Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buat akhi Mokh. Nasikhi, semoga Allah Azza wa jalla menjaga antum dari setiap perbuatan yang tercela dan semoga Allah ta'ala menjaga antum untuk selalu meniti dien yang agung dan mudah ini.
Sekedar menambahkan apa yg sudah ditulis oleh Al Akh Joko Untoro Tulisan ini ana Nukil dari situsnya Al Akh Abu Salma (Semoga Allah menjaganya) dalam tulisan Menjawab Tuduhan 1, dan apabila antum mau silahkan kunjungi link ini http://abusalma.wordpress.com/2006/10/11/menjawab-tuduhan-1/ Di dalam tulisan beliau ini banyak sekali bantahan-bantahan yg bijak, berdalil dan komprehensif tentang syubhat-syubhat yg dilancarkan oleh orang yg tidak menyukai dakwah yang Haq ini berkembang. Ini sedikit tulisan/ nukilan di dalamnya mengenai sifat dakwah Salafiyin Adapun akhlak salafiyin adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Syaikh Samir Mabhuh al-Kuwaiti di dalam risalahnya yang berjudul Hiyas Salafiyyah fa'rifuuha : "Mereka adalah manusia yang paling baik akhlaknya, paling banyak bersikap lembut, lapang dan tawadhu'-nya. Mereka adalah yang paling bersemangat berdakwah menyeru kepada akhlak yang mulia dan amal yang paling bagus, dengan wajah yang ceria, menyebarkan salam, memberikan makan, menahan marah, menghilangkan kesusahan manusia, mendahulukan kepentingan kaum muslimin dan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Mereka senantiasa mengerahkan daya upaya di dalam menolong mereka, bersikap lembut dengan fakir miskin, bersikap kasih sayang terhadap tetangga dan kerabat, lemah lembut dengan penuntut ilmu, menolong dan berbuat kebajikan kepada mereka, berbakti kepada orang tua dan ulama dan memelihara kedua orang tua (di waktu tuanya). Alloh Ta'ala berfirman : وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ "Sesungguhnya pada dirimu (Muhammad) terdapat akhlak yang agung" (al-Qolam : 4) dan Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Salam bersabda : ((أثقل شئ فى الميزان الخلق الحسن)) "Sesuatu yang paling berat di timbangan adalah akhlak yang baik." Shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad." (Hiyas Salafiyyah oleh Samir al-Kuwaiti). Namun bukan artinya tidak ada sikap keras dan tegas di dalam dakwah. Terkadang sikap keras dan tegas diperlukan di dalam dakwah apabila situasi dan kondisi mengharuskannya dan mashlahat yang ditimbulkannya semakin besar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Bazz rahimahullah : ولا شك أن الشريعة الإسلامية جاءت بالتحذير من الغلو في الدين ، وأمرت بالدعوة إلى سبيل الحق بالحكمة والموعظة الحسنة والجدال بالتي هي أحسن ، ولكنها مع ذلك لم تهمل جانب الغلظة والشدة في محلها حيث لا ينفع اللين والجدال بالتي هي أحسن "Tidak diragukan lagi bahwa syariat Islam datang dengan memperingatkan dari sikap ekstrim di dalam beragama, dan memerintahkan untuk berdakwah ke jalan al-Haq dengan hikmah, pelajaran yang baik dan diskusi dengan cara yang lebih baik. Walau demikian tidaklah hal ini berarti meniadakan sikap tegas dan keras yang pada tempatnya apabila kelemahlembutan dan diskusi dengan cara yang lebih baik tidak bermanfaat lagi." (Majmu' Fatawa wa Maqolat Mutanawwi'ah III:204 oleh Imam Ibnu Bazz). Dengan demikian, berdakwah dengan cara keras terus, atau lembut terus adalah suatu kesalahan dan kejahilan akan syariat Islam yang mulia ini. Oleh karena itu, seorang salafiy adalah orang yang mampu menempatkan dirinya, kapan dia harus bersikap keras dan kapan harus bersikap lemah lembut. Sesungguhnya tidaklah akan memudharatkan celaan para pencela kepada mereka, karena orang-orang yang berdakwah dengan jalan lemah lembut saja akan menuduh salafiy sebagai orang yang keras, sedangkan di sisi lain, orang-orang yang berdakwah dengan keras saja akan menuduh salafiy sebagai orang yang lunak (tamyi'). Wallahul Musta'an Wassalamu'alaikum warahmatullah --- In [email protected], Joko Untoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh > > Kepada Akhi mokhamad nasikhi semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada antum sehingga tidak merasa bingung untuk mencari uswatun hasanah dalam hidup dan kehidupan di dunia ini. > > Telah jelas dalam Al-Qur'an Allah berfirman dalam surat al-ahzab ayat 21 : > > "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. 33:21) > > dari ayat di atas jelaslah bahwa Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling patut untuk kita teladani baik perkataan, perbuatan dan taqrir nya, baik suluk dan akhlaqnya. Semua perkataannya wajib kita terima karena perkataan baliau adalah wahyu sebagaimana firman Allah : > > "Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" (QS. 53:4) > > "Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. 59:7) > > Kemudian orang yang patut kita ikuti dan teladani adalah para shahabat beliau, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sebagaimana firman Allah : > > "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. 9:100) > > Dalam hal ini apabila ada orang yang menda'wakan/menyatakan dirinya sebagai 'ulama ataupun ustadz, namun dalam praktik kesehariannya tidak beramal dengan amalan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah, maka hendaknya kita tidak boleh mencontoh ataupun meneladani mereka, karena dibolehkannya kita meneladani seseorang hanya dalam hal-hal dimana jika mereka juga meneladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam baik manhajnya, aqidahnya, ibadahnya, muamalahnya, akhlaq dan suluknya. > > Dalam Islam dikenal adanya ilmu jarh wa ta'dil (celaan dan pujian) yang digunakan oleh para 'ulama untuk mengetahui ke-tsiqoh-an 'ulama yang lain terutama dalam masalah periwayatan hadits. Ilmu jarh wa ta'dil ini digunakan oleh para 'ulama untuk memelihara dinul Islam ini dari orang-orang yang ingin mengotorinya dengan berbagai syirik, bid'ah, khurafat dan lainnya dengan cara memperingati kaum muslimin dari bahaya pemahaman yang menyimpang yang dibawa oleh orang tersebut (secara obyektif - sebagaimana sering kita dapati dalam kitab-kitab hadits bahwa si fulan tidak tsiqoh, si fulan ahli bid'ah, si fulan lemah hafalannya, si fulan dikenal pendusta, dll) sehingga kaum muslimin dapat berhati-hati kepada siapa akan mengambil ilmu tentang Islam ini. > > Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'anhu : > "Jangan kalian ikuti kebenaran karena seseorang, tetapi ikutilah seseorang karena dia benar. Kenalilah kebenaran, niscaya kalian akan mengetahui siapa yang benar" > > Wallaahu'alam > Abu 'Ali (1402 H/1982M) > Bekasi > > > "mokhamad nasikhi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaykum wrohmatullohi wabarokatuh.... > terimakasih atas informasi di bawah. ini sangat membantu saya unutk mengenal seorang walaupun tidak sepaham, paling tidak saya jadi tahu masing masing paham dan kebenarannya > > namun ada satu pertanyaan dalam diri ini, kenapa bantahan dan tulisan yang ditujukan pada orang yang tidak sepaham begitu rupa dengan kata kata yang saya pribadi cukup trenyuh. > > saya sendiri masih bingung, apakah benar rosul kita begitu mudah melontarkan kata kata tersebut, padahal rosul adalah uswatun khasanah. > > kalo tidak benar siapakah contoh yang dipakai sehingga cap cap kafir, tukang maksiat, pendusta, khurafat, sesat dan sebagainya mudah diucapkan. > > Mohon penjelasannya... > > wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. > > salam > Yang lagi bingung Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
