On 6/10/06, Arief Dwi Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.

Wa'alaykum salam warohmatullohi wabarokaatuh

> Ba'da tahmid dan sholawat,
>
> afwan ini ana dapat kiriman tulisan dari teman ana, cuplikannya tersebut
> di bawah ini, mohon bagi antum yang mengetahui ilmunya sudi berbagi dengan
> ana. Jazakallah khoir.
> --------------------------------
> Didalam kitab Al Ikhtiyaraat al 'Ilmiyah halaman 54, Syaikhul Islam Ibnu
> Taimiyah mengatakan, "Bukan merupakan kebiasaan para ulama salaf, jika
> mereka mengerjakan puasa, shalat atau haji tathawwu' atau membaca Al Quran,
> pahalanya dihadiahkan kepada kaum muslimin yang sudah meninggal dunia. Tidak
> sepantasnya untuk menyimpang dari jalan ulama salaf, karena ia lebih baik
> dan sempurna"
>
> Pernyataan di atas bertentangan dengan hadits di bawah ini :
>
> Dari Abu Hurairah ra ia berkata, "Ada seorang yang berkata pada Nabi SAW.
> 'sesungguhnya ayahku meninggalkan harta tetapi beliau tidak berwasiat,
> apakah dia akan diberikan ampunan kepadanya jika aku bersedekah atas
> namanya?, Beliau SAW menjawab, 'Ya'"" (HR Muslim V/73, An Nasa-i II/129,
> Ibnu Majah II/160, al Baihaqi VI/278 dan Ahmad II/371), hadits2x shahih dan
> hasan yang semakna juga diriwayatkan dari jalur Aisyah ra., Abdullah bin
> Abbas ra, dan Abdullah bin Amr ra (lihat Ahkamul Janaa-iz oleh Syaikh
> Albani)
>
> Begitu pula puasa nazar untuk ibu yang sudah meninggal diperbolehkan oleh
> Rasulullah SAW di HR al Bukhari no 1953, Muslim 3/155-156)
> --------------------------------
> wassalamu'alaikum wr.wb.
> Arief Dwi Purnomo
> Test Engineering
> PT Thomson Batam
> 0770-611228 ext 1611


Alhamdulillah semoga Alloh  memberikan hidayah dan rahmatnya kepada antum
sehingga tetap sebagai tholibul 'ilmi. Sesungguhnya perkataan Ibnu Taimiyah
rahimulloh tidaklah bertentangan dengan hadits di atas.

Memang benar amalan orang yang sudah meninggal terputus kecuali tiga hal,
yaitu Amal Jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan do'a anak salih. Insya Alloh
ada hadits seperti ini. Mohon koreksinya.
Adapun hadits yang lain juga seseorang mendo'akan keselamatan seseorang
muslim yang telah meninggal seperti do'a untuk memohonkan ampunan untuk
muslimin dan muslimat yang setiap Jum'at dibaca. Dan juga memohonkan ampun
bagi ahli kubur, ataupun mendo'akan selamat kepada ahli kubur, pada saat
salam kepada ahli kubur.

Amalan itulah yang sesuai dengan sunnah. Dan selama hal itu dilakukan maka
tidak terputus.

Yang oleh Ibnu Taimiyyah rahimulloh maksudkan adalah shalat untuk orang yang
sudah meninggal, maka hal ini adalah bid'ah. Karena tidak pernah
dicontohkan. Puasa untuk orang meninggal juga tidak pernah dicontohkan.
Membacakan Al Qur'an juga tidak pernah dicontohkan oleh para shahabat.
Seperti apa yang sering kita lihat orang-orang menghadiahkan pahala bacaan
Al Fatihah kepada orang yang sudah meninggal. Dan hal ini adalah bid'ah,
karena tidak pernah para shahabat melakukannya, apalagi rasululloh
shallallahu'alaihi wa sallam.



--
Yahoo: mr_redflower
Friendster : [EMAIL PROTECTED]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke