Alahmdulillah.... ada risalah yang berkaitan dengan masalah antum semoga
bermanfaat.... untuk jelasnyanya antum bisa kunjungi situs Solat Kita...

MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF

------------------------------

MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF DALAM SHOLAT BERJAMAAH

Di antara syari'at yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
kepada umatnya adalah meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah.
Barangsiapa yang melaksanakan syari'at, petunjuk dan ajaran-ajarannya dalam
meluruskan dan merapatkan shaf, sungguh dia telah menunjukkan ittiba' nya
[mengikuti] dan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Adapun hadits-hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf
diantaranya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

Artinya: "Apakah kalian tidak berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat
di sisi Rabb mereka ?" Maka kami berkata: "Wahai Rasulullah , bagaimana
berbarisnya malaikat di sisi Rabb mereka ?" Beliau menjawab : "Mereka
menyempurnakan barisan-barisan [shaf-shaf], yang pertama kemudian [shaf]
yang berikutnya, dan mereka merapatkan barisan"
[HR. Muslim, An Nasa'i dan Ibnu Khuzaimah].

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari An Nu'man bin
Basyir, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata:

Artinya: Dahulu Rasullullah meluruskan shaf kami sampai seperti meluruskan
anak panah hingga beliau memandang kami telah paham apa yang beliau
perintahkan kepada kami (sampai shof kami telah rapi-pent), kemudian suatu
hari beliau keluar (untuk shalat) kemudian beliau berdiri, hingga ketika
beliau akan bertakbir, beliau melihat seseorang yang membusungkan dadanya,
maka beliau bersabda: "Wahai para hamba Allah, sungguh kalian benar-benar
meluruskan shaf atau Allah akan memperselisihkan wajah-wajah kalian".
[HR. Muslim]

Sedangkan hadits yang diriwayatkan dari Anas ra., Beliau shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:

Artinya: "Tegakkan [luruskan dan rapatkan, pent-] shaf-shaf kalian, karena
sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku"
[HR. Al Bukhari dan Muslim],

dan pada riwayat Al Bukhari, Anas r.a. berkata:

"Dan salah satu dari kami menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya
pada kaki temannya"

sedangkan pada riwayat Abu Ya'la, berkata Anas:

"Dan jika engkau melakukan yang demikian itu pada hari ini, sungguh engkau
akan melihat salah satu dari mereka seolah-olah seperti keledai liar yaitu
dia akan lari darimu."

Dari hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya meluruskan dan
merapatkan shaf pada waktu shalat berjamaah karena hal tersebut termasuk
kesempurnaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam:

"Luruskan shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan
shalat".

Bahkan sampai ada sebagian ulama yang mewajibkan hal itu, sebagaimana
perkataan Syeikh Al-Albani rahimahullah dalam mengomentari sabda nabi
shallallahu 'alaihi wasallam : '... atau Allah akan memperselisihkan
wajah-wajah kalian': "Sesungguhnya ancaman semacam ini tidak dikatakan
didalam perkara yang tidak diwajibkan, sebagaimana tidak samar lagi
[pengertian seperti itu dikalangan ahli ilmu, pent-]". Akan tetapi sungguh
amat sangat disayangkan, sunnah meluruskan dan merapatkan shaf ini telah
diremehkan bahkan dilupakan kecuali oleh segelintir kaum muslimin.

Berkata Syeikh Masyhur Hasan Salman: "Apabila jamaah shalat tidak
melaksanakan sebagaimana yang dilakukan oleh Anas dan An Nu'man maka akan
selalu ada celah dan ketidaksempurnaan dalam shaf. Dan pada kenyataannya
-kebanyakan- para jamaah shalat apabila mereka merapatkan shaf maka akan
luaslah shaf [menampung banyak jamaah, pent-] khususnya shaf pertama
kemudian yang kedua dan yang ketiga. Apabila mereka tidak melakukannya,
maka:

Pertama: Mereka terjerumus dalam larangan syar'i, yaitu tidak meluruskan
dan merapatkan shaf.

Kedua: Mereka meninggalkan celah untuk syaithan dan Allah akan memutuskan
mereka, sebagaimana hadits dari Umar bin Al Khaththab bahwasanya Nabi
bersabda:

"Tegakkan shaf-shaf kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah
celah-celah dan jangan kalian tinggalkan celah untuk syaithan, barangsiapa
yang menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya dan barangsiapa
memutus shaf niscaya Allah akan memutuskannya".
[HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim ]

Ketiga: Terjadi perselisihan dalam hati-hati mereka dan timbul banyak
pertentangan di antara mereka, sebagaimana dalam hadits An Nu'man terdapat
faedah yang menjadi terkenal dalam ilmu jiwa, yaitu: sesungguhnya rusaknya
dhahir mempengaruhi rusaknya batin dan kebalikannya. Disamping itu bahwa
sunnah meluruskan dan merapatkan shaf menunjukkan rasa persaudaraan dan
saling tolong-menolong, sehingga bahu si miskin menempel dengan bahu si kaya
dan kaki orang lemah merapat dengan kaki orang kuat, semuanya dalam satu
barisan seperti bangunan yang kuat, saling menopang satu sama lainnya.

Keempat: Mereka kehilangan pahala yang besar yang dikhabarkan dalam
hadits-hadits yang shahih, di antaranya sabda Nabi:

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada orang
yang menyambung shaf".
[HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ibnu Khuzaimah].

Dan sabda Nabi yang shahih:

"Barangsiapa menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya".
[HR.Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah]

Dan sabda Nabi yang lain:

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya (mau untuk
ditempeli bahu saudaranya -pent) ketika shalat, dan tidak ada langkah yang
lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan seseorang menuju celah
pada shaf dan menutupinya".
[HR. Ath Thabrani, Al Bazzar dan Ibnu Hiban].

Keutamaan shaf pertama bagi laki-laki. 

Diantara haditsnya adalah :

Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang paling depan, dan sejelek-jelek shaf
laki-laki adalah yang laing belakang, sebaik-baik shaf perempuan adalah yang
paling belakang, dan sejelek-jelek shaf perempuan adlaah yang paling depan.
(H.R. Muslim).

Kalaulah manusia mengetahui apa yang terdapat di azan dan shaf pertama (dari
besarnya pahala-pent) kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan
diundi, maka pastilah mereka telah mengadakan undian, dan kalaulah mereka
mengetahui apa yang terdapat di sikap selalu didepan, pastilah mereka telah
mendahuluinya, dan kalaulah mereka mereka mengetahui apa yang terdapat di
shalat isya dan shalat subuh (dari keuntungan) maka pastilah mereka
mendatangi keduanya walaupun dengan merayab.
(Bukhari dan Muslim.)

Keutamaan mendapat takbiratul ihram bersama imam

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

Barangsiapa talah melakukan shalat karena Allah selama 40 hari berjama'ah,
ia mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram dengan imam –pent), maka
dicatatlah baginya dua kebebasan ; kebebasan dari api neraka dan kebebasan
dari kemunafikan. (H.R. Tirmidzi dari Anas, dihasankan oleh Syeikh Al Albani
di kitab shahih Al Jami' II/1089).



On 10/31/06, Bintang Rehari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh,
>
> Ana mohon bantuannya tentang hadist-hadist Shahih tentang merapatkan shaf2
> ketika shalat berjamaah. soalnya di masjid deket rumah ana, ada beberapa
> atau bahkan mayoritas jemaah shalat berjamaah berusaha "matian2" untuk tidak
> merapatkan shaf. bahkan ada yang ketika ana berusaha rapatkan shaf, orang
> tersebut rela untuk pindah shaf/shaf baru atau shalat sendirian di belakang.
> insya Allah, kalau ada diantara ikhwan yang mau bantu ana, ana mau print dan
> menjelaskan baik2 kepada orang tersebut. semoga hidayah Allah selalu terbuka
> untuknya. Amin.
>
> Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke