Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Berikut ana nukilkan jawaban Al ustadz Abdullah Taslim hafidzahullah ketika beliau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan penolakan Nabi shollallahuâalaihiwasalla untuk mendo'akan najd pada hadits tersebut. Untuk selengkapnya bisa dibaca di link ini http://muslim.or.id/?p=156
Adapun pertanyaan al akh Kurniadi tentang makna hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari tentang penolakan Nabi shollallahuâalaihiwasallam untuk mendoakan Najd, maka hadits ini telah dijelaskan maknanya oleh para ulama terdahulu yang menjelaskan makna hadits-hadits kitab shahih Bukhari, shahih Muslim dll, dan para ulama ini semuanya wafat jauh sebelum lahirnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (tahun 1115 H, ada juga yang mengatakan tahun 1111 H), jadi mereka sama sekali bukan termasuk pengikut wahabi.
Ada sekitar enam kitab syarah (penjelasan) hadits-hadits shahih Bukhari dan satu kitab syarah hadits-hadits shahih Muslim yang sempat saya baca, dengan izin Allah subhanahuwataâala, tentang makna hadits ini, kitab-kitab tersebut: Aâlamul Hadits (jld 4/hal. 2330, cet. Ummul Quro, Mekkah) karya Al Khaththabi (wafat tahun 388 H), Syarh Ibnu Baththaal (10/44, cet. Maktabah Ar Rusyd) karya âAli bin Khalaf Ibnu Baththaal (wafat 444/449 H), Al Kawakib Ad Darari (24/168, cet. Dar ihya at turats al arabi) karya Muhammad bin Yusuf Al Kirmani (wafat 786 H), Fathul Baari (13/58-59, cet. Dar as salam, Riyadh) karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al âAsqalani (wafat tahun 852 H), âUmdatul qaari (24/200, cet. Dar al fikr, Beirut) karya Badrudiin Al âAini (wafat 855 H), Irsyadus saari (10/41, cet. Dar al kutub al âilmiyah) karya Ahmad bin Muhammad Al Qusthallani (wafat 923 H) dan Syarah Shahih Muslim (18/238-239, cet. Dar al maârifah) karya Imam An Nawawi (wafat 686 H). Semua kitab
tersebut menjelaskan bahwa makna âNajdâ dalam hadits tersebut adalah wilayah timur Madinah, yang meliputi wilayah Irak dan sekitarnya. Imam Abu Sulaiman Al Khaththabi ketika menjelaskan makna hadits ini berkata: âNajd adalah di sebelah timur, dan orang yang tinggal di Madinah âNajdânya adalah pedalaman Irak dan sekitarnya. Arti kata âNajdâ sendiri secara etimologi adalah tanah (dataran) tinggi, berbeda dengan kata âAl Ghaurâ yang berarti tanah (dataran) rendahâ¦â (kitab Aâlamul Hadits 4/2330), ucapan Imam Al Khaththabi ini dinukil dan dibenarkan oleh Al Kirmani, Al Qusthallani, Badruddin Al âAini dan Ibnu Hajar Al âAsqalani.
Bahkan sebelum para ulama di atas, Imam Bukhari dan Imam Muslim sendiri telah mengisyaratkan makna tersebut di atas, buktinya, Imam Bukhari membawakan hadits ini dan hadits-hadits yang semakna dengannya dalam kitab shahihnya dalam bab: âFitnah itu (muncul) dari arah timurâ (Shahih Bukhari â Fathul Bari
13/57). Adapun Imam Muslim, setelah membawakan hadits-hadits yang semakna dengan hadits di atas, beliau mengakhiri bab tsb dengan sebuah atsar (riwayat) dari seorang Tabiâin senior Salim bin Abdullah bin Umar bin Al Khaththab, dia berkata: Wahai penduduk Irak! Betapa seringnya kalian menanyakan tentang dosa kecil, padahal kalian selalu melakukan dosa besar! Aku pernah mendengar ayahku Abdullah bin Umar rodiallahuâanhuma berkata bahwa Rasulullah shollallahuâalaihiwasallam bersabda: âSungguh fitnah itu akan muncul dari arah iniâ, sambil Beliau shollallahuâalaihiwasallam menunjuk ke arah timur, âdari arah munculnya dua tanduk setanâ, dan sebagian dari kamu memukul leher (membunuh) sebagian yang lain â¦â (Shahih Muslim 4/2229). Atsar ini menunjukkan bahwa Tabiâin senior ini memahami hadits tsb seperti makna yang saya sebutkan di atas, karena dia menujukan dan menyampaikan hadits tersebut di hadapan penduduk Irak.
Kemudian, untuk
memperjelas keterangan di atas, saya coba merujuk kepada kitab-kitab yang memuat keterangan tentang nama-nama wilayah/negeri, saya sempat membaca dua kitab: âAl Ansabâ karya As Samâani (wafat 562 H) dan âMuâjamul buldanâ karaya Yaqut Al Hamawi, kedua kitab tersebut menjelaskan pengertian wilayah âNajdâ kurang lebih sama seperti keterangan yang saya sebutkan di atas.
Penjelasan ini sama sekali tidak bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh al akh Kurniadi bahwa Irak merupakan dataran rendah (meskipun hal ini perlu diteliti kembali kepastiannya), karena makna wilayah Irak sebagai âNajdâ (dataran tinggi) adalah jika dibandingkan dengan wilayah Madinah yang lebih rendah, karena semua wilayah yang tanahnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah setelahnya, dinamakan âNajdâ, sedangakan wilayah yang tanahnya lebih rendah dinamakan âGaurâ, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari
(13/59).
Hal lain yang mungkin perlu diketahui disini, bahwa nama-nama wilayah/negeri yang disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shollallahuâalaihiwasallam janganlah dipahami dengan nama-nama negara yang ada saat ini, misalnya saja: wilayah âYamanâ yang banyak disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shollallahuâalaihiwasallam, batas wilayahnya bukan hanya wilayah negara republik Yaman yang ada sekarang, tapi jauh lebih luas dari pada itu, demikian pula wilayah Irak.
Bambang Widiatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Pada hadits :
Artinya : Dari Ibnu Umar (Radiallahu 'Anhuma) beliau berkata : bersabda
Rasulullah (Shalallahu 'Alahi Wassallam) : "Ya Allah berikanlah berkah
kepada kami (dan kepada) negara Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami
(dan kepada) negara Yaman", berkata orang-orang Najd : "dan negeri kami Ya
Rasulullah ?", "Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara
Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Yaman",
berkata orang-orang Najd : "Dan negeri kami Ya Rasulullah ?". Bersabda
Rasulullah (Shalallahu 'Alaihi Wassallam): "Dari negri Najd timbulnya gempa
dan dari sana timbulnya fitnah, dan dari sana pula munculnya tanduk
syaithan". (HR Bukhari).
Apakah tingkatan hadits ini?
Ada yang bisa menafsirkan dimanakah negeri Najd saat ini?
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
SPONSORED LINKS
| Islam | Beliefs | Religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
