Wassalamu'alaykum warahmatullahi

> 2. Seorang muslim pasti akan masuk neraka,

Ana kira ini cuman salah 'kaprah' terhadap ayat:
===
Artinya: "Dan tidak ada seorangpun dari padamu,
melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan."
[Maryam, 19:71]
===

Bagi yang hanya membaca terjemahan,
atau membaca ayat tanpa tafsir
maka kan mengira bahwa setiap muslim
pasti memasuki (mendatangi) neraka itu

Padahal harus dilihat tafsirnya
seperti yang ditafsirkan oleh Ibnu Katsir
mengenai ayat tersebut antara lain:
===
Ibn Jarir reported from `Abdullah that he said concerning Allah's statement,
وَإِن مِّنكُمْ إِلاَّ وَارِدُهَا
(There is not one of you but will pass over it.)
"The bridge over Hell is like the sharp edge of a sword.
The first group to cross it will pass like a flash of lightning.
The second group will pass like the wind.
The third group will pass like the fastest horse.
The fourth group will pass like the fastest cow.
Then, the rest will pass while the angels will be saying,
`O Allah save them, save them.' ''
This narration has supporting narrations similar to it
from the Prophet in the Two Sahihs and other collections as well.
These narrations have been related by Anas, Abu Sa`id, Abu Hurayrah,
Jabir and other Companions, may Allah be pleased with them all.
===
Artinya kurang lebih:
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah bahwa ia berkata mengenai ayat ini
(Artinya: "Tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi
neraka itu.")
"Jembatan di atas neraka ("Shiraath") tajam seperti ujung pedang.
Kelompok pertama akan melewatinya bagaikan secepat kilat
Kelompok kedua akan melewatinya bagaikan secepat angin
Kelompok ketiga akan melewatinya bagaikan kuda yang tercepat
Kelompok keempat akan melewatinya bagaikan sapi yang tercepat
Dan sisanya akan melewatinya, sedangkan para malaikat berkata:
"Ya Allah selamatkan mereka, selamatkan mereka."
Riwayat ini mempunyai penguat yang serupa dengannya
dari Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam di dalam Shahihain (Shahih Bukhari 
dan Muslim)
dan riwayat lainnya. Riwayat ini dari Anas, Abu Sa'id, Abu Hurayrah, Jabir
dan Shahabat lain, ridwanallahu 'alayhim ajma'in

Kesimpulan:
yang dimaksud "mendatangi neraka" disini adalah
"melewati Shiraat yang ada di atas neraka"
bukan langsung memasuki ke dalamnya
tetapi hanya melewati di atasnya

Wallahu'alam
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Joy Abu Hazim


yuni wrote:
> Assalamu'alaikum..
>
> Untuk point kedua yang saya sebut memang tidak tahu dalilnya..yang pasti 
> pernyataan itu sudah beredar sejak saya kecil. Jadi semacam doktrin gitu. 
> kebetulan teman sekerja saya juga mendapat "pengetahuan yang sama". Bahwa 
> umat muslim akan merasakan neraka sebelum masuk ke syurga untuk mencuci dosa. 
> Hanya setelah saya dewasa, saya mendapat tambahan pengetahuan seperti di 
> nomor 1. Terus terang saya berharap point no 1 benar dan point no 2 salah. 
> Jadi apakah kita (kalau yang mati dalam kondisi tidak syahid) punya harapan 
> untuk tidak ketemu neraka pak?
>
> Mohon pencerahannya
>
> Wasalam,
>
> yuni
>
>
> ----- Original Message -----
> From: hery marsanto
> To: [email protected]
> Sent: Saturday, September 29, 2007 4:04 AM
> Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?-->bingung pernyataan yang 
> bertentangan
>
> Wa'alaykumussalaam,
> Ukhti, Point kedua itu siapa yang mengatakannya? tolong diperjelas sumbernya..
> makasih.
>
>
> ----- Original Message ----
> From: yuni <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, 24 September, 2007 11:11:31 AM
> Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?-->bingung pernyataan yang 
> bertentangan
>
> Assalaamualaikum. ..
>
> Terimakasih semua atas jawaban yang diberikan kepada saya. Tapi masih ada 
> yang mengganjal dihati mengenai point 2.
>
> 1. Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :
> "Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, 
> maka Allah mengharamkannya dari Neraka:
> Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi (dia mensahihkannya) , Nasa'i 
> dan Ibnu Huzaimah. Dalam riwayat Nasa'i :
> Wajahnya tidak tersentuh oleh neraka selama-lamanya (shahih).
> bandingkan dengan pernyataan ini:
>
> 2. Seorang muslim pasti akan masuk neraka, berapa lamanya tergantung dosa 
> kita..tapi juga pasti masuk syurga (min mengucap 2 kalimat syahadat) setelah 
> dosa2nya dicuci di neraka. kecuali bagi yang mati syahid, maka akan langsung 
> masuk syurga.
>
> Tapi dengan point di nomor satu di atas, apakah bisa menolong bagi yang 
> matinya tidak syahid..sedang dosa pernah dikerjakan. Karena point satu 
> memberi harapan untuk tidak bertemu neraka bagi mereka yang tidak mati syahid?
>
> Mohon bantuannya lagi. Terimakasih
>
> Wasalam,
>
> YUNI
>
>
> ----- Original Message -----
> From: alghurahy
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, September 21, 2007 6:42 PM
> Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?
>
> assalaamualaikum,
> sekedar menambahkan,
>
> 196). Dari Ummu Habibah -radhiyallahu anha- ia mendengar
> Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :
> "Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat
> sesudahnya, maka Allah mengharamkannya dari Neraka:
> Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi (dia mensahihkannya) , Nasa'i
> dan Ibnu Huzaimah. Dalam riwayat Nasa'i :
> Wajahnya tidak tersentuh oleh neraka selama-laamnya (shahih).
> [dinukil dari Terjemah shahih Matjarur Rabih fi Tsawabil Amalis Shalih
> (Ensiklopedi Shahih Fadhail Amal)]
>
> berkata as-syaikh al-albani -di dalam sunan abu dawud- : shohih.
>
> -- abu tsabitah
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Budi Ari
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Friday, September 21, 2007 11:55 AM
> Subject: Re: [assunnah] Mana Yang Lebih Baik?
>
> Wa'alaykumus salaam warahmatullaHi wabarakatuH
>
> Saya jawab yang nomer 2 ya Bu,
>
> Untuk shalat rawatib sebelum zhuhur boleh dilakukan 2 atau 4 raka'at,
> sementara itu shalat rawatib sesudah zhuhur setahu saya hanya dua raka'at.
> Berikut dalilnya,
>
> Shalat sunnah rawatib mu-akkadah (yang ditekankan) ada sepuluh raka'at.
> Dari Ibnu Umar radhiyallaHu 'anHu, ia berkata,
>
> "Aku ingat sepuluh raka'at dari Nabi, dua raka'at sebelum Zhuhur dan dua
> raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah maghrib, dua raka'at sesudah Isya
> serta dua raka'at sebelum shalat shubuh. Pada saat itulah Nabi tidak mau
> ditemui. Hafshah menceritakan kepadaku bahwa jika muadzin mengumandangkan
> adzan dan fajar telah terbit, beliau shalat dua raka'at" (HR. al Bukhari no.
> 1180, ini lafazhnya dan at Tirmidzi no. 431)
>
> Menurut ulama Hanafiah (Ibnu Abidin I/441), shalat sunnah rawatib
> muakkadah berjumlah dua belas raka'at, yaitu seperti sepuluh raka'at
> sebelumnya tetapi shalat sunnah rawatib zhuhur dilakukan empat raka'at.
> Dasarnya adalah hadits 'Aisyah radhiyallaHu 'anHa, ia berkata,
>
> "Rasulullah tidak pernah meninggalkan empat raka'at sebelum Zhuhur" (HR.
> al Bukhari no. 1182)
>
> Semoga Bermanfaat
> Abu Hasan.


Website anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke