Assalamu'alaikum..

Untuk point kedua yang saya sebut memang tidak tahu dalilnya..yang pasti 
pernyataan itu sudah beredar sejak saya kecil. Jadi semacam doktrin gitu. 
kebetulan teman sekerja saya juga mendapat "pengetahuan yang sama". Bahwa umat 
muslim akan merasakan neraka sebelum masuk ke syurga untuk mencuci dosa. Hanya 
setelah saya dewasa, saya mendapat tambahan pengetahuan seperti di nomor 1. 
Terus terang saya berharap point no 1 benar dan point no 2 salah. Jadi apakah 
kita (kalau yang mati dalam kondisi tidak syahid) punya harapan untuk tidak 
ketemu neraka pak?

Mohon pencerahannya

Wasalam,

yuni


----- Original Message -----
From: hery marsanto
To: [email protected]
Sent: Saturday, September 29, 2007 4:04 AM
Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?-->bingung pernyataan yang 
bertentangan

Wa'alaykumussalaam,
Ukhti, Point kedua itu siapa yang mengatakannya? tolong diperjelas sumbernya..
makasih.


----- Original Message ----
From: yuni <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, 24 September, 2007 11:11:31 AM
Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?-->bingung pernyataan yang 
bertentangan

Assalaamualaikum. ..

Terimakasih semua atas jawaban yang diberikan kepada saya. Tapi masih ada yang 
mengganjal dihati mengenai point 2.

1. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :
"Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, 
maka Allah mengharamkannya dari Neraka:
Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi (dia mensahihkannya) , Nasa'i dan 
Ibnu Huzaimah. Dalam riwayat Nasa'i :
Wajahnya tidak tersentuh oleh neraka selama-lamanya (shahih).
bandingkan dengan pernyataan ini:

2. Seorang muslim pasti akan masuk neraka, berapa lamanya tergantung dosa 
kita..tapi juga pasti masuk syurga (min mengucap 2 kalimat syahadat) setelah 
dosa2nya dicuci di neraka. kecuali bagi yang mati syahid, maka akan langsung 
masuk syurga.

Tapi dengan point di nomor satu di atas, apakah bisa menolong bagi yang matinya 
tidak syahid..sedang dosa pernah dikerjakan. Karena point satu memberi harapan 
untuk tidak bertemu neraka bagi mereka yang tidak mati syahid?

Mohon bantuannya lagi. Terimakasih

Wasalam,

YUNI


----- Original Message -----
From: alghurahy
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Friday, September 21, 2007 6:42 PM
Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?

assalaamualaikum,
sekedar menambahkan,

196). Dari Ummu Habibah -radhiyallahu anha- ia mendengar
Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :
"Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat
sesudahnya, maka Allah mengharamkannya dari Neraka:
Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi (dia mensahihkannya) , Nasa'i
dan Ibnu Huzaimah. Dalam riwayat Nasa'i :
Wajahnya tidak tersentuh oleh neraka selama-laamnya (shahih).
[dinukil dari Terjemah shahih Matjarur Rabih fi Tsawabil Amalis Shalih
(Ensiklopedi Shahih Fadhail Amal)]

berkata as-syaikh al-albani -di dalam sunan abu dawud- : shohih.

-- abu tsabitah


----- Original Message -----
From: Budi Ari
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Friday, September 21, 2007 11:55 AM
Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?

Wa'alaykumus salaam warahmatullaHi wabarakatuH

Saya jawab yang nomer 2 ya Bu,

Untuk shalat rawatib sebelum zhuhur boleh dilakukan 2 atau 4 raka'at,
sementara itu shalat rawatib sesudah zhuhur setahu saya hanya dua raka'at.
Berikut dalilnya,

Shalat sunnah rawatib mu-akkadah (yang ditekankan) ada sepuluh raka'at.
Dari Ibnu Umar radhiyallaHu 'anHu, ia berkata,

"Aku ingat sepuluh raka'at dari Nabi, dua raka'at sebelum Zhuhur dan dua
raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah maghrib, dua raka'at sesudah Isya
serta dua raka'at sebelum shalat shubuh. Pada saat itulah Nabi tidak mau
ditemui. Hafshah menceritakan kepadaku bahwa jika muadzin mengumandangkan
adzan dan fajar telah terbit, beliau shalat dua raka'at" (HR. al Bukhari no.
1180, ini lafazhnya dan at Tirmidzi no. 431)

Menurut ulama Hanafiah (Ibnu Abidin I/441), shalat sunnah rawatib
muakkadah berjumlah dua belas raka'at, yaitu seperti sepuluh raka'at
sebelumnya tetapi shalat sunnah rawatib zhuhur dilakukan empat raka'at.
Dasarnya adalah hadits 'Aisyah radhiyallaHu 'anHa, ia berkata,

"Rasulullah tidak pernah meninggalkan empat raka'at sebelum Zhuhur" (HR.
al Bukhari no. 1182)

Semoga Bermanfaat
Abu Hasan.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke