----- Original Message -----
From: "w_suroso" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, June 13, 2006 5:02 PM
Subject: [assunnah] OOT: Keshahihan Hadits & Biografi Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah

> Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,

wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

> Pertama: Saya membaca sebuah hadits yang diriwayatkan oleh 'Imran
> bin Hushain, yang menyatakan bahwa seseorang yang minta diruqyah
> apabila masuk surga akan dihisab oleh Allah subhanahu wa ta'ala
> terlebih dahulu. Haditsnya sebagai berikut:
> "Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam bersabda, 'Dari ummatku ada
> tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab.' Para sahabat
> bertanya, 'Siapa saja mereka, wahai Rasulullah?' Beliau
> menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah dan
> tidak ber'tathayur dan tidak melakukan kay, tetapi kepada Tuhanlah
> (Allah) mereka bertawakkal.' " (H.R. Bukhari dan Muslim)
>
> Tathayur adalah menentukan nasib dengan burung (binatang) sedangkan
> kay adalah mengobati penyakit dengan menempelkan besi panas ke tubuh
> pasien.
>
> Mohon bantuan saudara-saudara saya pada milis ini untuk memberi
> penjelasan kepada saya sebagai berikut:
> (1) Apakah hadits di atas shahih?

Hadits tsb diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim maka hadits tsb adalah
SHAHIH

> (2) Apakah yang dimaksudkan dengan ruqyah di atas hanya yang
> syirkiyyah ataukah mencakup juga yang syar'iyyah?

Ruqyah yg disebutkan hadits tsb adalah umum, termasuk ruqyah
syar'iyah --apalagi ruqyah yg tidak syar'i / syirkiyyah--. Hal itu
sebagaimana yang dipahami oleh Said bin Jubair ketika Hushain bin
'Abdurrahman menceritakan kpdnya bahwa dia (Hushain) meminta di ruqyah.
Kemudian mendengar hal itu Said bin Jubair menyebutkan kpd Hushain mengenai
hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu`anhuma tentang 70ribu orang yg masuk
surga tanpa hisab.
Berarti "ruqyah" pada hadits Ibnu Abbas tsb termasuk juga "ruqyah" syar'iyah
karena Said bin Jubair tentu mengetahui bahwa Hushain bin Abdurrahman tidak
mungkin meminta diruqyah dgn ruqyah yg tidak sesuai syariat.
Wallahu A'lam

> Kedua: Adakah diantara saudara-saudara saya yang mempunyai biografi
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah? Dapatkah berbagi dalam milis ini?

Ibnu Taimiyah, Dai dan Mujahid Besar
Oleh Cyber Muslim Salafy

Demi Allah, tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah melainkah orang yang bodoh
atau pengikut hawa nafsu.
[Qodhinya para qadhi Abdul Bar As-Subky]

NAMA DAN NASAB

Beliau adalah imam, Qudwah, `Alim, Zahid dan Da`i ila Allah, baik dengan
kata, tindakan, kesabaran maupun jihadnya; Syaikhul Islam, Mufti Anam,
pembela dinullah daan penghidup sunah Rasul shalallahu`alaihi wa sallam yang
telah dimatikan oleh banyak orang, Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin
Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy Al-Harrany Ad-Dimasyqy.

Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak
antara sungai Dajalah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabiu`ul
Awal tahun 661H.

Beliau berhijrah ke Damasyq (Damsyik) bersama orang tua dan keluarganya
ketika umurnya masih kecil, disebabkan serbuan tentara Tartar atas
negerinyaa. Mereka menempuh perjalanan hijrah pada malam hari dengan
menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi dengan kitab-kitab ilmu, bukan
barang-barang perhiasan atau harta benda, tanpa ada seekor binatang
tunggangan-pun pada mereka.

Suatu saat gerobak mereka mengalami kerusakan di tengah jalan, hingga hampir
saja pasukan musuh memergokinya. Dalam keadaan seperti ini, mereka
ber-istighatsah (mengadukan permasalahan) kepada Allah Ta`ala. Akhirnya
mereka bersama kitab-kitabnya dapat selamat.


PERTUMBUHAN DAN GHIRAHNYA KEPADA ILMU

Semenjak kecil sudah nampak tanda-tanda kecerdasan pada diri beliau. Begitu
tiba di Damsyik beliau segera menghafalkan Al-Qur`an dan mencari berbagai
cabang ilmu pada para ulama, huffazh dan ahli-ahli hadits negeri itu.
Kecerdasan serta kekuatan otaknya membuat para tokoh ulama tersebut
tercengang.

Ketika umur beliau belum mencapai belasan tahun, beliau sudah menguasai ilmu
Ushuluddin dan sudah mengalami bidang-bidang tafsir, hadits dan bahasa Arab.

Pada unsur-unsur itu, beliau telah mengkaji musnad Imam Ahmad sampai
beberapa kali, kemudian kitabu-Sittah dan Mu`jam At-Thabarani Al-Kabir.

Suatu kali, ketika beliau masih kanak-kanak pernah ada seorang ulama besar
dari Halab (suatu kota lain di Syria sekarang, pen.) yang sengaja datang ke
Damasyiq, khusus untuk melihat si bocah bernama Ibnu Taimiyah yang
kecerdasannya menjadi buah bibir. Setelah bertemu, ia memberikan tes dengan
cara menyampaikan belasan matan hadits sekaligus. Ternyata Ibnu Taimiyah
mampu menghafalkannya secara cepat dan tepat. Begitu pula ketika disampaikan
kepadanya beberapa sanad, beliaupun dengan tepat pula mampu mengucapkan
ulang dan menghafalnya. Hingga ulama tersebut berkata: Jika anak ini hidup,
niscaya ia kelak mempunyai kedudukan besar, sebab belum pernah ada seorang
bocah seperti dia.

Sejak kecil beliau hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama,
mempunyai kesempatan untuk mereguk sepuas-puasnya taman bacaan berupa
kitab-kitab yang bermanfaat. Beliau infakkan seluruh waktunya untuk belajar
dan belajar, menggali ilmu terutama kitabullah dan sunah Rasul-Nya
shallallahu`alaihi wa sallam.

Lebih dari semua itu, beliau adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh
berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau pernah berkata: Jika
dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah
yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau
kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu
aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak
menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.

Begitulah seterusnya Ibnu Taimiyah, selalu sungguh-sungguh dan tiada
putus-putusnya mencari ilmu, sekalipun beliau sudah menjadi tokoh fuqaha`
dan ilmu serta dinnya telah mencapai tataran tertinggi.


PUJIAN ULAMA

Al-Allamah As-Syaikh Al-Karamy Al-Hambali dalam Kitabnya Al-Kawakib
AD-Darary yang disusun kasus mengenai manaqib (pujian terhadap jasa-jasa)
Ibnu Taimiyah, berkata: Banyak sekali imam-imam Islam yang memberikan pujian
kepada (Ibnu Taimiyah) ini. Diantaranya: Al-Hafizh Al-Mizzy, Ibnu Daqiq
Al-Ied, Abu Hayyan An-Nahwy, Al-Hafizh Ibnu Sayyid An-Nas, Al-Hafizh
Az-Zamlakany, Al-Hafidh Adz-Dzahabi dan para imam ulama lain.

Al-Hafizh Al-Mizzy mengatakan: Aku belum pernah melihat orang seperti Ibnu
Taimiyah ... dan belum pernah kulihat ada orang yang lebih berilmu terhadap
kitabullah dan sunnah Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam serta lebih
ittiba` dibandingkan beliau.

Al-Qadhi Abu Al-Fath bin Daqiq Al-Ied mengatakan: Setelah aku berkumpul
dengannya, kulihat beliau adalah seseorang yang semua ilmu ada di depan
matanya, kapan saja beliau menginginkannya, beliau tinggal mengambilnya,
terserah beliau. Dan aku pernah berkata kepadanya: Aku tidak pernah
menyangka akan tercipta manasia seperti anda.

Al-Qadli Ibnu Al-Hariry mengatakan: Kalau Ibnu Taimiyah bukah Syaikhul
Islam, lalu siapa dia ini ?

Syaikh Ahli nahwu, Abu Hayyan An-Nahwi, setelah beliau berkumpul dengan Ibnu
Taimiyah berkata: Belum pernah sepasang mataku melihat orang seperti dia ...
Kemudian melalui bait-bait syairnya, beliau banyak memberikan pujian
kepadanya.

Penguasaan Ibnu Taimiyah dalam beberapa ilmu sangat sempurna, yakni dalam
tafsir, aqidah, hadits, fiqh, bahasa arab dan berbagai cabang ilmu
pengetahuan Islam lainnya, hingga beliau melampaui kemampuan para ulama
zamannya. Al-`Allamah Kamaluddin bin Az-Zamlakany (wafat th. 727 H) pernah
berkata: Apakah ia ditanya tentang suatu bidang ilmu, maka siapa pun yang
mendengar atau melihat (jawabannya) akan menyangka bahwa dia seolah-olah
hanya membidangi ilmu itu, orang pun akan yakin bahwa tidak ada seorangpun
yang bisa menandinginya. Para Fuqaha dari berbagai kalangan, jika duduk
bersamanya pasti mereka akan mengambil pelajaran bermanfaat bagi kelengkapan
madzhab-madzhab mereka yang sebelumnya belum pernah diketahui. Belum pernah
terjadi, ia bisa dipatahkan hujahnya. Beliau tidak pernah berkata tentang
suatu cabang ilmu, baik ilmu syariat atau ilmu lain, melainkan dari
masing-masing ahli ilmu itu pasti terhenyak. Beliau mempunyai goresan tinta
indah, ungkapan-ungkapan, susunan, pembagian kata dan penjelasannya sangat
bagus dalam penyusunan buku-buku.

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah (wafat th. 748 H) juga berkata: Dia adalah
lambang kecerdasan dan kecepatan memahami, paling hebat pemahamannya
terhadap Al-Kitab was-Sunnah serta perbedaan pendapat, dan lautan dalil
naqli. Pada zamannya, beliau adalah satu-satunya baik dalam hal ilmu, zuhud,
keberanian, kemurahan, amar ma`ruf, nahi mungkar, dan banyaknya buku-buku
yang disusun dan amat menguasai hadits dan fiqh.

Pada umurnya yang ke tujuh belas beliau sudah siap mengajar dan berfatwa,
amat menonjol dalam bidang tafsir, ilmu ushul dan semua ilmu-ilmu lain, baik
pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya, detailnya dan ketelitiannya. Pada
sisi lain Adz-Dzahabi mengatakan: Dia mempunyai pengetahuan yang sempurna
mengenai rijal (mata rantai sanad), Al-Jarhu wat Ta`dil, Thabaqah-Thabaqah
sanad, pengetahuan ilmu-ilmu hadits antara shahih dan dhaif, hafal
matan-matan hadits yang menyendiri padanya .. Maka tidak seorangpun pada
waktu itu yang bisa menyamai atau mendekati tingkatannya .. Adz-Dzahabi
berkata lagi, bahwa: Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Ibnu Taimiyah,
maka itu bukanlah hadist.

Demikian antara lain beberapa pujian ulama terhadap beliau.


DA`I, MUJAHID, PEMBASMI BID`AH DAN PEMUSNAH MUSUH

Sejarah telah mencatat bahwa bukan saja Ibnu Taimiyah sebagai da`i yang
tabah, liat, wara`, zuhud dan ahli ibadah, tetapi beliau juga seorang
pemberani yang ahli berkuda. Beliau adalah pembela tiap jengkal tanah umat
Islam dari kedzaliman musuh dengan pedannya, seperti halnya beliau adalah
pembela aqidah umat dengan lidah dan penanya.

Dengan berani Ibnu Taimiyah berteriak memberikan komando kepada umat Islam
untuk bangkit melawan serbuan tentara Tartar ketika menyerang Syam dan
sekitarnya. Beliau sendiri bergabung dengan mereka dalam kancah pertempuran.
Sampai ada salah seorang amir yang mempunyai diin yang baik dan benar,
memberikan kesaksiannya: .tiba-tiba (ditengah kancah pertempuran) terlihat
dia bersama saudaranya berteriak keras memberikan komando untuk menyerbu dan
memberikan peringatan keras supaya tidak lari. Akhirnya dengan izin Allah
Ta`ala, pasukan Tartar berhasil dihancurkan, maka selamatlah negeri Syam,
Palestina, Mesir dan Hijaz.

Tetapi karena ketegaran, keberanian dan kelantangan beliau dalam mengajak
kepada al-haq, akhirnya justru membakar kedengkian serta kebencian para
penguasa, para ulama dan orang-orang yang tidak senang kepada beliau. Kaum
munafiqun dan kaum lacut kemudian meniupkan racun-racun fitnah hingga
karenanya beliau harus mengalami berbagai tekanan di pejara, dibuang,
diasingkan dan disiksa.


KEHIDUPAN PENJARA

Hembusan-hembusan fitnah yang ditiupkan kaum munafiqin serta antek-anteknya
yang mengakibatkan beliau mengalami tekanan berat dalam berbagai penjara,
justru dihadapi dengan tabah, tenang dan gembira. Terakhir beliau harus
masuk ke penjara Qal`ah di Dimasyq. Dan beliau berkata: Sesungguhnya aku
menunggu saat seperti ini, karena di dalamnya terdapat kebaikan besar.

Dalam syairnya yang terkenal beliau juga berkata:

Apakah yang diperbuat musuh padaku !!!!

Aku, taman dan dikebunku ada dalam dadaku

Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku

dan tiada pernah tinggalkan aku.

Aku, terpenjaraku adalah khalwat

Kematianku adalah mati syahid

Terusirku dari negeriku adalah rekreasi.

Beliau pernah berkata dalam penjara:

Orang dipenjara ialah orang yang terpenjara hatinya dari Rabbnya, orang yang
tertawan ialah orang yang ditawan orang oleh hawa nafsunya.

Ternyata penjara baginya tidak menghalangi kejernihan fitrah islahiyah-nya,
tidak menghalanginya untuk berdakwah dan menulis buku-buku tentang aqidah,
tafsir dan kitab-kitab bantahan terhadap ahli-ahli bid`ah.

Pengagum-pengagum beliau diluar penjara semakin banyak. Sementara di dalam
penjara, banyak penghuninya yang menjadi murid beliau, diajarkannya oleh
beliau agar mereka iltizam kepada syari`at Allah, selalu beristighfar,
tasbih, berdoa dan melakukan amalan-amalan shahih. Sehingga suasana penjara
menjadi ramai dengan suasana beribadah kepada Allah. Bahkan dikisahkan
banyak penghuni penjara yang sudah mendapat hak bebas, ingin tetap tinggal
di penjara bersamanya. Akhirnya penjara menjadi penuh dengan orang-orang
yang mengaji.

Tetapi kenyataan ini menjadikan musuh-musuh beliau dari kalangan munafiqin
serta ahlul bid`ah semakin dengki dan marah. Maka mereka terus berupaya agar
penguasa memindahkan beliau dari satu penjara ke penjara yang lain. Tetapi
inipun menjadikan beliau semakin terkenal. Pada akhirnya mereka menuntut
kepada pemerintah agar beliau dibunuh, tetapi pemerintah tidak mendengar
tuntutan mereka. Pemerintah hanya mengeluarkan surat keputusan untuk
merampas semua peralatan tulis, tinta dan kertas-kertas dari tangan Ibnu
Taimiyah.

Namun beliau tetap berusaha menulis di tempat-tempat yang memungkinkan
dengan arang. Beliau tulis surat-surat dan buku-buku dengan arang kepada
sahabat dan murid-muridnya. Semua itu menunjukkan betapa hebatnya tantangan
yang dihadapi, sampai kebebasan berfikir dan menulis pun dibatasi. Ini
sekaligus menunjukkan betapa sabar dan tabahnya beliau. Semoga Allah
merahmati, meridhai dan memasukkan Ibnu Taimiyah dan kita sekalian ke dalam
surganya.


WAFATNYA

Beliau wafatnya di dalam penjara Qal`ah Dimasyq disaksikan oleh salah
seorang muridnya yang menonjol, Al-`Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah.

Beliau berada di penjara ini selamaa dua tahun tiga bulan dan beberapa hari,
mengalami sakit dua puluh hari lebih. Selama dalam penjara beliau selalu
beribadah, berdzikir, tahajjud dan membaca Al-Qur`an. Dikisahkan, dalam tiah
harinya ia baca tiga juz. Selama itu pula beliau sempat menghatamkan
Al-Qur`an delapan puluh atau delapan puluh satu kali.

Perlu dicatat bahwa selama beliau dalam penjara, tidak pernah mau menerima
pemberian apa pun dari penguasa.

Jenazah beliau dishalatkan di masjid Jami`Bani Umayah sesudah shalat Zhuhur.
Semua penduduk Dimasyq (yang mampu) hadir untuk menshalatkan jenazahnya,
termasuk para Umara`, Ulama, tentara dan sebagainya, hingga kota Dimasyq
menjadi libur total hari itu. Bahkan semua penduduk Dimasyq (Damaskus) tua,
muda, laki, perempuan, anak-anak keluar untuk menghormati kepergian beliau.

Seorang saksi mata pernah berkata: Menurut yang aku ketahui tidak ada
seorang pun yang ketinggalan, kecuali tiga orang musuh utamanya. Ketiga
orang ini pergi menyembunyikan diri karena takut dikeroyok masa. Bahkan
menurut ahli sejarah, belum pernah terjadi jenazah yang dishalatkan serta
dihormati oleh orang sebanyak itu melainkan Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad bin
Hambal.

Beliau wafat pada tanggal 20 Dzul Hijjah th. 728 H, dan dikuburkan pada
waktu Ashar di samping kuburan saudaranya Syaikh Jamal Al-Islam Syarafuddin.
Semoga Allah merahmati Ibnu Taimiyah, tokoh Salaf, da`i, mujahidd, pembasmi
bid`ah dan pemusnah musuh. Wallahu a`lam.


Dinukil dari buku: Ibnu Taimiyah, Bathal Al-Islah Ad-Diny. Mahmud Mahdi
Al-Istambuli, cet II 1397 H/1977 M. Maktabah Dar-Al-Ma`rifah-Dimasyq. hal.
Depan.

dicopy dari :
http://www.salafyoon.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=35



> Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi kekuatan dan
> petunjuk kepada para ahli ilmu dan penuntut ilmu yang berusaha teguh
> meniti jalan yang benar ini.
>
> Jazakumullah khairan katsiran.
>
> Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
> Abu Farhan





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

SALURKAN BANTUAN ANDA UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG TERKENA MUSIBAH
GEMPA DI DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA KEPADA LEMBAGA AMAL YANG
TERPERCAYA
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke