----- Original Message ----
From: Suryadinata SE <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, 9 October, 2006 9:44:47 AM
Subject: [assunnah] Batasan anak (sudah berkeluarga ; suami & Istri) berbakti 
kpd orang tua
saya baru berkeluarga, kami suami-istri sama2 ingin berbakti kepada orang tua 
maupun mertua sesuai dengan syariat, pls kasih kami pencerahan agar kami tidak 
salah
wassalam
Suryadinata

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA MERUPAKAN SIFAT BAARIZAH 
(YANG MENONJOL) DARI PARA NABI

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
sumber http://www.almanhaj.or.id

Dalam surat Maryam ayat 30-34 Allah Subhanahu 
wa Ta'ala menjelaskan bahwa Isa bin Maryam adalah anak yang berbakti kepada 
ibunya.

"Artinya : Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, yang 
memberi Al-Kitab (Injil), Dia menjadikan aku seorang nabi" [Maryam : 
30]

"Artinya : Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja 
aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku untuk (mendirikan) shalat, 
(menunaikan) zakat selama aku hidup" [Maryam : 31]

"Artinya : Dan Allah 
memerintahkan aku berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku seorang yang 
sombong lagi celaka" [Maryam : 32]

"Artinya : Dan kesejahteraan semoga 
dilimpahkan kepadaku. Itulah Isa putra Maryam, mengatakan perkataan yang benar 
dan mereka berbantahan tentang kebenarannya" [Maryam : 33]

Kemudian Allah 
berfirman di dalam surat Ibrahim ayat 40-41

"Artinya : Wahai Rabb-ku 
jadikanlah aku dan anak cucuku, orang yang tetap mendirikan shalat, wahai 
Rabb-ku perkenankanah do'aku" [Ibrahim : 40]

"Artinya : Wahai Rabb kami, 
berikanlah ampunan untukku dan kedua orang tuaku. Dan sekalian orang-orang 
mukmin pada hari terjadinya hisab" [Ibrahim : 41]

Lihat juga dalam surat 
Asy-Syu'araa ayat 83-87.

"Artinya : (Ibrahim berdo'a), "Ya Rabb-ku, 
berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang 
yang 
shalih" [Asy-Syu'araa : 83]

"Artinya : Dan jadikanlah aku tutur kata yang 
baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian" [Asy-Syu'araa : 
84]

"Artinya : Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi 
surga yang penuh kenikmatan" [Asy-Syu'araa : 85]

"Artinya : Dan ampunilah 
bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang 
sesat" 
[Asy-Syua'araa : 86]

"Artinya : Dan janganlah Engkau hinakan aku pada 
hari mereka dibangkitkan" [Asy-Syua'raa : 87]

Demikian juga Nabi Nuh 
'Alaiahi salam mengatakan hal yang sama dalam surat Nuh. Kemudian Nabi Ismail 
'Alaihis salam, juga Nabi Yahya 'Alaihis Salam dalam surat Maryam ayat 
12-15.

"Artinya : Ambillah Al-Kitab dengan sungguh-sungguh, Kami berikan 
kepadanya hikmah, ketika masih kanak-kanak" [Maryam : 12]

"Artinya : Dan 
rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan ia adalah orang-orang yang 
bersih dosa dan orang-orang bertaqwa" [Maryam : 13]

"Artinya : Dan banyak 
berbakti kepada 
kedua orang tuanya, bukanlah ia termasuk orang-orang yang sombong lagi durhaka" 
[Maryam : 14]

"Artinya : Kesejahteraan semoga atas dirinya, pada hari ia 
dilahirkan, pada hari ia diwafatkan dan pada hari ia dibangkitkan" [Maryam : 
15]

Kemudian dalam An-Naml ayat 19 tentang Nabi Sulaiman 'Alaihis 
salam.
"Artinya : Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) 
perkataan semut itu. Dan dia berdo'a, "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk 
tetap 
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada kedua 
orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridlai dan masukanlah 
aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih" [An-Naml : 
19]

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua 
merupakan sifat yang menonjol bagi para nabi. Semua nabi berbakti kepada kedua 
orang tua mereka. Dan ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua 
adalah syariat yang umum. Setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah 
Subhanahu 
wa Ta'ala ke muka bumi selain diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti 
kepada Allah, 
metauhidkan Allah dan menjauhkan segala macam perbuatan syirik juga 
diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada kedua orang tuanya.

Bila 
diperhatikan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua seperti tercantum dalam 
surat An-Nisaa, surat Al-Isra dan surat-surat yang lainnya menunjukkan bahwa 
berbakti kepada 
kedua orang tua adalah masalah kedua setelah mentauhidkan Allah Subhanahu wa 
Ta'ala. Kalau selama ini yang dikaji adalah masalah tauhid, masalah aqidah 
Ahlus 
Sunnah wal Jama'ah, aqidah Salaf, untuk selanjutnya wajib pula bagi setiap 
muslim dan muslimah untuk mengkaji masalah berbakti kepada kedua 
orang tua. Tidak boleh terjadi bagi seorang yang bertauhid kepada Allah tetapi 
ia durhaka kepada kedua orang tuanya, wal iyadzubillah nas alullaha salamah wal 
'afiyah. Bagi seorang muslim terutama bagi seorang thalibul 'ilm (penuntut 
ilmu), wajib baginya berbakti kepada kedua orang tuanya.

Di dalam 
ayat-ayat Al-Qur'an ketika disebutkan tentang bertauhid kepada Allah selalu 
diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tua. Para ulama telah 
menjelaskan hikmah dari permasalahan ini, yaitu :

[1] Allah Subhanahu wa 
Ta'ala yang menciptakan dan Allah yang memberikan rizki, maka Allah Subhanahu 
wa 
Ta'ala sajalah yan berhak untuk diibadahi. Sedangkan kedua orang tua adalah 
sebab adanya anak, maka keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik. Oleh 
karena itu kewajiban seorang anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa 
Ta'ala harus diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.

[2] Allah lah 
yang telah memberikan semua nikmat yang diperoleh hamba-hambaNya, maka hanya 
Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang wajib di syukuri. Kemudian kedua orang tua 
lah yang telah memberikan segala yang kita butuhkan seperti makan, minum, 
pakaian dan yang lainnya sehingga wajib bagi kita untuk berterima kasih kepada 
keduanya. Oleh karena itu kewajiban seorang anak atas nikmat yang diterimanya 
adalah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan bersyukur kepada kedua 
orang tuanya.

[3] Allah adalah Rabb manusia yang membina dan mendidik 
manusia di atas manhaj-Nya, maka Allah lah yang berhak untuk diagungkan dan 
dicintai. Demikian juga kedua orang tua yang telah mendidik kita sejak kecil, 
maka kita harus bersikap tawadlu' (merendahkan diri), tauqiir (menghormati), 
ta'addub (beradab) dan talattuf (berlaku lemah lembut) dengan perkataan dan 
perbuatan kepada keduanya.

Inilah hikmah kenapa di dalam Al-Qur'an Allah 
menyebutkan tentang berbakti kepada Allah kemudian diiringi dengan berbakti 
kepada kedua 
orang tua. [Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin I hal.391, ta'lif Syaikh 
Salim bin 'Id Al-Hilaly]


[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi 
Indonesia Berbakti 
Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul 
Qolam - Jakarta.]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=372&bagian=0





Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke