On 4/25/06, roni andriani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalammu'alaikum warrohmatullohiwabarokaatuh. >
Wa 'alaikumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh, Masalah doa tidak ada perselisihan mengenainya bahwa kita dapat mendoakan muslim baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Dalam doa kita memohon kepada Allah Ta'ala. Juga beberapa amalan seperti haji dan shadaqah diterangkan dalam hadits shahih bahwa hal itu dapat dilakukan atas nama orang yang telah meninggal. Begitu juga mengenai ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah diterangkan dalam hadits shahih. Sedangkan dalam konteks membaca Al-Qur'an untuk mayit, apakah yang dikehendaki? Jika yang dikehendaki adalah mengirim pahala, apakah kita yakin bahwa bacaan Al-Qur'an kita itu diterima? Apakah ada dalil bahwa pahala bacaan Al-Qur'an itu bisa dikirim? Namun beda lagi masalahnya jika seseorang menjadikan bacaan Al-Qur'an-nya (atau amal shalih lainnya) sebagai wasilah untuk berdo'a. Tawasul ini termasuk yang disyari'atkan sebagaimana kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka berdo'a kepada Allah Ta'ala dengan menjadikan amal shalih mereka sebagai wasilah. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
