Afwan sebelumnya, sebenarnya ana tidak ingin menanggapi berbagai tanggapan 
mengenai Fatwa Syech Bin Baz mengenai para Allawwiyin karena ana sendiri tidak 
terlalu mengetahuinya, hanya ana mencoba memaparkan pengalaman ana sendiri, 
belum lama ini secara tidak sengaja ana bertemu dg seseorang yang mengaku dia 
seorang allawiyin (Ahlul Bait) mudah2 demikian adanya. berkaitan dg fatwa syech 
Bin Baz bahwa kita wajib menghormati dan taat pada mereka, sebagaiman ada 
sebuah hadist Rasululloh yang mengatakan demikian, sampai2 sebanyak 3 kali 
Rasululloh bersumpah kepada Allah dengan Ahlul baitku. ana jadi ingat pada 
teman ana, yang kebetulan dia seorang yang secara umum seharusnya boleh dikata 
alim. karena dia seorang sarjana Agama bahkan pengetahuan agamanya diatas 
rata2. dan ana sendiri kagum terhadapnya, cuman ada hal yg mengganjal yaitu 
menurutnya ada perbedaan pengenaan hukuman bagi nasabnya/ kaumnya. suatu waktu 
ketika ana mencoba mengingatkan tentang beberapakali perbuatan yang seharusnya 
tidak dilakukannya, dia malah membantah ana dengan menyatakan bahwa bagi 
seorang ahlul bait tidak masalah bila melakukan sesuatu yang bertentangan/ 
dilarang Allah (maksiat, dosa, syubhat) karena bagi mereka ada kekhususan. dan 
bahkan terkesan amat tinggi hati / arogan bahkan tidak perna mo mendengar 
nasihat dari orang lain, karena bagi dia, dia adalah seorang ahlul bait, & 
hanya akan mendengar nasihat dari seorang Syech/sayyid atau dari kaumnya 
sendiri. Maaf sekali lagi ana tidak menyamaratakan semuaya. ini bisa terjadi 
mungkin karena dalam keluarga secara turun temurun selalu ditanamkan tetang 
kelebihan nasabnya sehingga tanpa disadari menjadi guluw terhadap nasabnya & 
kemudian menjadikannya merasa special dan menuntut orang lain harus tetap 
menghormati bahkan tetap taat terhadap apapun yg dilakukannya yg terkadang 
bertentangan dengan aturan agama atau bahkan mengecewakan /menyakitkan orang 
lain. bagi dia, orang yang harus tetap memaafkan dia, kalau memang dia dianggap 
melakukan kesalahan sementara bagi dia tidak ada penyesalan atau apapun 
namanya. dengan kata lain dia tetap boleh melakukan apapun yang diinginkannya. 
Afwan sekali lagi ana tidak menyamaratakan semuanya. karena ana yakin banyak 
ulama2 besar dari Alul Bait yang benar2 mencerminkan keturunan / tauladan dari 
kakek mereka. yang ingin ana tanyakan apakah memang demikian adanya mengenai 
Ahlul bait berkaitan dengan Fatwa Syech A. Bin Baz. dan bagaimana sikap kita 
terhadap Ahlul bait yang seperti ana ceritakan tadi. dan sekali lagi ana tidak 
bermaksud menjelekan hanya ingin tahu saja bagaimana sikap ana seharusnya.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke