Wa'alaikum salam, Bagaimana dengan perkara sampai tidak menjawab salam orang yang "katanya ahlul bid'ah" ? Apa yang dimaksud bahwa setiap bid'ah tempatnya di neraka?
Wassalamu'alaikum Pada tanggal 4/14/06, dhea s <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > assalamualaikum > > 1. Benar itu ucapan temen anda yg di Pakistan. Itu juga disebut oleh Imam > Syathibi dalam al-i'tisham-nya. Salah satu hal adalah bid'ah yg dilakukan > oleh seseorang, bisa jadi akan terhapus karena keshalihannya yg banyak yg ia > lakukan selama di dunia. > 2. TAPI inget. Temanya sedang bicara bahaya bid'ah!!!! Setiap muslim mesti > sepakat atas bahaya bid'ah. > 3. Makanya, zina juga begitu. Bisa terhapus dgn taubat dan rajam atau > cambuk. Lalu, apakah kalo begini, kita tidak mewanti-wanti dari bahaya > zina??!! > > Dhea > Wassalamu alaikum > =======> > > Irwansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ana punya teman, beliau salah satu pelajar di Abu Bakar Univ. Pakistan. > Ana pernah menanyakan hal ini kepada beliau, dan beliau menjawab dengan > pertanyaan balik, ' Bagaimana dengan kedudukan orang yang melakukan satu > amal kebajikan akan mendapatkan sepuluh hasanah, sedangkan bila melakukan > kesalahan dalam agama hanya akan mendapatkan satu dosa, bukankan dengan > rahmat Allah amal kebajikannya akan menutupi dosa-dosanya? ' > > Lalu ana bertanya dengan orang yang melakukan dosa syirik, beliau menjawab > bahwa hal ini tidak bisa disamakan dengan perbuatan bid'ah. > > Satu hal yang juga menjadi ganjalan dalam hati ana, berapa banyak hari ini > muslim indonesia sudah terjerumus dalam perkara-perkara bid'ah, apakah bila > mereka mati dalam keadaan seperti ini mereka akan masuk ke nerakanya Allah? > > Bagaiamana caranya menasihati orang-orang yang melakukan perkara-perkara > bid'ah ini? apalagi yang melakukannya adalah orang-orang yang sudah tua. > > > > Pada tanggal 4/11/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > |[EMAIL PROTECTED] > > |Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > | > > | Ana mau bertanya tentang perkara bid'ah. "....kullu bid'atin dholalah > > | wakullu dholalatin finnar.." Apakah "penggalan" hadits ini bermakna > > bahwa > > | semua orang yang melakukan perkara bid'ah akan masuk neraka? Kalau ada > > | seseorang yang boleh dikatakan ta'at kepada Allah, tapi sehabis sholat > > | berjama'ah dia bersalam-salaman dengan jama'ah sholat, apakah orang > ini > > | sudah masuk kategori ahli bid'ah? Apa saja kriteria sehingga seseorang > > itu > > | dikatakan ahli bid'ah? > > | > > | Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. > > > > > > Wa'alaykumussalam warohmatullaahi wa barokaatuh > > > > '...Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar' - ....Semua > > bid'ah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka' demikian > penggalan > > yang diucapkan oleh lisan Rosulullaah Shallallahu 'alayhi wassallam > > > > Tidak diragukan lagi, apa-apa yang keluar dari mulut suci Rosulullaah > > Shallallahu 'alayhi wassallam adalah wahyu yang diwahyukan > > (QS:An-Najm[53]:3-4), sehingga apa-apa yang dikatakan, yang diperbuat, > yang > > ditetapkan, dan yang dimiliki oleh Beliau Shallallahu 'alayhi wassallam > > adalah 'Sunnah' yang menjadi contoh bagi ummat Muhammad Shallallahu > 'alayhi > > wassallam hingga akhir zaman. > > > > Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan segala apa yang > > diperlukan manusia dalam ibadah, mu'amalah dan kehidupan mereka, yakni > > firman Allah Ta'ala yang artinya. "Pada hari ini telah Ku sempurnakan > untuk > > kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku > ridhoi > > Islam itu jadi agama bagimu". (QS:Al-Maa'idah[5]: 3). > > > > Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan segala sesuatu > > berkenan dengan agama, baik melalui perkataan, perbuatan atau > persetujuan > > beliau. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkannya > langsung > > dari inisiatif beliau, atau sebagai jawaban atas pertanyaan. Kadangkala, > > dengan kehendak Allah, ada seorang Badui datang kepada Rasulullah > > Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bertanya tentang sesuatu masalah > dalam > > agama, sementara para sahabat yang selalu menyertai Rasulullah > Shallallahu > > 'alaihi wa sallam tidak menanyakan hal tersebut, Karena itu para sahabat > > merasa senang apabila ada seorang Badui datang untuk bertanya kepada > Nabi > > Shallallahu 'alaihi wa sallam. > > > > Apabila masalah tadi sudah jelas dan menjadi ketetapan kita, maka > > ketahuilah bahwa siapapun yang berbuat bid'ah (perkara baru dalam > ibadah), > > walaupun dengan tujuan baik, maka itulah bid'ahnya, selain merupakan > > kesesatan, adalah suatu tindakan menghujat agama dan mendustakan firman > > Allah Ta'ala, yang artinya : "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk > kamu > > agamamu". > > > > Karena dengan perbuatannya tersebut, dia seakan-akan mengatakan bahwa > > Islam belum sempurna, sebab amalan yang diperbuatnya dengan anggapan > dapat > > mendekatkan diri kepada Allah belum terdapat di dalamnya. dan mereka > > (pengikut hawa nafsu dan pengekor ahlul bid'ah) telah menuduh > Rosulullaah > > Shallallahu 'alayhi wasallam masih menyembunyikan 'Risalah' pada agama > ini > > dan menuduh para sahabat sebagai generasi buruk yang menyembunyikan > 'Ilmu > > agama. --Allohul musta'aan > > > > Ucapan "Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar" sering > > diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam ketika > ber-khutbah, > > dan apa saja yang sering diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi > > wasallam maka hal tersebut adalah penekanan pada peringatan bagi > ummatnya > > baik yang dikatakan berulang-ulang atau yang lebih 1x disebutkan dalam > > perkataannya. dan bukankah Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam > adalah > > pemberi peringatan ?? namun Alhamdulillah Rasulallaah shallallahu > 'alayhi > > wasallam juga pemberi khabar gembira. > > -- Lihat firman Allah ta'ala (QS:Ali 'Imran[3]:31) dan > > (QS:Al-A'raaf[7]:158) > > > > Adapun ketika seseorang melakukan perkara yang menyelisi Allah ta'ala > dan > > (juga) Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam walaupun dia seorang > taat > > beragama (dalam pandangan manusia) maka dia bukanlah seorang yang taat, > > karena dia tidak mengerjakan amalan-amalan yang shaleh (amalan yang > > di-ikhlaskan hanya kepada Allah ta'ala semata dan mutaba'ah (mencontoh) > > Nabi-Nya Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam. > > -- firman Allah ta'ala yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, > > janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada > Allah. > > Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". > > (QS:Al-Hujuraat[49]:1). > > > > Mengenai bersalam-salaman, maka ini dilihat terlebih dahulu apakah > > bersalam-salamanya selesai akhir sholat (salam) ataukah selesai > berdzikir > > ataukah ketika betul-betul selesai sholat. > > # Jika menetapkan (harus) selesai salam lantas bersalaman maka adalah > > perbuatan yang menyelisihi Sunnah * karena yang seharusnya dilakukan > > seharusnya adalah berdzikir. > > # Jika menetapkan (harus) selesai berdzikir, kemudian bersalam-salaman > > dengan berdiri kemudian membentuk formasi agar satu sama lain > bersalaman, > > ini juga tdk ada contohnya, yang seharusnya bersalaman dan mengucapkan > salam > > ini justru ditetapkan ketika kita bertemu dengan sesama saudara muslim. > > # Jika menetapkan ketika ingin keluar masjid atau masuk masjid, karena > > ada suatu keperluan atau berpisah, kemudian bersalaman dan mengucapkan > > salam, maka inilah Sunnahnya !! > > "Bila dua orang muslim bertemu lalu bersalaman, maka diampuni dosa > > keduanya" (Hadits riwayat Abu Dawud) > > > > Perlu antum ketahui, bahwa perkara bid'ah kebanyakan dilakukan karena > > ikut-ikutan (taqlid), fanatik (ta'asshub) dan sumber dari itu semua > adalah > > ke-BODOH-an (jahl) dalam beragama. Mereka anggap ibadah itu hanya > Sholat, > > Puasa, Zakat, Haji !! mereka hanya mem-bebek sama ustadz-ustadz > 'gadungan', > > mengikuti Kyai-kyai yang jahil, ulama-ulama yang jelek, dan fanatik pada > > mazhab tertentu yang justru banyak tdk dia ketahui tentang mazhab yang > > dianut tersebut. --Allohul musta'aan. > > > > Mereka lupakan perkataan, perbuatan, penetapan, akhlah, sifat Nabi yang > > terakhir diutus oleh Allah ta'ala. Sebagaimana yang dikatakan Rosulullah > > Shallallahu 'alayhi wassallam "Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, > jika > > kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat > > selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya". (Hadist Riwayat > Malik > > secara mursal (Al-Muwatha, juz 2, hal. 999). > > > > maka dari itu akan dikatakan bid'ah jika terkumpul pada 3 (tiga) syarat > di > > bawah ini: > > 1. perkara tersebut baru, dan tdk terdapat di zaman Rosulullah > shallallahu > > 'alayhi wassallam (sebagian (juga) mengatakan tdk terdapat pada zaman > para > > shahabat radhiallahu ta'ala 'anhu > > 2. perkara tersebut disandarkan kepada Ibadah > > 3. perkara tersebut tdk memiliki dalil yang mendukungnya/menyertainya > baik > > dari Al-Qur'an atau As-Sunnah > > > > Wallahu 'alam bisShowab > > Abu Yahya Bin Rahmat Syamsuri > > > -- > Irwansyah > Network Operation Center > PT. Mobile-8 Telecom > 0888 185 2137 -- Irwansyah Network Operation Center PT. Mobile-8 Telecom 0888 185 2137 -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
