----- Original Message -----
From: "ibnu_oban" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, May 28, 2005 1:44 PM
Subject: [assunnah] Nanya Bantahan Syubhat kuburan Nabi SAW ?
> Assamu'alaikum
> Ikhwah ... ana mau minta bantuan nih. Tolong kirimkan bantahan 
>Ulama2 tentang nyatunya kuburan Nabi SAW dgn masjid Nabawi di
>Madinah, karena ada teman ana dari kelompok lain yg kelompok2 itu 
>masjid2nya banyak kuburan, padahal dalam syar'i itu hukumnya
>haram. Teman ana itu ber-dalil bahwa, di Madinah aja kuburan Nabi 
>SAW berada dalam daerah masjid.
> Tolong ana yah ... dgn sumber2 dalil2-nya
>
> Jazakalloh khoir
>
> Wassamu'alaikum

wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh


"Kuburan Nabi saw ada di dalam Masjid beliau, yang dapat disaksikan 
hingga saat ini. Kalau memang hal ini dilarang, lalu mengapa
beliau dikuburkan disitu ?

Jawabannya:
Keadaan yang kita saksikan pada jaman sekarang ini tidak seperti 
yang terjadi pada jaman sahabat.  Setelah beliau wafat,  mereka
menguburkannya didalam biliknya yang letaknya bersebelahan dengan 
masjid, dipisahkan oleh dinding yang ada pintunya. Beliau biasa
masuk masjid lewat pintu itu.

Hal ini telah disepakati oleh semua ulama, dan tidak ada 
pertentangan diantara mereka. Para sahabat mengubur jasad beliau 
didalam biliknya, agar nantinya orang-orang sesudah mereka tidak 
menggunakan kuburan beliau sebagai tempat untuk shalat, seperti yang 
sudah kita terangkan dalam hadits 'Aisyah dibagian muka. Tapi apa 
yang terjadi dikemudian hari di luar perhitungan mereka. Pada tahun 
88 Hijriah, Al Walid bin Abdul Malik merehab masjid Nabi dan 
memperluas masjid hingga kekamar 'Aisyah. Berarti kuburan beliau 
masuk ke dalam area masjid. Sementara pada saat itu sudah tidak ada 
satu sahabatpun yang masih hidup, sehingga dapat menentang tindakan 
Al Walid ini seperti yang diragukan oleh sebagian manusia.

Al Hafizh Muhamad Abdul-Hady menjelaskan didalam bukunya Ash-
Sharimul Manky: "Bilik Rasulullah masuk dalam masjid pada jaman Al
Walid bin Abdul Malik, setelah semua sahabat beliau di Madinah 
meninggal. Sahabat terakhir yang meninggal adalah Jabir bin Abdullah.
Ia meninggal pada jaman Abdul Malik, yang meninggal pada tahun 78 
Hijriah. Sementara Al Walid menjadi khalifah pada tahun 86
Hijriah, dan meninggal pada tahun 96 Hijriah. Rehabilitasi masjid 
dan memasukkan bilik beliau kedalam masjid, dilakukan antara
tahun-tahun itu.

Abu Zaid Umar bin Syabbah An Numairy berkata di dalam buku 
karangannya Akhbarul-Madinah: "Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi
gubernur Madinah pada tahun 91 Hijriah, ia meribohkan masjid lalu 
membangunnya lagi dengan menggunakan batu-batu yang diukir,
atapnya terbuat dari jenis kayu yang bagus. Bilik istri-istri Nabi 
saw dirobohkan pula lalu dimasukkan kedalam masjid. Berarti
kuburan beliau juga masuk kedalam masjid."

Dari penjelasan ini jelaslah sudah bahwa kuburan beliau masuk 
menjadi bagian dari masjid nabawi, ketika di Madinah sudah tidak ada
seorang sahabatpun. Hal ini ternyata berlainan dengan tujuan saat 
mereka menguburkan jasad Rasulullah di dalam biliknya.

Maka setiap orang muslim yang mengetahui hakikat ini, tidak boleh 
berhujjah dengan sesuatu yang terjadi sesudah meninggalnya para
sahabat. Sebab hal ini bertentangan dengan hadits-hadits shahih dan 
pengertian yang diserap para sahabat serta pendapat para imam.
Hal ini juga bertentangan dengan apa yang dilakukan Umar dan Utsman 
ketika meluaskan masjid Nabawi tersebut. Mereka berdua tidak
memasukkan kuburan beliau ke dalam masjid.

Maka dapat kita putuskan, perbuatan Al Walid adalah salah. Kalaupun 
ia terdesak untuk meluaskan masjid Nabawi, toh ia bisa meluaskan
dari sisi lain sehingga tidak mengusik kuburan beliau. Umat bin 
Khattab pernah mengisyaratkan segi kesalahan semacam ini. Ketika
meluaskan masjid, ia mengadakan perluasan di sisi lain dan tidak 
mengusik kuburan beliau. Ia berkata: "Tidak ada alasan untuk
berbuat seperti itu." Umar memberi peringatan agar tidak merobohkan 
masjid, lalu memasukkan kuburan beliau ke dalam masjid.

Karena tidak ingin bertentangan dengan hadits dan kebiasaan 
khulafa'urrasyidin, maka orang-orang Islam sesudah itu sangat
berhati-hati dalam meluaskan masjid Nabawi. Mereka mengurangi 
kontroversi sebisa mungkin. Dalam hal ini An-Nawawi menjelaskan di
dalam Syarh Muslim: "Ketika para sahabat yang masih hidup dan 
tabi'in merasa perlu untuk meluaskan masjid Nabawi karena banyaknya
jumlah kaum muslimin, maka perkuasan masjid itu mencapai rumah 
Ummahatul-Mukminin,  termasuk bilik 'Aisyah, tempat dikuburkannya
Rasulullah dan juga kuburan dua sahabat beliau, Abubakar dan Umar. 
Mereka membuat dinding pemisah yang tinggi disekeliling kuburan,
bentuknya melingkar. Sehingga kuburan tidak langsung nampak sebagai 
bagian dari masjid. Dan orang-orangpun tidak shalat ke arah
kuburan itu, sehingga merekapun tidak terseret pada hal-hal yang 
dilarang.

Ibnu Taimiah dan Ibnu Rajab yang menukil dari Al-Qurthuby, 
menjelaskan: "Ketika bilik beliau masuk ke dalam masjid, maka 
pintunya di kunci, lalu disekelilingnya dibangun pagar tembok yang 
tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar rumah beliau tidak
dipergunakan untuk acara-acara peringatan dan kuburan beliau 
dijadikan patung sesembahan."

Dapat kami katakan: Memang sangat disayangkan bangunan tersebut 
sudah didirikan sejak berabad-abad di atas kuburan Nabi saw. Disana
ada kubah menjulang tinggi berwarna hijau, kuburan beliau 
dikelilingi jendela-jendela yang terbuat dari bahan tembaga, berbagai
hiasan dan tabir. Padahal semua itu tidak diridhai oleh orang yang 
dikuburkan disitu, yaitu Rasulullah saw. Bahkan ketika kami
berkunjung kesana, kami lihat disamping tembok sebelah utara 
terdapat mihrab kecil. Ini merupakan isyarat bahwa tempat itu
dikhususkan untuk shalat dibelakang kuburan . Kami benar-benar 
heran. Bagaimana bisa terjadi paganisme yang sangat mencolok ini
dibiarkan begitu saja oleh suatu negara yang mengagung-agungkan 
masalah tauhid ?

Namun begitu kami mengakui secara jujur, selama disana kami tidak 
meliahat seorangpun mendirikan shalat didalam mihrab itu. Para
penjaga yang sudah ditugaskan disana mengawasi secara ketat agar 
mencegah manusia yang datang kesana dan melakukan suatu yang
bertentangan dengan syariat disekitar kuburan Nabi saw. Ini 
merupakan suatu yang perlu disyukuri atas sikap pemerintah Saudi. 
Tetapi ini belum cukup dan tidak memberikan jalan keluar yang 
tuntas. Tentang hal ini  sudah lama kami katakan di dalam buku 
Ahkamul Jana' iz wa Bida'uha: "Seharusnya masjid Nabawi dikembalikan 
ke jamannya semula, yaitu dengan membuat tabir pemisah antara 
kuburan dengan masjid, berupa tembok yang membentang dari uatara ke 
selatan. Sehingga setiap orang yang masuk ke masjid tidak dikejar 
oleh macam-macam pertentangan yang tidak diridhai pendirinya. Kami 
merasa yakin, ini merupakan kewajiban pemerintah Saudi, kalau ia 
masih ingin menjaga tauhid yang benar. Andaikata ada rencana 
perluasan kembali, maka bisa melebar kesebelah barat atau sisi 
lainnya. Tapi ketika diadakan perbaikan lagi, ternyata masjid Nabawi 
tidak dikembalikan ke bentuknya yang pertama pada jaman sahabat."

[Oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, diambil dari 
uku "Peringatan !  Menggunakan Kuburan Sebagai Masjid" Bab. IV/Hal.
50-83]
 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.289 / Virus Database: 266.11.17 - Release Date: 5/25/05




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke