insya Allah ini bisa menjawab :
1. Mengangkat Tangan Pada Waktu Berdo'a Setelah Shalat Fardhu

MENGANGKAT TANGAN SETELAH RUKU

Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Sebagian orang ada yang mengangkat tangan setelah bangun dari ruku seperti 
mengangkat tangan tatkala berdoa. Cara seperti ini tidak ada contohnya akan 
tetapi yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam adalah 
seperti mengangkat tangan pada waktu Takbiratul Ihram. Barangsiapa yang 
melakukan perbuatan tersebut hendaknya dihindari dan diperingatkan dengan 
keras. Dari Abdullah Ibnu Umar bahwa tatkala beliau memulai shalat bertakbir 
sambil mengangkat kedua tangan dan tatkala mengucap : 'Sami'allahu liman 
hamidah' mengangkat kedua tangan dan tatkala bangun dari rakaat yang kedua 
beliau juga mengangkat kedua telapak tangan, dan hadits ini disandarkan oleh 
Ibnu Umar kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.


MENGANGKAT TANGAN PADA WAKTU BERDOA SETELAH SHALAT FARDHU.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah ada hadits yang menganjurkan berdoa 
mengangkat tangan setelah shalat fardhu, sebab ada orang yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat tangan tatkala 
berdoa setelah shalat fardhu ?

Jawaban.
Sepengetahuan saya tidak ada dalil dari hadits Nabi Shallallahu'alaihi wa 
sallam maupun contoh dari para sahabat tentang berdoa mengangkat tangan setelah 
shalat fardhu. Dan apa yang dikerjakan oleh sebagian orang berdoa mengangkat 
tangan setelah shalat fardhu adalah perbuatan bid'ah berdasaerkan sabda Nabi.

'Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan yang bukan dari 
ajaranku, maka tertolak' [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda.

'Artinya : Barangsiapa yang mengada-ada sesuatu yang bukan dari ajaranku, maka 
tertolak' [Muttafaqun 'Alaih]
[Fatawa Islamiyah 1/319]
[Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du'a edisi Indonesia Kesalahan Dalam 
Berdo'a hal. 70-72 Darul Haq]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1039&bagian=0

2. APAKAH SESEORANG BOLEH BERDO'A KETIKA SHALAT FARDHU ?

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Bolehkah seseorang berdo’a di tengah 
shalat wajib, misalnya setelah melakukan beberapa rukun seperti ketika sujud 
seusai membaca Subhanallah lalu berdo’a Allahummaghfirli warhamni (Ya 
Allah ampunilah aku dan rahmatillah aku) atau do’a yang lain ? Saya 
berharap mendapatkan nasihat yang bermanfaat.

Jawaban
Disyariatkan bagi seorang mukmin untuk berdo’a ketika shalatnya di saat 
yang disunnahkan untuk berdo’a, baik ketika shalat fardhu maupun shalat 
sunnah. Adapun saat berdo’a katika shalat adalah tatkala sujud, duduk di 
antara dua sujud dan akhir salat setelah tasyahud dan shalawat atas Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum salam. Sebagaimana telah disebutkan 
dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berdo’a 
ketika duduk di antara dua sujud untuk memohon ampunan. Telah diriwayatkan pula 
bahwa beliau berdo’a ketika duduk di antara dua sujud

'Allahummagfilii, warhamnii, wahdinii, wajburnii, warjuqnii, wa'aafinii'

"Artinya : Ya Allah ampunilah aku, rahmatillah aku, berilah hidayah kepadaku, 
cukupilah aku, berilah rezeki kepadaku dan maafkanlah aku"

Nabi Shallallahu "alaihi wa sallam juga bersabda.

"Artinya : Adapun rukuk maka agungkanlah Rabb-mu, sedangkan ketika sujud 
bersungguh-sungguhlah dalam berdo'a, niscaya segera dikabulkan untuk kalian" 
[Diriwayatkan oleh Muslim di dalam shahihnya]

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah 
ketika sujud, maka perbanyaklah do'a (ketika itu)"

Di dalam Ash-Shahihian dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepadanya berkata :

"Kemudian hendaknya seseorang memilih permintaan yang dia kehendaki"

Dalam lafazh yang lain.

"Kemudian pilihlah do’a yang paling disukai lalu berdo'a"

Hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Hal ini menunjukkan 
disyariatkannya berdo’a dalam kondisi-kondisi tersebut dengan 
do’a yang disukai oleh seorang muslim, baik yang berhubungan dengan 
akhirat maupun yang berkaitan dengan kemaslahatan duniawiyah. Dengan syarat 
dalam do’anya tidak ada unsur dosa dan memutuskan silaturahim. Namun 
yang paling utama adalah memperbanyak do’a dengan do’a yang 
diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, 
Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, terbitan At-Tibyan – 
Solo]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1560&bagian=0


3.Mengangkat Kedua Tangan Pada Saat Khutbah Jum'at Dan Mengusap Wajah Sesudah 
Berdo'a

MENGANGKAT KEDUA TANGAN PADA SAAT KHUTBAH JUM’AT

Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih


Pertanyaan.
Syaikh Abddul Aziz bin Baz ditanya : “Apa hukumnya mengangkat kedua 
tangan bagi makmum tatkala mengamini doa imam pada waktu khhutbah 
Jum’at. Dan apa hukumnya mengeraskan ucapan amin ?”

Jawaban.
Tidak ada anjuran baik bagi imam maupun bagi makmum untuk mengangkat tangan 
tatkala berdo’a pada waktu khutbah jum’at sebab Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Khulafaurrasyidun tidak melakukan 
hal tersebut.

Akan tetapi jika berdoa istisqa’ dalam khutbah Jum’at, maka 
dianjurkan bagi imam dan makmum untuk mengangkat tangan pada waktu berdoa 
istisqa’, karena pada waktu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam membaca do’a istisqa’, beliau mengangkat tangannya dan 
juga para jama’ah bersama beliau.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri 
tauladan yang baik bagimu” [Al-Ahzab : 21]

Dibolehkan membaca amin bagi makmum pada waktu mendengar doa imam pada saat 
khutbah Jum’at asalkan tanpa mengeraskan suara”
[Fatawa Islamiyah 1/427]


MENGUSAP WAJAH SESUDAH BERDOA

Sebagian orang sesudah berdoa mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya, 
padahal tidak ada hadits satupun yang shahih yang membenarkan perbuatan 
tersebut. Yang paling baik adalah mengikuti sunnah Rasul dan yang paling buruk 
adalah segala tindakan menentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam. Seorang yang berdoa hendaknya tidak mengusapkan kedua telapak tangan 
sesudah berdoa, sebab tanpa itu dia akan mendapat pahala.

Abu Daud berkata bahwa saya mendengar Imam Ahmad ditanya oleh salah seorang 
tentang hukum mengusap wajah sesudah berdoa, maka beliau menjawab : “Saya 
tidak pernah mendengar itu dan saya tidak pernah mendapatkan sesuatu tentang 
itu. Abu Daud berkata : Saya tidak pernah melihat Imam Ahmad mengerjakan hal 
itu. [Abu Daud dalam Masail Imam Ahmad hal.71]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahwa mengangkat tangan pada saat berdoa 
adalah sunnah berdasarkan hadits-hadits yang sangat banyak, tetapi tentang 
mengusap wajah dengan kedua telapak tangan tidak saya temukan kecuali satu atau 
dua hadits, itupun tidak bisa dipakai sebagai dasar amalan tersebut.[Majmu 
Fatawa 22/519]

Syaikh Al-Izz bin Abdussalam berkata bahwa tidaklah mengusap wajah dengan kedua 
telapak tangan sesudah berdoa kecuali orang-orang bodoh saja. [Fatawa Izz bin 
Abdussalam]
[Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan 
Dalam Berdo’a hal. 75-76 &81-82ul Haq]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1326&bagian=0





boy lesmana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Assalamu'alaikum Warahmatullahi 
wabarakatuh,
 
 Ana baru mengenal manhaj salaf, ana ada beberapa
 pertanyaan mengenai mengangkat tangan dalam berdoa,
 mohon pencerahannya dari rekan-rekan...
 
 1. Apakah berdoa setelah sholat fardu boleh dilakukan
 dengan mengangkat tangan dan adakah dalilnya. Dalam
 mengankat tangan apakah telapak tangannya menghadap
 keatas atau menghadap kemuka.
 
 2.Setahu ana (mohon dikoreksi) sewaktu sujud dan
 setelah attahyatul terakhir sebelum salam adalah saat
 waktu berdoa yang makbul, ana mau tanyakan apakah kita
 boleh berdoa dengan bahasa sehari-hari dan apakah
 dibaca didalam hati atau dikeraskan.
 
 3.Apakah doa  yang dipimpin seperti doa oleh khatib
 jumat harus kita aminkan secara bersama2 dan boleh
 mengangkat tangan.
 
 Maaf kalau sekiranya pertanyaan ana terlalu banyak,
 atas jawaban dari rekan2, ana mengucapkan terima
 kasih.
 
 Wassalamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.  
 



                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke