Assalamu'alaykum Warahmatullohi Wabaraakatuh

Shalawat dan salam bagi rasululloh
Segala puji bagi Alloh SWT

Seputar polemik masalah ilmu psikologi....
dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawaz dan 
ikhwah sekalian
seyogyanya kita menyikapinya dengan lebih mendetil.
kalo masalah ilmu yang notabene diajarkan di kampus kampus...
Mana sih yang mendasarkan pada Al Qur'an dan As sunnah ?
termasuk di dalamnya hukum, ekonomi, manajemen, biologi, fisika, kimia, dan 
termasuk juga psikologi.
Dan di dalam masing masing ranting ilmu tersebut akan banyak diajarkan berbagai 
mata kuliah. Nah tentu saja mata kuliah tersebut ada yang bertentangan dengan 
nilai nilai islam, ada yang biasa saja, ada juga yang bermanfaat.
yang kita perlukan disini adalah pembekalan masing masing pribadi agar dapat 
memahami mana yang boleh dan mana yang tidak, dan membekali diri dengan ilmu 
yang cukup untuk mengarungi hidup dan kehidupan ini, (hal ini tentunya bisa di 
dapatkan lewat belajar agama dengan pemahaman yang benar dan manhaj yang lurus).
Seyogyanya ada keseimbangan antar kuliah umum dengan belajar islam.
Bila memang kata kata ini salah mohon diluruskan.
Karena ana tidak yakin bila ustadz mengharamkan menuntut ilmu umum. Namun 
memang yang adalah wajib untuk menuntut ilmu agama. Tapi hal ini jangan di 
jadikan pembenaran untuk tidak menuntut/ belajar ilmu umum atau menyalahkan 
mereka yang belajar ilmu umum.
Saudaraku.... masalah hukum jelas banyak yang bertentangan namun bagaimana bila 
kita semua tak mengenal hukum, bagaimana bila kita melakukan kontrak untuk 
eksplorasi sumber daya alam ?
Demikian juga dengan ilmu ilmu lain termasuk psikologi.
Mohon maaf bila ada kesalahan, semoga manhaj ini dapat di mengerti 
keberadaannya oleh khalayak, semoga manhaj ini dapat dimengerti oleh masyarakat 
luas, semoga manhaj ini berjaya kembali sehingga membawa banyak kemaslahatan 
bagi umat.
Sekali lagi mohon maaf dan kepada pengelola milis Mohon dengan hormat masalah 
ini tidak diperpanjang di milis, mungkin dari kita bisa langsung tanya ke 
ustadz atau ke situs situs yang kita percaya.

ABU RAYHAN


lulu aliudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bismillah. Walhamdulillah. Wa la haula wa la quwwata Illa biLlah. Amma Ba'du

Sebelumnya ana mohon ma'af jika tulisan ana berkonotasi memotong motong 
perkataan Al Ustadz Al Fadhil Yazid Jawwas semoga Alloh menjaganya. Jika ada 
penjelasan lain yang lebih faqih dari Ustadzuna Al Fadhil Yazid Jawwas yang 
bertentangan dengan apa yang ana tulis di milis ini maka pendapat ana mengikuti 
pendapat yang sesuai dengan Al Qur-an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus 
sholih. Benarkah pernyataan tersebut ucapan ustadz Yazid? (Ketika ana menulis 
risalah ini hari rabu 9 agustus 2006 pukul 20.29 ana minta klarifikasi dari 
teman ana tersebut via sms dan sampai selesainya tulisan ini belum ada jawaban)

Masalah lain yang berkaitan dengan "pencerahan jiwa" korban gempa misalnya yang 
ditangani oleh psikolog serta permasalahan lainnya yang menjadi garapan 
psikolog yang berhubungan dengan kejiwaan, maka ana bertanya" Apakah Ulama 
Robbani dengan berbekal Kalamulloh dan Hadits nabi Shallallahu alaihi wa sallam 
yang mengetahui jalan keluar permasalahan tersebut ataukah para psikolog yang 
setahu ana banyak mengambil rujukan dari literatur barat yang dapat memecahkan 
masalah mereka?" Jika para psikolog tersebut dibina ketika mereka kuliah dengan 
ilmu-ilmu al qur-an dan as sunnah dengan pemahaman yang benar dan mereka 
terapkan ketika memberikan counselling misalnya maka itulah yang seharusnya 
mereka lakukan dan tidak ada masalah dengan hal itu. Namun masalahnya Fakultas 
Psikologi khususnya di Indonesia ini tidak atau belum mendasari ilmunya dengan 
al qur-an dan as sunnah. Wallohu a'lam.

Jika permasalahannya berkaitan dengan kemaslahatan manusia dalam masalah din 
maka rujukannya pada saat ini dan di masa yang akan datang adalah para ulama 
sebagai pewaris para nabi. Maka jika apa yang disebut dengan "psikologi" 
tersebut merupakan ilmu yang dapat memberikan kemaslahatan manusia dari segi 
din berdasarkan al quran dan as sunnah maka kita menilai sesuatu dari 
hakikatnya bukan dari namanya, karena nama tidak dapat mengubah hakikat. Jika 
garapannya adalah kemaslahatan dunia maka jawabannya adalah kita lebih 
mengetahui tentang perkara dunia kita. Dimanakah letak ilmu psikologi: dunia 
atau agama? Apakah ada diantara antum yang mengetahui bahwa psikologi tersebut 
digali dari al qur-an dan As Sunnah?

Sebagaimana yang ana katakan diatas sepanjang pengetahuan ana ilmu psikologi 
dibangun dari praduga-praduga (dzunun) sedangkan kebenaran al qur-an dan as 
sunnah adalah absolut. Al Akh Joy memberikan salah satu contoh kekeliruan 
psikolog dalam mengatasi kemarahan, walaupun mereka para psikolog menganggap 
hal tersebut dapat mengatasi masalah. Ini salah satu contoh tentang ada hal-hal 
yang menjadi garapan psikolog berbenturan dengan syariat Islam.
Wallohu a'lam. Wal afwu minkum

Abu Maryam


Joy Rizki PD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaykum warahmatuullahi wabarakatuh

Ana bukan psikolog
namun menemukan satu hal
yg ana pikir, ini nasihatnya psikolog

Yaitu:
"Kalau anda marah, maka keluarkan saja"

"Keluarkan" bisa diartikan dgn "Lampiaskan"
yaitu dgn berbagai macam pelampiasan
apakah dgn teriak2 atau macam2

Sedangkan dalam hadits Nabi shallallahu 'alayhi wasallam
beliau bersabda yg intinya
(afwan ana enggak tahu detailnya)

"Jika engkau marah, maka diamlah.
Jika engkau marah, maka diamlah.
Jika engkau marah, maka diamlah."

Beliau shallallahu'alayhi wasallam mengulang nya sampai 3 kali.

Jadi ada satu hal (yg ana temui)
dari sudut pandang psikologi
yg kebetulan bertentangan dengan Sunnah

nb:
Ana tidak sedang membahas hukumnya Ilmu Psikologi (Umum)
ana hanya sharing sesuatu hal (yg ana kira) dari psikologi
yg bertentangan dgn Sunnah

Masalah hukumnya?
Maka tanyakanlah pada Ulama.

Namun
karena Al Qur'an dan Sunnah pun mengatur masalah hati dan jiwa manusia
maka akan lebih baik jika kita mengupas "Psikologi Islam" yg diatur
dalam Qur'an dan Sunnah.
Sedangkan kebanyakan di Universitas2 sekarang
sepertinya (Wallahu'alam) adalah psikologi dari Barat

Wallahu'alam

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh



---------------------------------
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.




Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke