Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,

Ana kutipkan salah satu do'a dalam Al Ma'tsurat karangan Hasan Al Banna yakni do'a rabithah:

(Doa Rabithah (Ikatan)

Bayangkanlah wajah para Sahabat dan rakan- rakan seperjuangan serta rasakan perhubungan rohani antaramu dengan mereka sambil berdoa ……

Ya Allah, Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini (orang yang telah dibayangkan tadi) telah berkumpul kerana mengasihiMu, bertemu untuk mematuhi (perintah)Mu, bersatu memikul beban dakwahMu, hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syari'atMu, maka eratkanlah ya Allah akan ikatannya. Kekalkanlah kemesraan antara hati-hati ini. Tunjuklah kepada hati-hati ini akan jalanNya (yang sebenar). Penuhkanlah (piala) hati ini dengan cahaya Rabbani Mu yang tidak kunjung malap. Lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan iman/keyakinan dan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidup suburkan hati-hati ini dengan ma'rifat (pengetahuan sebenar) tentangMu…… (Jika Engkau mentaqdirkan mati) maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agamaMu. Engkaulah sebaik-baik Sandaran dan sebaik-baik Penolong.

Ya Allah, Perkenankanlah permintaan ini.

Ya Allah. restuilah dan sejahterakanlah junjungan kami Muhammad, keluarga dan para sahabat baginda semuanya.)

Dan ini ana kutipkan jawaban yang bagus dari al Akh-Faidzin Firdhaus untuk menjawab pertanyaan serupa tahun lalu.

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu.

Rasulullah tidak pernah mensyariatkan wazhifah al ma'tsurat.

Betul kata akh Novi bahwa di dalamnya bercampur antara yang shahih,dhaif, maudhu, bahkan yang laa ashla lahu.

Dzikir itu disusun oleh Hasan AlBanna sebagai tugas bagi jamaahnya semacam tahlilan tapi untuk orang IM. Bahkan Dia mensunnahkan untuk berdzikir secara berjamaah tanpa dalil yang jelas apalagi yang
muhkam (baca majmuaturrasail Hasan Al Banna).

Di dalam wirid itu dia banyak mengarang-ngarang jumlah bilangan yang walaupun hadits tentang lafalnya sahih, namun jumlahnya dikarang-karang sendiri oleh dia.

Selain itu dia membuat-buat bid'ah dengan membedakan antara wazhifah kubro dan wazhifah sughro tanpa dalil yang jelas.

Bahkan yang paling jelas bid'ahnya, dia membuat satu bagian tersendiri dalam makalahnya di majmuaturrasail yaitu wirid ikhwan setelah wirid Qur'ani dan Wirid Al Ma'tsurat. Yaitu yang intinya ada
pada wirid rabithah yaitu doa KARANGAN Hasan Al Banna.

Di makalah Hasan Al Banna jelas tertulis bahwa dia membuat urut-urutan doa rabithah tanpa dalil satupun. Dan yang paling parah adalah doa "Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub..." Doa
yang sama sekali tidak memiliki sandaran sama sekali, kecuali landasan sufistik.

Orang-orang IM berkata: "bukankah kita berdoa apa saja pada Allah boleh-boleh saja? Lalu apakah berdoa dengan doa rabithah itu tidak boleh?"

Saya menjawab: "Pengamalan anda pada doa rabithah bukan lagi seperti doa spontan yang muncul dari hati terdalam, namun lebih berupa doa terstruktur, yang menyerupai syariat, yang disukai oleh jamaah, yang
akan mendapat poin positif dari halaqohnya ketika diamalkan dan akan mendapat poin negatif dari murabbi jika tidak mengamalkannya. Kalian telah membuat-buat sesuatu yang mustahab yang menyerupai syariat.
Lalu apakah itu bukan bid'ah?

Lalu lihat pula pengamalan kalian terhadap doa rabithah ini. Saya -sebagai mantan orang IM - tahu pasti bahwa kalian begitu bangga dengan doa rabithah yang bid'ah itu. Setiap kali mengakhiri liqo',
selalu kalian akhiri dengan doa rabithah. Setiap kali mengakhiri ta'lim, kalian akhiri dengan doa rabithah. Bahkan setiap kali mengakhiri syuro, kalian akhiri juga dengan rabithah. Lalu bagaimana
saya bisa yakin bahwa kalian tidak me-mustahab-kan doa rabithah?"

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Wallahua'lam bishowab
Syamsul




On 8/5/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamualaikum,
Betul.. saya juga mau menanyakan buku tersebut karena isteri saya juga
memilikinya. Saya takut kalo buku tersebut salah dan diamalkan. Syukran



----- Original Message -----
From: "Husna Amalina" < [EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, August 05, 2006 10:49 PM
Subject: [assunnah] Tanya tentang kumpulan do'a Al Ma'sturat

> Ikhwan dan Ahwat Fillah,
>
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Perkenalkan nama saya Husna Amalina, tinggal di Citayam Bogor. Saya mau
menanyakan mengenai kumpulan do'a2 Alma'tsurat yang disusun oleh Hasan
Albanna. Bagaimana keshahihan hadits2nya dan apakah saya bisa menerapkannya
untuk bacaan doa dan zikir sehari-hari?
>
> Demikianlah pertanyaan Ana, atas kebaikan dan penjelasan Ihwan/Akhwat saya
ucapkan Jazakumullahi khairan katsira.
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
>
> Husna Amalina


__._,_.___

Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke