Posted by: "Ahmad Ridha" [EMAIL PROTECTED] ahmad_ridha1980 Date: Sat Jul 1, 2006 4:35 pm (PDT) On 7/1/06, Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >Alhamdulillah, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat telah membuat tulisan >mengenai hal ini di bawah judul "Menguak Bualan Bahwa Amerika Pernah Ke >Bulan". Tulisan tersebut terdapat di Al Masaa il Jilid 5, Pustaka Darus >Sunnah. >Pada tulisan tersebut Ust. Abdul Hakim membagi menjadi 2 bab. Yaitu bab >pertama tentang kaidah kaidah agama. Dan bab kedua tentang : bantahan bahwa >Amerika pernah ke bulan. Diantara dalil naqliyyah nya adalah ... >Kemudian berkata Ust. Abdul Hakim, >"Dua ayat yang mulia ini menegaskan dan menunjukkan bahwa manusia tidak >bisa hidup di tempat selain dari bumi." (Hal. 27).
Ya Akhi, apakah ada shahabat atau ulama salaf yang menafsirkan kedua ayat itu seperti itu? Juga mendarat di bulan berbeda dengan hidup di bulan. ============= Alhamdulillah, Saya hanya ingin menambahkan penjelasan diatas, dengan harapan ada faedah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan suatu kejelasan, mohon dikoreksi dan dibetulkan jika apa yang saya tulis ini ternyata keliru atau salah. Pertama. "Juga mendarat di bulan berbeda dengan hidup di bulan". Kalimat itu memang berbeda artinya dan maksudnya, akan tetapi dapat menjadi suatu kesatuan dalam suatu makna bahasa, misalnya : "Orang itu mendarat di bulan selama 4 hari, dapat dikatakan bahwa dia itu hidup atau tinggal di bulan selama 4 hari" "Bayi yang dikandungnya lahir ke dunia dengan perawatan oksigen dan meninggal dunia setelah 4 jam, dapat dikatakan bahwa bayi itu hidup atau tinggal di dunia selama 4 jam" Wallahu 'alam Kedua. >"Dua ayat yang mulia ini menegaskan dan menunjukkan bahwa manusia tidak >bisa hidup di tempat selain dari bumi." (Hal. 27). Kalimat diatas, yaitu : .... manusia tidak bisa hidup di tempat selain dari bumi". Perkiraan saya (ma'af karena saya belum menanyakan kepada ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat) kemungkinan mengambil kesimpulan dari ayat selanjutnya dari "mustaqorr" seperti dibawah ini. "Artinya : Allah berfirman : Turunlah kamu sekalian, sebagaimana kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan" [Al-A'raaf : 24] "Artinya : Allah berfirman : "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan" [Al-A'raaf : 24] Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan sebagai berikut, (saya salin secara ringkas). Dan firmanNya lebih lanjut : "Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan". Maksudnya, tempat tinggal dan umur yang telah ditentukan sampai pada batas waktu tertentu yang telah dituliskan oleh qalam dan ditetapkan oleh taqdir, serta dicatat dalam Lauhul Mahfudz. Mengenai firmanNya "mustaqorrun" = tempat tinggal, Ibnu Abbas mengatakan : "Yaitu kuburan". Dan masih dari Ibnu Abbas "mustaqorrun" berarti : "Apa yang di atas dan di bawah bumi" (Kedua keterangan tersebut diriwayatkan Ibnu Abu Hatim) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala selanjutnya. "Artinya : Allah berfirman : "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan", Ayat tersebut sama seperti firmanNya berikut ini. "Artinya : Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakanmu dan kepadanya pula Kami akan mengembalikanmu dan darinya Kami akan mengeluarkanmu pada kesempatan yang lain" [Thaaha : 55] Allah Ta'ala memberitahukan, bahwa Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal bagi anak cucu Adam selama hidup di dunia ini. Di bumilah kehidupan, kematian dan kuburan mereka berada. Dan dari bumi itu pula kelak pada hari kiamat mereka akan dikeluarkan, yang pada hari itu, Allah Ta'ala akan mengumpulkan orang-orang yang hidup pertama dan yang terakhir dan masing-masing akan diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatannya. [Disalin dari Lubabut Tafsir Min Ibnu Katsir, edisi Indonesia Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 Pentahqiq DR Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Aal Asy-Syaekh, Pustaka Imam Asy-Syafi'i] Kemudian dalam masalah manusia mendarat di bulan, saya salinkan dari situs http://www.almanhaj.or.id yang menjelasan suatu ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. BOLEHKAH MENAFSIRKAN AL-QURAN AL-KARIM DENGAN TEORI ILMIAH ? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah menafsirkan Al-Quran Al-Karim dengan teori ilmiah modern ? Jawaban ............ Dan bukan untuk perkara-perkara seperti ini yang diketahui melalui eksperimen dan diketahui oleh manusia dengan ilmu mereka. Terkadang menjadi bahaya besar yang memberatkan tentang diturunkannya Al-Quran. Saya berikan suatu contoh tentang masalah ini, umpamanya firman Allah Taala. Artinya : Wahai kelompok jin dan manusia, apabila kalian mampu menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah, kalian tidak akan bisa menembusnya kecuali dengan sulthan [Ar-Rahman : 33] Ketika manusia berhasil mendarat di bulan, sebagian manusia menafsirkan ayat ini dan menempatkannya sebagai tafsiran bagi peristiwa ini. Dan mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan sulthan dalam ayat ini adalah ilmu, karena mereka mampu menembus penjuru bumi dengan ilmu mereka. Ini adalah salah, tidak boleh menafsirkan Al-Quran dengan hal ini, karena jika engkau menafsirkan Al-Quran dengan satu makna maka itu berarti engkau bersaksi bahwa Allah menghendaki maskud ayat ini seperti apa yang engkau katakan. Ini adalah persaksian yang besar, engkau akan ditanya tentang hal ini. Dan barangsiapa yang menelaah ayat ini maka dia akan menemukan bahwa ini adalah tafsir yang bathil, karena ayat ini mempunyai konteks penjelasan tentang keadaan manusia dan urusan mereka. Bacalah surat Ar-Rahman maka akan engkau temukan bahwa ayat ini disebutkan setelah firman Allah. Artinya : Semua yang ada di atasnya (bumi) pasti binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Allah yang manakah yang kalian dustakan? [Ar-Rahman : 26-28] Maka kita tanyakan, Apakah mereka (yang mendarat di bulan) menembus langit? Jawabanya : Tidak ! Padahal Allah berfirman. Artinya : Jika kalian mampu menembus penjuru langit dan bumi [Ar-Rahman : 33] Kedua : Apakah dilepaskan kepada mereka nyala api dan cairan tembaga? Tidak! Jika demikian maka ayat ini tidak benar jika ditafsirkan dengan penafsiran mereka dan kita katakan bahwa sesungguhnya sampainya mereka ke tempat yang sudah mereka capai termasuk ilmu-ilmi empiris yang mereka ketahui melalui percobaan. Adapun membelokkan Al-Quran untuk dicocokkan dengan hal seperti ini maka ini tidak benar dan tidak boleh. [Disalin dari kitab Kitaabul Ilmi, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Menuntut Ilmu, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penyusun Fahd bin Nashir bin Ibrahim As-Sulaimani, Penerjemah Abu Haidar Al-Sundawy, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] Wallahu 'alam _________________________________________________________________ Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HADIRILAH! SILATURAHMI AKBAR 3 ULAMA MADINAH NABAWIYAH & UMMAT, MASJID ISTIQLAL JAKARTA, AHAD 20 JUMADIL TSANI 1427H/16 JULI 2006M, JAM 09.00 WIB S/D DZUHUR, SYAIKH PROF ABDURROZAK BIN ABDUL MUHSIN AL'ABBAD, SYAIKH DR SULAIMAN BIN SALIIMULLAH AR-RUHAILY Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
