saya baru membaca buku berjudul "Ternyata akhirat tidak kekal" karangan Agus Mustofa. Adapun dalil yang dikemukakan penulis adalah bahwa kehidupan terdiri dari dua unsur yaitu pencipta dan yang diciptakan (makhluk). Penulis mengatakan yang memiliki sifat baqa atau kekal hanyalah Sang pencipta sedangkan selain-Nya adalah makhluk yang bersifat fana. kemudian penulis juga menampilkan nash Al-Quran surat Hud(11): 106-108 sebagai dalil pendukung bahwa akhirat tidak kekal. Banyak nash Al-Quran yang menyatakan kekalan akhirat, penulis menafsirkan bahwa hal itu merupakan kiasan betapa lamanya akhirat akan binasa yang menurut sains modern 18 milyar tahun. Mohon bantuan teman-teman bagaimana manhaj (ulama) salaf menyikapi tentang hal ini. terima kasih
Jawaban dari Majalah Assunnah
Edisi Khusus (7-8)/Tahun X/1427H/2006
Akhirat adalah sesuatu yang ghaib, tidak diketahui kecuali dengan berita wahyu, baik dalam al Qur'an maupun Sunnah Rasulullah. Sehingga, seseorang tidak boleh menetapkan suatu ketentuan, kecuali berdasarkan keduanya. Namun perlu diingat, memahami keduanya dengan benar, harus merujuk kepada para sahabat. Mereka adalah para murid Rasulullah shalallahuÂ’alaihi wasallam yang langsung menerima keterangan dan penjelasan beliau. Juga melihat kepada ketentuan dan pemakaian bahasa Arab, sebab Al Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab.
Demikian juga dengan pertanyaan ketidak kekalan akhirat, perlu dipertanyakan, adakah di kalangan para sahabat yang menyatakan demikian? Tidak cukup hanya dengan menyebut dalil al Qur'an, apalagi berdasarkan terjemahannya -bahasa Indonesia- kemudian menafsirkan seluruh ayat-ayat lain yang dianggap tidak sesuai dengan bipotesa yang dibuatnya sendiri.
Pendapat yang mengatakan akhirat, surga dan neraka tidak kekal,. bukanlah pendapat baru. Pendapat ini hanya membangkitkan kembali pemikiran sesat al Jahmiyah, yang dipelopori Jahm bin Shafwan. Begitu juga dengan pembesar Mu'tazilah, yaitu Abu al Hudzail al 'Allaf.
Alhamdulillah, hal ini sudah dijelaskan oleh para ulama terdahulu, seperti Imam ath Thahawi (wafat 321H), Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Rajab, adz Dzahabi, Ibnu Abil 'Izzi al Hanafi (wafat 792H), dan lainnya.
Imam Abu Ja'far ath Thahawi menyatakan : "Surga dan neraka adalah makhluk ciptaan Allah, tidak punah selama-lamanya” (Syarah Aqidatuth Thahawiyah, halaman 614)
Ketika menjelaskan perkataan Abu Ja'far at Thahawi di atas, Imam Ibnu Abil 'Izzi al Hana berkata : "Orang yang berpendapat surga dan neraka tidak kekal adalah Jahm bin Shafwan, pemimpin Jahmiyah. Pendapatnya ini, tidak ada seorang pun yang mendahului, baik dari kalangan sahabat ataupun tabi'in. Tidak juga dari para imam muslim dan Ahlu Sunnah. Seluruh Ahlu Sunnah telah mengingkarinya, dan memvonis kafir kepada Jahm disebabkan pendapatnya ini" (Syarah Aqidatuth Thahawiyah, haiaman 614).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan :
Pendapat yang menyatakan surga dan neraka tidak kekal, maka saya tidak pernah mengetahui ada seorang pun yang menukilnya dari salah seorang salafush-shalih, baik dari kalangan sahabat maupi tabi'in. Mereka hanya menceritakan, pendapat itu dari Jahm bin Shafwan dan para pengikutnya (yaitu al Jahmiyah). Pendapat ini termasuk yang diingkari oleh para ulama besar Islam. Bahkan, menjadi argumen mereka untuk memvonis kafir sekte al Jahmiyah, sebagaimana telah dijelaskan ole Imam Abdullah bin Ahmad bin Hambal (dalam as Sunnah}, al Atsram (dalam as Sunnah), dan At Abdillah Muhammad bin Isma'il al Bukhari (dalam Khalqu Af'al al '!bad) serta lainnya dari Kharijah bin Mush'ab, bahwa ia berkata ; Al Jahmiyah menjai kafir berdasarkan beberapa ayat dari al Qur'ar Di antaranya empat ayat :
Firman Allah (artinya) : Buahnya (Sorga) tak henti-henti (kekal), sedang naungannya (Sorga) (demikian pula) -QS al Ra'ad 13 ayat 35.
Mereka menyatakan, tidak kekal.
Firman Allah (artinya) : Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya -QS Shad/38 ayat 54
Mereka menyatakan, akan habis.
Firman Allah : (artinya) : Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya -QS Waqi'ah/56 ayat 33
Barangsiapa yang mengatakan "akan berhenti," maka ia telah kafir.
Firman Allah : (artinya) : Sebagai karunia yang tiada putus-putusnya -Q5 Hud/11 ayat 108
Maknanya, tidak putus-putus. Barangsiapa yang menyatakan itu akan terputus, maka ia telah kafir.
Adapun untuk membantah buku yang ditanya tersebut, kami perlu mengkaji terlebih dahulu buku tersebut, sehingga kami dapat mengerti dalil dan sisi pengambilan hukum yang terdapat pada buku Ternyata Akhirat Tidak Kekal tersebut, Namun yang jelas, pemahaman seperti ini dipelopori sekte sesat al Jahmiyah dan Mu'tazilah, yang sekarang banyak diusung kembali ke dunia Islam oleh para musuh Islam, baik dengan memanfaatkan kaum Muslimin sendiri, ataupun secara langsung mela lui pena dan lisan mereka. Oleh karena itu, kita semua hendaklah sadar, betapa berbahaya belajar Islam, dari para musuh Islam, seperti orientalis dan lslamologi dari Barat.
Demikian jawaban singkat kami, mudah-mudahan bermanfaat.
__._,_.___
Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
