Ikhwan wa akhwat sekalian .... Permasalahan YaQ ini memang sangat membingungkan dan simpang siur. Ketika ana menyebutkan penyimpangan2-nya (termasuk membolehkan anaknya pacaran, dsb) dari manhaj para shahabat kepada seorang teman, maka teman tsb menimpali dengan berkata : "memang.. dahulunya beliau seorang hedonis dan cenderung jauh dari agama namun pada akhirnya dia bertaubat. Boleh jadi semua pendapat2 tsb telah ditinggalkannya, namun justru itulah yang dipakai oleh orang lain untuk mendiskreditkannya."
Tetapi yang penting bagi kita bukanlah YaQ-nya tetapi bagaimana kita mengambil manhaj para shahabat dan mengikutinya. Mengenal yang benar untuk diikuti dan yang salah untuk dijauhi....... Memang benar bahwa menyebutkan pribadi seseorang (namanya, dll) untuk memperingatkan orang lain agar menghindar darinya adalah PERLU. Namun, perlu juga dipahami bahwa inti dari semua itu adalah bagaimana agar orang2 mengetahui kesalahan tsb kemudian meninggalkannya. Bukan semata2 karena kita hendak mendiskreditkan pelakunya. Untuk ini ada baiknya kita kembali menyegarkan pemahaman dengan membaca kitab tulisan syaikh Ar-Ruhailiy dalam msalah ini. (ana lupa judulnya.. afwan). wassalaam, Padli ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
