Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Ana hanya ingin memberikan sedikit koreksi untuk
jawaban Akh antibidah.org mengenai masalah kubur
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan
mengutip Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam
Kitab "Tahdziirus Saajid min Ittikhaadzil Qubuur
Masaajid" yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
dengan judul "Larangan Shalat di Masjid yang dibangun
di Atas Kubur" terbitan Pustaka Imam Syafi'i hal.
112-128 (tanpa mengutip catatan kaki yang panjang-
Insya Allah dapat akhi sekalian baca di kitab tsb)
sbb:

--------------------awal
kutipan-----------------------

Syubhat kedua adalah pernyataan yang menyebutkan bahwa
makam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada di
dalam masjidnya sebagaimana yang ada sekarang ini,
seandainya hal itu haram, niscaya beliau tidak akan
dikuburkan di dalam masjid.

Mengenai syubhat tsb, dapat dijawab bahwa yang
demikian itu, meskipun yang tampak sekarang ini memang
seperti itu, maka pada masa Sahabat radhiyallahu
'anhum keadaannya tidak demikian. Sebab, ketika
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, para
Sahabat menguburkan beliau di kamarnya yang terletak
tepat di samping masjidnya. Antara keduanya dipisahkan
oleh dinding yang berpintu. Dari pintu tsb beliau
biasa keluar menuju masjid. Hal itu sudah sangat
terkenal dan pasti menurut para ulama, dan tidak ada
perbedaan pendapat di antara mereka tentang itu. Para
Sahabat (di waktu) menguburkan Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam di kamar beliau, tidak lain
bertujuan agar tidak seorang pun sepeninggal beliau
akan menjadikan makamnya sebagai masjid, sebagaimana
yang telah dijelaskan sebelumnua di dalam hadits
'Aisyah dan yang lainnya.

Tetapi yang terjadi setelah itu di luar perkiraan
mereka. Dimana al-Walid bin 'Abdul Malik, pada tahun
88 memerintahkan untuk memugar Masjid Nabawi dan
menambahkan kamar isteri-isteri Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam pada bangunan masjid. Lalu
dimasukkan kamar Nabi, yang juga kamar 'Aisyah ke
dalam bangunan masjid, sehingga makam beliau berada di
dalam masjid. [Taariikh Ibni Jarir (V/222-223). Dan
Taariikh Ibni Katsir (IX/74-75)]

Dan di Madinah an-Nabawiyyah tidak terdapat seorang
Sahabat pun pada saat itu, berbeda dengan apa yang
diragukan oleh sebagian mereka.

Di dalam kitab ash-Shaarimul Manki, (hal 136),
al-'Allamah al-Hafizh Muhammad bin 'Abdul Hadi
mengatakan: "Digabungkannya kamar Nabi ke dalam masjid
pada masa kekhalifan al-Walid bin 'Abdul Malik,
berlangsung setelah meninggalnya seluruh Sahabat yang
tinggal di Madinah. Dan Sahabat yang terakhir kali
meninggal dunia adalah Jabir bin 'Abdillah, dimana
beliau meninggal dunia pada masa kekhalifahan 'Abdul
Malik. Beliau meninggal pada tahun 78. Al-Walid
menjadi khalifah tahun 86 dan wafat tahun 96.
Sedangkan renovasi bangunan masjid dan penggabungan
kamar Nabi itu terjadi di antara tahun-tahun
tersebut."

Abu Zaid 'Umar bin Syabah an-numairi di dalam kitab
Akhbaarul Madiinah, telah menceritakan tentang Madinah
(kota) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , dari
para syaikhnya, dari orang-orang yang menyampaikan
hadits darinya, bahwa 'Umar bin 'Abdul 'Azis ketika
menjadi wakil al-Walid dalam memimpin Madinah pada
tahun 91, menghancurkan masjid dan membangunnya
kembali dengan batu yang terukir, dengan atap dari
kayu, dan air emas. Dan dia hancurkan beberapa kamar
isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ,
lalu menggabungkannya ke dalam masjid dan juga
memasukkan makam itu ke dalamnya.

Dari uraian di atas, tampak jelas bahwa makam yang
mulia itu dimasukkan ke dalam masjid Nabawi ketika
tidak ada seorang pun Sahabat di Madinah. Dan hal itu
berbeda dengan tujuan mereka pada saat mereka mengubur
beliau shallallahu 'alaihi wa sallam di kamarnya.
Dengan demikian, setelah mengetahui kebenaran ini,
maka tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk
berhujjah dengan peristiwa yang terjadai setelah
Sahabat, karena ia memang bertentangan dengan
hadits-hadits shahih serta pemahaman para Sahabat dan
para imam terhadap hadits-hadits tersebut, sebagaimana
yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal itu juga
bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh 'Umar dan
'Utsman pada saat keduanya meluaskan masjid dan
keduanya tidak memasukkan makam ke dalamnya.

---------------------akhir
kutipan---------------------

Jadi perluasan yang menyebabkan masuknya makam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke dalam
masjid Nabawi dilakukan di jaman khalifah al-Walid bin
'Abdul Malik dari Bani Umayyah bukan Utsmaniyyah.

Adapun dalam kitab tersebut, Syaikh al-Albani
menyatakan bahwa di sekeliling makam Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam telah dibangun 3 lapis
dinding sebagai pemisah sehingga tidak seorangpun
dapat melihat kubur tersebut. Wallahu a'lam


--- "antibidah.org" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Benar, Kuburan Rosulullah shallallahu 'alayhi wa
> sallam berada di dalam
> lokasi Masjid Nabawi sekarang
> Namun, kita harus mengetahui mengapa sampai kuburan
> Rosulullah shallallahu
> 'alayhi wa sallam berada disana.
> Jawab :
> (1) --wAllahu a'lam, dari ta'lim saya mendengar
> bahwa kuburan tersebut
> direnovasi sejak khalifah Utsmaniyah, namun dari
> literatur yg saya dapati
> walaupun kuburan Nabi kita Muhammad shallallahu
> 'alayhi wa sallam berada di
> dalam komplek masjid, tetap saja ada hijab
> (penghalang)  tembok 3 lapis
> (wAllahu a;lam) agar tdk menampakan bahwa kuburan
> tersebut berada di masjid.
> Dan seperti kita ketahui bahwa sejak awal rumah
> Beliau shallallahu 'alayhi
> wa sallam berada disisi masjid Nawabi saat itu, dan
> bangunan masjin Nabawi
> yang direnovasi tentunya melebar sehingga bergabung
> dengan rumah Beliau
> shallallahu 'alayhi wa sallam --wAllahu a'lam,
> Selengkapnya antum bisa baca
> di :
>
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg03333.html
>
> (2) Tidak ada pertentangan hingga hari ini dimana
> Rosulullah  shallalahu
> alayhi wa sallam melarang membuat masjid (bangunan)
> didalam (atas) tempat
> pemakaman berdasarkan dalil :
> "......Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum
> kalian telah menjadikan
> kuburan-kuburan para nabi dan orang-orang shalih
> mereka sebagai
> masjid-masjid. Ingatlah, janganlah kalian menjadikan
> kuburan-kuburan sebagai
> masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kalian
> melakukan itu" (Hadits
> Riwayat Muslim dalam Al-Masajid 532) dan  "Allah
> melaknat kaum Yahudi dan
> Nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan
> para nabi mereka sebagai
> masjid-masjid" (Al-Bukhari dalam Al-Janaiz (1330),
> Muslim dalam Al-Masajid
> (529)).
>
> Adapun orang-orang 'kuburiyyin' dan pelaku-pelaku
> bidah lainnya menjadikan
> masalah ini menjadi subhat buat kita. maka
> terjawablah subhat tersebut
> --Allahul musta'aan
>
>
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg03333.html
>

______________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke