalifah, beliau memerintahkan Ibnu Syihab Az Zuhri (50-124 H) seorang ulama
besar dan pemuka ahli hadits supaya mengumpulkan dan menulis hadits-hadits
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam. Inilah pengumpulan hadits generasi
pertama kemudian dilanjutkan dengan generasi kedua oleh Ibnu Juraij (wafat
150 H), Said bin 'Arubah (156 H), Al Auzai (wafat 156 H), Sufyan Ats Tsauri
(wafat 161), Imam Malik bin Anas (93 - 179 H), Abdullah bin Mubarak (118 -
181 H), Hammad bin Salamah (wafat 188 H), Husyaim dan Imam Syafi'i (150-204
H).
Kitab hadits yang masyur pada generasi ini adalah Imam Malik bin Anas dalam
kitab Al Muwaththa'.

Di madinah yang pertama kali menulis hadits adalah Imam Malik bin Anas, di
Mekah yang pertama kali menulis hadits adalah Ibnu Juraij, di Syam yang
pertama kali menulis hadits adalah Al Auzai, di Kuffah yang pertama kali
menulis hadits adalah  Sufyan Ats Tsauri, di Basrah yang pertama kali
menulis hadits  adalah Hammad bin Salamah.

Untuk lebih luas dan detail silahkan merujuk ke :
1. Al Masaa-il (masalah-masalah agama) jilid ke 3 masalah 80 dari halaman
183 - 314 karya Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, penerbit Darul Qolam
Jakarta Cetakan ke 2 tahun 2004 M.
2. Taisir Musthalah Hadits karya Dr. Mahmud Thahhan (dosen ulumul hadits
Fakultas Syari'ah dan Dirasah Islamiyah Universitas Islam Madinah) edisi
Indonesia Ulumul Hadits, studi kompleksitas hadits Nabi penterjemah Drs.
Zainul Muttaqin penerbit Titian Ilahi Press Yogjakarta Cetakan ke III Maret
2003.
3. Rekaman Daurah Tokyo 2 Hari 1 Mei 03 03 "Dasar-dasar Ilmu Hadits" oleh Al
Ustadz Abu Ihsan Al Atsari Al Medani.

Benar, Imam Abu Hanifah berguru pada sahabat yaitu Anas bin Malik di Kuffah
untuk lebih jelas bisa di baca di buku "Kesatuan Aqidah Empat Imam Mahdzab"
karya Dr. Nashir bin Abdillah Al Qifari.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh

Andiono Setiawan


----- Original Message -----
From: "Marsudi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, March 15, 2006 3:52 PM
Subject: [assunnah] Tanya masalah pembukuan Hadist

> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
>
> Para ikhwan yang berilmu, bisa gak menerangkan kepada saya yg lemah ini
tentang sejak kapan Hadits itu dibukukan ?
> dan apakah benar Imam Abu Hanifah itu murid sahabat ra ?
>
> Terima kasih sebelumnya.
>
> Wa'alaikumussalaam warohmatullohi wabarokatuh
>
> Marsudi





--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke